Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : Prosiding Semnastek

PENGARUH KETEBALAN LAPISAN ISOLATOR SiO2 TERHADAP MOBILITAS LUBANG DARI TRANSISTOR EFEK MEDAN ORGANIK PENTACENE Fadliondi Fadliondi; Haris Isyanto; Prian Gagani
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini, riset tentang divais elektronik yang memakai bahan organik banyak dilakukan. Divais elektronik organik memiliki banyak  kelebihan dibandingkan dengan divais elektronik silikon seperti kelenturan dan lain-lain. Untuk kali ini, akan dijelaskan pengaruh ketebalan lapisan isolator gerbang (G) SiO2  terhadap karakteristik transfer (ID-VG) dan karakteristik penguatan (ID-VD) dari  transistor efek medan organik yang telah difabrikasi. Pertama, lapisan isolator SiO2  ditumbuhkan dengan menggunakan metode oksidasi termal dengan ketebalan 100 nm - 500 nm. Selanjutnya, sebagai bahan semikonduktor organik, pentacene dideposisikan dengan ketebalan 50 nm pada suhu ruang dengan metode evaporasi termal pada kevakuman 8×10-6 Torr. Terakhir, terminal source dan drain dibentuk dari emas dengan metode evaporasi termal dengan ketebalan 30 nm. Panjang kanal dan lebar kanal dari transistor masing-masing adalah 200  µm dan 500  µm. Hasil pengukuran karakteristik ID-VD menunjukkan bahwa mobilitas lubang meningkat dari 0.03 cm2/(Vs) ke 0.1 cm2/(Vs) seiring berkurangnya ketebalan SiO2 dari 500 nm ke 100 nm.  Kata kunci: pentacene, semikonduktor, organik, elektronika, transistor film tipis
PROPOTYPE PENGONTROL SERTA PEMANTAUAN PADA ARUS DAN BEBAN TRAFO 3 PHASE DENGAN SISTEM INTERNET OF THINGS (IoT) Riza Samsinar; Fadliondi Fadliondi; Deni Alamanda; Rois Ansori
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pengujian system ini dilakukan beberapa kali pengiriman data berupa arus dan tegangan dari masing masing lane listrik serta simulasi jika terjadi konsleting listrik pada salah satu lane. Pengukuran kinerja prototipe kontrol dan pemantauan trafo 3 phase dengan sistem internet of things (iot) untuk pengoperasian jarak jauh berbasis raspberry pi dilakukan menggunakan 6 (enam) buah sensor sebagai masukkan terhadap system yang terdiri dari 2 (dua) jenis sensor, yaitu sensor tegangan yang menggunakan jenis ZMPT101b dan sensor arus yang menggunakan jenis TA12-100 pada masing masing sensor mendapatkan tegangan sebesar 5VDC yang disupply oleh IC regulator LM7805, IC tersebut menurunkan tegangan dari masukan tegangan 12VDC yang didapatkan dari adaptor. Pada pengujian yang telah dilaksanakan berdasarkan data yang dilihat pada proses pengontrolan dapat langsung dilihat pada tampilan web dengan proses auto refresh terhadap web setiap 1 detik, dan untuk pengontrolan didapatkan waktu delay terlama yaitu 5 detik dan delay tercepat 1,2 detik. Untuk system proteksi alat ini memutuskan tegangan terhadap beban yang melebihi 3 ampere maka system akan memutus tegangan terhadap beban. Dan setelah banyak pengujian yang telah dijalani akhirnya sistem mendapatkan beberapa hasil salah satu data yang didapatkan melalui pengukuran menggunakan tang ampere 0,066 A, sedangkan data yang didapatkan pada web itu 0,06 A. Terdapat error 10% pada hasil pengujian alat ini, dan hasil pengujian alat ini mendapatkan tingkat keberhasilan di 90%.
PERANCANGAN SISTEM KONTRTOL BEBAN LISTRIK RUMAH BERBASIS WEB DENGAN RASPBERRY PI Fadliondi Fadliondi; Joko Triyono
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak bermunculannya alat-alat yang menggunakan sistem kontrol digital dan otomatis, merupakan bukti perkembangan ilmu teknologi saat ini. Biasanya manusia mengontrol perangkat elektronik rumah dengan cara manual tetapi saat ini dengan memanfaatkan sistem kontrol digital perangkat elektronik dapat dikontrol dengan menggunakan satu pengontrol pusat saja. Berdasarkan hal tersebut maka diperlukan sebuah Mini PC yaitu sebuah perangkat komputer mini. Mini Pc  yang digunakan adalah Raspberry Pi, karena Raspberry Pi telah menerpakan teknologi jaringan wireless dan wire yang dihubungkan dengan teknologi smartphone yang saat ini menjadi reward dalam perkembangan dunia teknologi. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan kemudahan dalam mengontrol perangkat elektronik yang digunakan di dalam rumah dengan cara pengontrolan yang terpusat pada halaman website yang dapat diakses melalui semartphone, laptop (PC) atau perangkat sejenisnya. Sistem yang dirancang untuk mengontrol ON dan OFF perangkat seperti lampu, televisi, kipas angin ini dirancang dengan menggunakan LXTerminal pada Raspberry Pi, bahasa Python sebagai bahasa pemrograman yang digunakan untuk membuat sistem kontrol pada Raspberry Pi. Pengujian dilakukan dengan membuka halaman website sistem kontrol yang dibuat, pada halaman website akan ditampilkan ikon perangkat yang ingin dikontrol dan kemudian user dapat mengontrol perangkat elektronik dengan cara mengeklik ikon  untuk menyalakan atau mematikan perangkat elektronik pada halaman website. Hasil pengujian didapat perangkat elektronik berhasil dikontrol melalui halaman website.
