Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGUATAN GERAKAN LITERASI SEKOLAH Ikhya Ulumudin
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol. 10 No. 3 (2017)
Publisher : usat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v10i3.241

Abstract

ABSTRAKMembaca buku dapat membuka cakrawala dunia sehingga dapat menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Artinya jika suatu negara masyarakatnya gemar membaca, akan berdampak pada kemajuan suatu bangsa itu sendiri. Masalah yang dihadapi Indonesia yaitu masihrendahnya minat membaca. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan gerakan literasi sekolah di sekolah menengah atas dan menyusun langkah penguatannya. Penelitian ini menggu-nakan pendekatan kualitatif. Data pelaksanaan gerakan literasi sekolah dilakukan melalui focus group discussion bersama guru terkait yang tersebar di enam provinsi sebanyak 72 orang guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) terdapat satuan pendidikan SMA yangtelah menerapkan gerakan literasi sekolah yang dengan ditandai gerakan membaca 15 menit sebelum jam pelajaran dimulai, dan 2) jenis kegiatan gerakan literasi sekolah diantaranya persiapan, pelaksanaan, dan tindak lanjut. Simpulan dalam penelitian ini adalah gerakan literasisekolah di sekolah menengah atas belum berjalan secara optimal, sehingga perlu dilakukan langkah-langkah strategis untuk mencapai hasil yang diharapkan.
KAJIAN IMPLEMENTASI PROGRAM WAJIB BELAJAR 12 TAHUN DI KOTA SURABAYA Ikhya Ulumudin; Sri Fajar Martono
Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Vol 16 No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 16 No. 2 April 2017
Publisher : Program Studi PPKn FIS UNJ & Asosiasi Profesi PPKn Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jimd.v16i2.8758

Abstract

This study aims to find out the strategy applied by Surabaya city in implementing the 12-year compulsory education program and the funding of school operational cost of secondary education. The approach used was both qualitative and quantitative with data and information gathered from interviews, Focus Group Discussion (FGD), and survey form. It can be concluded that the first strategy done by Surabaya city in supporting 12-year compulsory education was preparing a regulation support through a local government’s (including the mayor’s) laws and regulations, which mandate about educational financing. This educational budget is used in improving students’ participation and competence, improving schools’ infrastructure and facility, and improving educators and educational staffs’ competence and welfare. The only sources of school operational cost funding for public secondary schools in Surabaya are the BOS grant from central government and BOPDA grant from local government, whereas for private schools, there is also support from the community in the form of committee contribution. The 12-year compulsory education program in Surabaya can be adopted as a best practice for other districts/cities who are implementing the program.
KAJIAN FENOMENA TAWURAN PELAJAR PENDIDIKAN MENENGAH Ikhya Ulumudin
Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Vol 15 No 2 (2016): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 15 No. 2 April 2016
Publisher : Program Studi PPKn FIS UNJ & Asosiasi Profesi PPKn Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jimd.v15i2.8812

Abstract

This study aims to find out factors behind the occurrence of students brawl by analyzing these aspects; family background, school’s environment, and peers, and also to find a school policy alternative to help shaping students’ characters. This study employed qualitative approach. Data and information were collected through interviews. The conclusion is that the factors causing student brawl divided into two types, direct factors and indirect factors. Direct factors are mainly long ongoing dispute that is brought over generations of students between the two sample schools, the location of schools which is adjacent to each other, the habit of going to and from school in groups, and the habit to bully (mock, insult, spit at) one another when passing by on the street. The indirect factor, on the other hand, are family and school. A school policy alternative to cope with students brawl is by enforcing school disciplines, for example through an imposition of punishment and reward and also forming and enforcing teachers’ disciplines at school.
PENGUATAN GERAKAN LITERASI SEKOLAH Ikhya Ulumudin
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol. 10 No. 3 (2017)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v10i3.241

Abstract

ABSTRAKMembaca buku dapat membuka cakrawala dunia sehingga dapat menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Artinya jika suatu negara masyarakatnya gemar membaca, akan berdampak pada kemajuan suatu bangsa itu sendiri. Masalah yang dihadapi Indonesia yaitu masihrendahnya minat membaca. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan gerakan literasi sekolah di sekolah menengah atas dan menyusun langkah penguatannya. Penelitian ini menggu-nakan pendekatan kualitatif. Data pelaksanaan gerakan literasi sekolah dilakukan melalui focus group discussion bersama guru terkait yang tersebar di enam provinsi sebanyak 72 orang guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) terdapat satuan pendidikan SMA yangtelah menerapkan gerakan literasi sekolah yang dengan ditandai gerakan membaca 15 menit sebelum jam pelajaran dimulai, dan 2) jenis kegiatan gerakan literasi sekolah diantaranya persiapan, pelaksanaan, dan tindak lanjut. Simpulan dalam penelitian ini adalah gerakan literasisekolah di sekolah menengah atas belum berjalan secara optimal, sehingga perlu dilakukan langkah-langkah strategis untuk mencapai hasil yang diharapkan.
IMPLEMENTASI PENILAIAN ASPEK KETERAMPILAN PADA KURIKULUM 2013 JENJANG PENDIDIKAN DASAR Ikhya Ulumudin
Prosiding Seminar Nasional Pakar Prosiding Seminar Nasional Pakar 2019 buku II
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pakar.v0i0.4236

Abstract

Kurikulum 2013 menggunakan sistem penilaian autentik dan penilaian aspekketerampilan merupakan cirinya. Untuk itu, dalam penilitian ini yang akanmenjadi fokus penelitian terkait dengan penilaian aspek keterampilan. Tujuanpenelitian adalah untuk mengetahui gambaran pelaksanaan penilaian harianpada aspek keterampilan yang dilakukan oleh guru jenjang sekolah dasarmulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengolahan hasil, sampai padapemanfaatan penilaian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatifndengan subjek penelitian adalah guru kelas tingkat SD baik sekolah negerimaupun swasta yang telah mengajar pada kelas yang menerapkan Kurikulum2013. Instrumen penelitian terdiri dari kuesioner dan panduan DKT. Tempatpenelitian di Kota Balikpapan. Simpulan penelitian menunjukan bahwasebagian guru tidak memahami berbagai macam teknik penilaian aspekketerampilan. Hal ini karena guru belum familiar terhadap berbagai teknikpenilaian tersebut dan penilain keterampilan memerlukan keahlian khususdalam perancanaannya. Mayoritas guru melakukan penilaian harian aspekketerampilan setiap buku tematik sebanyak satu kali dengan teknik praktek.Pengolahan dan pelaporan dalam penilaian aspek keterampilan dalam bentukangka, predikat, dan deskripsi. Mayoritas guru masih kurang memadai dalampemahaman pada penentuan skor penilaian harian setiap matapelajaran dancara penentuan hasil penilaian akhir. Selain itu, hasil penilaian keterampilanbelum secara optimal dimanfaatkan oleh guru.