Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Penyebaran Konten Lokal di Grup Facebook Penggemar Perpusda Lumajang, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lumajang Mirotin Eka Wahyuningsih; Rio Febriannur Rachman
Khazanah Intelektual Vol. 5 No. 3 (2021): Khazanah Intelektual
Publisher : Balitbangda Provinsi Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37250/newkiki.v5i3.131

Abstract

Artikel ini membahas tentang penerapan literasi konten lokal di media sosial yang dikelola pemerintah. Secara khusus mengenai akun facebook yang dikelola oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lumajang bernama Grup Facebook Penggemar Perpusda Lumajang. Facebook merupakan media sosial paling populer di Indonesia, termasuk di Lumajang. Oleh karena itu, keputusan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Lumajang untuk mengoptimalkan media sosial Facebook patut di apresiasi. Kajian ini menggambarkan fenomena penerapan literasi konten lokal, serta menyuguhkan saran maupun rekomendasi bagi eksponen pemerintah yang tertarik mengelola konten lokal demi kemajuan dan kesejahteraan bersama. Konten lokal di tiap daerah di Indonesia memiliki keunikan dan daya tarik tersendiri. Terlebih, di dalam konten lokal tersebut, kerap terdapat nilai-nilai kearifan yang bisa dijadikan pelajaran. Teori yang menjadi landasan dalam kajian ini adalah determinasi teknologi. Teori ini memiliki satu prinsip utama, bahwa teknologi dan masyarakat saling mempengaruhi. Terpenting, saat teknologi makin maju, masyarakat mesti bisa memanfaatkannya. Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Lumajang memanfaatkan facebook untuk membagikan konten lokal yang sarat nilai-nilai kearifan. Metode yang digunakan kualitatif dengan pendekatan etnografi virtual. Etnografi virtual yang dijalankan berkenaan dengan analisis terhadap konten di Grup Facebook Penggemar Perpusda Lumajang, berikut komentar-komentar maupun interaksi dari warga internet di akun tersebut. Hasil penelitian menunjukkan, penerapan literasi konten lokal di media sosial facebook Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Lumajang bisa optimal berkat partisipasi masyarakat. Faktanya, konten yang ada di sana tidak hanya berasal dari pihak pengelola atau admin. Ada banyak konten lokal yang berasal dari warga kemudian dikomentari dan dibagikan oleh warga yang lain. Kata kunci: Facebook, Konten Lokal, Literasi, Perpustakaan
Penyuluhan Tentang Bermedia Sosial yang Baik Bagi Siswa MA Nurut Tauhid Lumajang Rio Febriannur Rachman; Salman Alfarisi; Muhammad Fahrur Rozi
Dedication : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : LPPM IKIP Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/dedication.v4i2.363

Abstract

Keberadaan media sosial berbasis internet menjadi tantangan tersendiri bagi kehidupan manusia sehari-hari. Ia seakan pisau bermata dua, punya sisi positif dan negatif. Khususnya, bagi para pemuda yang merupakan generasi penerus bangsa. Pengabdian kepada masyarakat ini menjadikan para siswa, sebagai kelompok pemuda, di Madrasah Aliyah atau MA Nurut Tauhid sebagai sasaran. Pengabdian yang dilakukan berupa penyuluhan tentang bermedia sosial yang bijak. Metode yang dilakukan adalah memberi ceramah intensif tentang empat hal pokok terkait media sosial. Pertama, menggunakan media sosial secara cermat. Kedua, dampak positif media sosial. Ketiga, dampak negatif media sosial. Keempat, waspada kecanduan media sosial. Penyuluhan dilaksanakan empat hari berturut-turut kepada 30 siswa kelas IX, tiap hari 45 menit. Sehingga, para siswa tidak bosan dan mendapat materi secara efektif. Hasilnya, para siswa antusias menerima materi yang diberikan dan diskusi berjalan dengan baik. Harapannya, para siswa bias bermedia sosial secara bijak dan dapat menyebarkan wawasan tentang bagaimana bermedia sosial secara baik pada orang-orang di sekitar.
KOMUNIKASI TERAPEUTIK DI KLINIK NU LUMAJANG DALAM PERSPEKTIF ISLAM Rio Febriannur Rachman; Abdul Hakim
Metakom Vol 4 No 2 (2020): 8th Edition
Publisher : Metakom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/metakom.v4i2.117

