Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : ABDIMAS SILIWANGI

PENERAPAN GOOGLE CLASSROOM DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS KEPADA GURU-GURU BAHASA INGGRIS SMP DI SUBANG Ula Nisa El Fauziah; Lilis Suryani; Trisnendri Syahrizal
Abdimas Siliwangi Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.779 KB) | DOI: 10.22460/as.v2i2p183-191.3281

Abstract

ABSTRAKPenggunaan teknologi dalam proses pembelajaran merupakan hal yang selalu digunakan. Di era industri 4.0 guru dituntut memiliki kemampuan yang cukup dalam mengikuti perkembangan teknologi. Pembelajaran yang berfokus kepada proses tatap muka harus sudah diintegrasi dengan blended-learning. Kondisi ini membuat Google sebagai salah satu web tool terbesar memperkenalkan Google Classroom (GC) pada tahun 2014. Adanya GC diharapkan bisa menjadi solusi untuk permasalahan seperti kurangnya jam pelajaran mata pelajaran Bahasa Inggris ditingkat SMP. Namun sayangnya masih banyak guru yang masih belum mengetahui tentang kebermanfaatan GC. Sehingga melalui pengabdian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang holistik terkait dengan pengunaan GC khususnya dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Lebih jauh, pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berbahasa inggris siswa yang meliputi kemampuan menyimak (listening), berbicara (speaking), membaca (reading), dan menulis (writing). Metode pengabdian dilaksanakan ada empat tahapan yaitu: a) tahapan analisis, b) tahapan penyusunan materi , c) tahapan pelaksanaan, dan d) tahapan penyusunan laporan kegiatan. Adapun hasil dari pengabdian ini adalah semua guru peserta belum mengenal GC, sehingga guru sangat antusias dan tertarik dengan penggunaan GC. Guru mengetahui flatform yang dapat mereka gunakan dalam pembelajaran yang berintegrasi dengan blended learning. Guru dapat lebih mudah untuk mengelola tugas kelas dengan cepat dan memberikan umpan balik kepada siswa secara efektif.  Akan tetapi, fasilitas seperti ketersediaan koneksi yang baik juga harus didukung demi lancarnya penggunaan GC dalam pembelajaran.Kata kunci: Google Classroom, blended-learning, teknologi industri 4.0 ABSTRACTTechnology is always used in teaching and learning process. In industry 4.0, teachers are asked to develop skill in using technology. Learning focuses not only in the classroom but also it should be integrated with blended learning. This situation makes google as one biggest web tool to introduce google classroom (GC) in 2014, GC is expected to be solution to solve the problems such as limitation of time in learning. Unfortunately, many teachers do not know about GC. So, this community services program is expected to help teachers in using GC, especially English teachers. Besides, it is also to improve English language skills, such as listening, speaking, reading, and writing. There are four methods of community services program, they are: a) analysis step, b) material arrangement, c) implementation, d) report. The result of community services shows that all teachers as participants do not know about GC, so they are really excited in using GC. Teachers know GC and they can implement in learning and it can be integrated learning. Teachers are easier to manage the class and help teachers to assess the assignment effectively. Nevertheless, the good connection should be determined to support the implementation of using GC.Kata kunci: Google Classroom, blended-learning, Industry technology 4.0 
Pelatihan pembuatan media ajar berbasis video menggunakan aplikasi edpuzzle di Kecamatan Pasirkuda Kabupaten Cianjur Intan Satriani; Ula Nisa El Fauziah
Abdimas Siliwangi Vol 5, No 3 (2022): Oktober 2022
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/as.v5i3.11385

Abstract

Di era industri 5,0, penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran merupakan sebuah kebutuhan. Bagi siswa, penggunaan teknologi sudah merupakan sebuah gaya hidup (lifestyle) karena karakteristik mereka sebagai digital natives 5.0 (tumbuh dan dewasa di era digital). Oleh karena itu, guru dituntut untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengintegrasikan penggunaan aplikasi teknologi dalam mengajar, salah satunya mengajar bahasa. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan aplikasi  Edpuzzle yang dapat digunakan dalam mengajar yang berbasis video di Kecamatan Pasirkuda, Cianjur, Jawa Barat. Ada tiga tahapan dalam program pengabdian ini. Tahap pertama, sesi pelatihan Introduction to application. Tahap kedua, sesi pelatihan penggunaan aplikasi Edpuzzle. Tahapan ini diakhiri dengan sesi pembuatan media Edpuzzle.