PENDINGIN UNTUK PENINGKATAN DAYA KELUARAN PANEL SURYA Haris Isyanto; Budiyanto Budiyanto; Fadliondi Fadliondi; Prian Gagani Chamdareno
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi matahari adalah salah satu sumber energi yang bisa diperbaharui yang memiliki banyak keuntungan. Meskipun demikian, luaran daya masih rendah. Latar belakang dilakukannya penelitian ini adalah bahwa saat ini kebutuhan energy terbarukan semakin meningkat dan sinar matahari merupakan sumber energi yang sangat melimpah terutama di negara yang terletak di garis khatulistiwa, akan tetapi panas yang berlebihan bias mengurangi daya keluaran panel surya. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan daya keluaran panel surya dengan metode pendinginan. Hasil yang didapatkan adalah bahwa secara keseluruhan, ketika suhu turun, tegangan open circuit, tegangan saat maximum power dan daya maksimum meningkat. Pada suhu 40oC, tegangan saat maximum power dan tegangan open circuit masing masing adalah 17,5 V dan 22 V dan daya maksimum adalah 10 W. Ketika suhu turun ke 20oC, tegangan saat maximum power dan tegangan open circuit meningkat masing-masing ke 20 V dan 24 V. Daya keluaran meningkat ke 12 W ketika suhu turun ke 20oC. kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa dengan penambahan pendinginan pada panel surya, daya keluaran dari panel surya meningkat karena ketika suhu turun, tegangan open circuit dari panel surya meningkat sehingga secara otomatis daya keluaran juga meningkat karena daya merupakan perkalian dari arus dan tegangan.
STUDI SIMULASI DAN EKSPERIMEN PADA KARAKTERISTIK LISTRIK SEL SURYA YANG TERHUBUNG SECARA SERI Haris Isyanto; Fadliondi Fadliondi; Budiyanto Budiyanto
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rangkaian seri hanya memiliki sebuah lintasan untuk arus untuk mengalir. Oleh karena itu, semua arus pada rangkaian pasti mengalir melewati semua beban. Pemutusan rangkaian pada sebuah titik akan menyebabkan seluruh rangkaian beroperasi. Ketika menghubungkan sel surya secara seri, tegangannya bertambah, tetapi arusnya tetap sama. Keuntungan dari menghubungkan sel surya secara parallel adalah bisa menghasilkan efisiensi yang lebih tinggi dan biaya lebih rendah. Tujuan penelitian ini adalah mensimulasikan karakteristik listrik sel surya dan mengujinya secara eksperimen. Pada penelitian ini, hasil eksperimen dan simulasi pada sel surya tunggal menghasilkan tegangan sirkuit terbuka sebesar kurang lebih 0,5 volt dan arus sirkuit pendek sebesar 0,4 ampere. Sementara, 5 buah sel surya tunggal yang dihubungkan secara seri menghasilkan tegangan sirkuit terbuka kurang lebih 2,5 volt dan arus sirkuit pendek kurang lebih 0,4 ampere.
STUDI EKSPERIMEN TERHADAP PANEL SURYA DAN INVERTER Prian Gagani Chamdareno; Budiyanto Budiyanto; Fadliondi Fadliondi; Haris Isyanto
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi surya telah menjadi objek populer penelitian dalam bidang energi terbarukan. Latar belakang dari penelitian ini adalah bahwa ketersediaan bahan bakar fosil  yang semakin sedikit mengakibatkan kebutuhan terhadap sumber energi baru meningkat. Salah satu sumber energi baru adalah sinar matahari yang ketersediaannya sangat melimpah terutama pada daerah yang terletak di garis khatulistiwa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengubah energi matahari menjadi energi listrik tegangan arus searah yang kemudian dikonversikan ke tegangan arus bolak balik. Sebuah eksperimen panel surya telah dilakukan. Metode yang dilakukan adalah dengan memaparkan panel surya terhadap sinar matahari lalu luaran dari panel surya dimasukkan ke converter. Ketika iradiasi meningkat dari 198 W/m2 ke 990 W/m2, arus shor circuit dan arus saat daya mencapai maksimum, masing-masing meningkat ke 0,7 A dan 0,6 A. sementara itu, tegangan open circuit meningkat sangat sedikit sekali ke 20 V. Daya maksimum meningkat ke 11 W saat iradiasi naik ke 990 W/m2. Tegangan baterai meningkat, sementara itu arus berkurang selama pengisian. Tegangan bermula dari 12,6 V dan meningkat secara drastis ke 12,8 V dalam 30 menit sebelum menjadi hampir konstan selama 2 jam. Lalu, ia meningkat secara cepat ke nilai maksimum sekitar 13, 6 V dalam 1,5 jam. Di sisi lain, arus bermula di sekitar 0,45 A dan berkurang secara perlahan ke 0,3 A dalam 3 jam sebelum ia jatuh secara drastis ke 0,1 A dalam waktu 1 jam. Kesimpulan yang didapat adalah bahwa energi sinar matahari berhasil dikonversikan ke energi listrik arus searah yang kemudian disimpan dalam baterai lalu diubah ke arus bolak balik dengan memakai converter.