Abstract

This article examines how the application of therapeutic communication in the Klinik NU Lumajang (clinic whish is possessed by Nahdlatul Ulama or NU organization) based on Islamic perspective. The majority of patients in this clinic are Muslims, so the population of Lumajang, as the target of this clinic. The purpose of this study is to describe the therapeutic communication of nurse to the patient. This research uses qualitative method, through case study approach. Data sources are obtained from the Klinik NU Lumajang. Data collection techniques are observation, interview or personal communication, reading of literature related to the research topic. The results of this study explain, therapeutic communication of nurses to patients at the Klinik NU Lumajang is carried out with several stages; the preparatory stage, the introductory stage, the work stage, and the termination stage. The reciprocal of the patient, responded by the nurse by listening carefully to the patient’s health problem. The nurse must also show acceptance of the message conveyed by the patient. Therapeutic communication can run smoothly on the seriousness of nurses, who work based on sincerity and only expect the best reply from God Almighty.
Communication of Caregivers and Santri at Islamic Boarding Schools in a Gender Perspective Linda Nur Wahyuningsih; Rio Febriannur Rachman
Kanal: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9 No 1 (2020): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/kanal.v9i1.628

Abstract

This strudy aim is to describe how the interaction between caregivers and students, both men and women, in Islamic boarding schools, as religious-based educational institutions. The location of the study is Bustanul Ulum Islamic boarding schools, Sawaran Kulon, Kedungjajang, Lumajang. This study uses qualitative method, through the phenomenological approach, which is introduced by Lanigan. Lanigan argued, the communication process has a correlation with the residence of communicator and the communicant. In the context of this study, the residence is the Islamic boarding school, while communicators and communicants are caregivers and students. Sources of research data obtained through observing and interviewing, and reading literature regarding the research topic. Observations carried out for ten days (March 15, 2020 until March 25, 2020). Interviews are conducted with caregivers and students. The results are, first; communication between caregivers and students in Bustanul Ulum Islamic boarding schools runs both verbally and non-verbally. In general, caregivers play a more communicator role, and santri become communicants. Second; communication carried out across gender. Only indeed, interactions and communication between Kiai and female santri are not as close and frequent as interactions and communication between Kiai and male santri. Likewise, interactions and communication between Nyai and male santri are not as close and frequent as Nyai and female santri interactions and communication. Because in the curriculum or rules that have been set, the who focuses of intensive teaching of male students, is the Kiai. While the one who focuses intensively in teaching female students, is Nyai.
KAJIAN SEMIOTIK BUDAYA MASYARAKAT: Nilai Keislaman dalam Tradisi Ter-ater di Lumajang Abdul Kodir Jailani; Rio Febriannur Rachman
MUHARRIK: Jurnal Dakwah dan Sosial Vol 3 No 02 (2020): Muharrik: Jurnal Dakwah dan Sosial
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/muharrik.v3i02.460

Abstract

This article examines the Islamic values ​​embodied in the “ter-ater” tradition in Lumajang. “Ter-ater” is a habit of the people in Lumajang, at certain moments, distributing food to neighbors or relatives in the surrounding environment. Before food is distributed, the people pray tohether first. The method used in this study is qualitative with a semiotics approach. The research location is Kalipenggung Village, Randuagung District, Lumajang Regency. Data collection techniques are interviewing, observing, and studying literature. Data analysis are performed by reducing or sorting, presenting, and formulating conclusions. The results of this study state that there are Islamic values ​​in the “ter-ater” tradition, among others, to foster a spirit of charity, strengthen brotherhood among Muslims, and preserve good habits in the community. This research is useful as an addition to the scientific literature in the field of communication, especially the science of semiotics, in connection with the study of the traditions of the Islamic community.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PUSAT KONSELING ANAK DAN REMAJA DI SURABAYA RIO FEBRIANNUR RACHMAN
Al-Tazkiah : Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 8 No. 2 (2019): INTERVENSI KONSELING DAN PSIKOTERAPI
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.07 KB) | DOI: 10.20414/altazkiah.v8i2.1217

