Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENTINGNYA MUATAN LOKAL UNTUK PEMBELAJARAN PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL GOLONGAN III DI ERA REVOUSI INDUSTRI 4.0: PENTINGNYA MUATAN LOKAL UNTUK PEMBELAJARAN PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL GOLONGAN III DI ERA REVOUSI INDUSTRI 4.0 Yahman Yahman
Khazanah Intelektual Vol. 3 No. 2 (2019): Khazanah Intelektual
Publisher : Balitbangda Provinsi Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37250/newkiki.v3i2.52

Abstract

Perubahan pola pikir (mindset) dan budaya kerja (cultural set) PNS perlu mendapat perhatian serius guna mendukung suksesnya program reformasi birokrasi. Perubahan pola pikir Pegawai Negeri Sipil (PNS) perlu dilakukan dalam rangka untuk mengubah paradigma ingin dilayani menjadi pelayan (pamong) yang menyenangkan masyarakat. Pelatihan dasar calon PNS menjadi saat dan waktu yang tepat untuk memberikan muatan materi kearifan lokal masyarakat Melayu Jambi kepada para calon PNS, karena sesungguhnya mereka tidak hanya dituntut mempunyai kemampuan tehnis dan menejerial tapi juga mempunyai kemampuan personal (softskill) kearifan lokal berupa keluhuran budi masyarakat Melayu Jambi, oleh karena itu muatan lokal terkait lokalitas perlu menjadi materi pembelajaran dalam pelatihan dasar CPNS golongan III yang kelak akan menjadi para pengambil kebijakan dikemudian hari. Sehingga pada saat nanti mereka akan menjadi pengambil kebijakan dimasa yang akan datang tidak mengabaikan nilainilai luhur Melayu Jambi yang juga merupakan bagian dari ketahanan nasional.
PROBLEMATIKA PENEGAKKAN HUKUM PADA UNDANG-UNDANG NOMOR 4 TAHUN 2009 TENTANG PERTAMBANGAN MINERAL DAN BATUBARA Yahman Yahman
Arena Hukum Vol. 6 No. 1 (2013)
Publisher : Arena Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (800.617 KB) | DOI: 10.21776/ub.arenahukum.2013.00601.6

Abstract

AbstractEnforcement of law against illegal mining, mineral and coal in particular experience obstacles in terms of storage confiscation of evidence. An actor burdened cost of storage of evidence or known as "demorrag" by law enforcement agencies. This condition is not consistent with the concept of Law No. 8 of 1981 on Criminal Procedure and Government Regulation No. 27 Year 1983 on Guidelines for Criminal Code, particularly with respect to the storage of confiscated evidence that has not been adequately available. This study found that the application of Law No. 4 of 2009 on illegal mining has violated human rights. Key words: confiscation, “demorrag”, coal. AbstrakPenegakkan hukum terhadap illegal mining, khususnya mineral dan batubara mengalami hambatan dalam hal penyimpanan penyitaan barang bukti. Seorang pelaku terbebani biaya penyimpanan barang bukti atau dikenal dengan istilah ”demorrag” oleh institusi penegak hukum. Kondisi ini tidak sesuai dengan konsep Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang KUHAP maupun Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan KUHAP, khususnya terkait dengan tempat penyimpanan barang bukti sitaan (RUPBASAN) yang belum tersedia secara memadai. Penelitian ini menemukan bahwa dalam penerapan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara telah melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).Kata kunci: penyitaan, demorrag, batubara