SIMULASI KARAKTERISTIK LISTRIK DARI SEL SURYA YANG TERHUBUNG SECARA PARALEL DAN PENGUJIANNYA SECARA EKSPERIMEN Fadliondi Fadliondi; Budiyanto Budiyanto; Haris Isyanto
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber energi terbarukan sangat diperlukan saat ini karena energi fosil suatu saat akan habis. Sumber energi terbarukan bisa merupakan energi angin, energi air, energi panas bumi atau energi surya. Energi surya memiliki banyak keuntungan dibandingkan energi terbarukan lainnya seperti keberlimpahannya dan kebersihannya. Sel surya adalah divais elektronik yang mengubah energi surya menjadi energi listrik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mensimulasikan karakteristik listrik sel surya yang terhubung parallel dan mengujinya secara eksperimen. Hasil menunjukkan bahwa sebuah sel surya tunggal bisa menghasilkan tegangan sirkuit terbuka sebesar 0,45 volt dan arus sirkuit tertutup sebesar 0,35 ampere. Ketika 4 buah sel surya tunggal dihubungkan secara parallel, tegangan sirkuit terbukanya tidak mengalami perubahan dan arus sirkuit tertutupnya meningkat menjadi sekitar 1,4 ampere.
Analisi Partial Discharge pada Generator 18 kv Dengan Metode High Frequensi Current Transformator (HFCT) Arfiansyah, Diky; Almanda, Deni; Samsinar, Riza; Fadliondi, Fadliondi
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Partial discharge merupakan peluahaan elektris yang tidak sepenuhnya menjembatani elektroda. Efek komulatif yang disebabkan oleh pelepasan secara bertahap akan memperburuk sifat dielektrik insulasi dan memperluas cacat apapun, sehingga menyebabkan kerusakan/kegagalan insulasi. Selain itu, sebagian besar kerusakan mekanis juga dapat menyebabkan pelepasan sebagian. Sistem tegangan tinggi memerlukan sistem isolasi modern untuk memperpanjang masa pakai bahan isolasi yang terpapar medan listrik tinggi. Dalam banyak aplikasi, harmonik dapat menyebabkan lebih banyak gelombang yang dihasilkan, mempercepat penuaan isolasi dan meningkatkan pelepasan sebagian. Partial Discharge (PD) biasanya terjadi pada celah-celah inti stator atau insulasi yang terdapat pada belitan luar stator. Beberapa teknik pengukuran PD kini telah ditingkatkan dan telah diterapkan pada kabel listrik dan aksesori kabel termasuk sambungan kabel dan terminasi. Diantaranya adalah teknologi High Frequency Current Transformer (HFCT), yang digunakan untuk mendeteksi dan melokalisasi sumber gangguan PD. Kata kunci: Partial Discharge , Isolasi , HFCT
Analisis Perbandingan Reflektor Cermin Cekung Dari Kaca Puzzle Dan Alumunium Foil Terhadap Daya Output Pembangkit Listrik Tenaga Surya Syekha, Ahmad Fathir; Fadliondi, Fadliondi
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi matahari merupakan salah satu sebagai sumber energi alternatif yang potensial dikembangkan menjadi unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya. Panel surya menggunakan energi cahaya matahari sebagai sumber energi kemudian diubah menjadi energi listrik. Efisiensi dari panel surya masih rendah, berpengaruh pada hasil daya outputnya. Penggunaan reflektor untuk meningkatkan intensitas cahaya matahari pada permukaan panel surya, yang dapat meningkatkan hasil daya output panel surya. Pada penelitian ini bertujuan untuk melakukan perbandingan reflektor cermin cekung dari kaca puzzle dan alumunium foil terhadap daya output PLTS. Dari hasil penelitian ini penggunaan reflektor 4 sisi yang paling baik yaitu sudut reflektor 45° dengan nilai ratarata daya output panel surya dengan reflektor aluminium foil sebesar 21,78 watt dan pada panel surya dengan reflektor kaca puzzle sebesar 22,5 watt. Untuk rata-rata intensitas cahaya matahari yang diterima panel surya dengan reflektor aluminium foil sebesar 1813,28 W/m^2 dan pada panel surya dengan reflektor kaca puzzle sebesar 1894,14 W/m^2. Panel surya yang menggunakan reflektor kaca puzzle nilai efisiensi lebih baik dibandingkan menggunakan reflektor aluminium foil.Kata kunci: energi, panel surya, reflektor, efisiensi