Abstract

There are many steps taken by the City Government of Surabaya to solve the problems of children and adolescents. This article focuses on discussing how the counseling center, which aims to address these problems, provides concrete services in the community. This discussion uses public policy theory and the principle of sustainable social development that is agreed internationally by countries in the world. The method used is qualitative, with a literature review approach. The results of the study indicate that the policies of the counseling center for children and adolescents, in line with universal Islamic and humanist values. However, there must be improvements to the program mechanism as the demands of the situation nowadays.
REPRESENTASI ISLAM DI FILM AMERIKA SERIKAT Rio Febriannur Rachman
Dakwatuna: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol 2 No 2 (2016): AGUSTUS
Publisher : Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas wajah Islam di film Amerika Serikat. Tujuannya, melihat bagaimana wajah Islam direpresentasikan di sejumlah film box office dan peraih Oscar melalui unsur sinematik dan unsur naratif. Pada prinsipnya, representasi Islam memang tampak dalam empat film yang dijadikan bahan kajian kali ini (The Hurt Locker, Zero Dark Thirty, Argo, dan Robocop). Namun, representasi pada unsur naratif ternyata memberikan definisi tentang wajah Islam yang berbeda dengan wajah Islam yang telah ada dan berkembang sebelumnya. Diperlukan kebijaksanaan dari para penonton untuk menyikapi suguhan film yang potensial menciptakan distorsi definisi seperti ini.
Penyuluhan Tentang Bermedia Sosial yang Baik Bagi Siswa MA Nurut Tauhid Lumajang Rio Febriannur Rachman; Salman Alfarisi; Muhammad Fahrur Rozi
Dedication : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/dedication.v4i2.363

Abstract

Keberadaan media sosial berbasis internet menjadi tantangan tersendiri bagi kehidupan manusia sehari-hari. Ia seakan pisau bermata dua, punya sisi positif dan negatif. Khususnya, bagi para pemuda yang merupakan generasi penerus bangsa. Pengabdian kepada masyarakat ini menjadikan para siswa, sebagai kelompok pemuda, di Madrasah Aliyah atau MA Nurut Tauhid sebagai sasaran. Pengabdian yang dilakukan berupa penyuluhan tentang bermedia sosial yang bijak. Metode yang dilakukan adalah memberi ceramah intensif tentang empat hal pokok terkait media sosial. Pertama, menggunakan media sosial secara cermat. Kedua, dampak positif media sosial. Ketiga, dampak negatif media sosial. Keempat, waspada kecanduan media sosial. Penyuluhan dilaksanakan empat hari berturut-turut kepada 30 siswa kelas IX, tiap hari 45 menit. Sehingga, para siswa tidak bosan dan mendapat materi secara efektif. Hasilnya, para siswa antusias menerima materi yang diberikan dan diskusi berjalan dengan baik. Harapannya, para siswa bias bermedia sosial secara bijak dan dapat menyebarkan wawasan tentang bagaimana bermedia sosial secara baik pada orang-orang di sekitar.
Dakwah Intraktif Kultural Emha Ainun Nadjib Rio Febriannur Rachman
Jurnal Spektrum Komunikasi Vol 6 No 2 (2018): Jurnal Spektrum Komunikasi
Publisher : LPPM Stikosa - AWS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37826/spektrum.v6i2.35

Abstract

Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun merupakan salah satu intelektual muslim Indonesia yang sudah menerbitkan buku-buku best seller maupun berceramah di banyak tempat di dalam maupun luar negeri. Metode dakwah yang dilakukan Cak Nun sukses membuatnya disukai banyak kalangan di masyarakat. Cak Nun menerapkan teknik komunikasi interaktif dan pendekatan kultural sehingga apa yang dia sampaikan bisa diterima oleh publik. Cak Nun membangun keakraban sehingga para pendengar merasa memiliki ikatan emosional dengannya. Aktifitas dakwah Cak Nun melalui forum Maiyah telah dilakukan selama bertahun-tahun dengan jumlah pendengar yang semakin berkembang. Materi ceramahnya menyentuh banyak topik dengan tidak meninggalkan muatan religiositas. Hingga saat ini, platform yang digunakan tidak hanya offline, namun juga diperkuat melalui website www.caknun.com yang terkoneksi dengan kanal youtube. Dokumentasi kegiatan dakwah tidak hanya dilakukan website resminya, namun juga oleh pihak-pihak lain yang merasa perlu menyimpan dan menyebarkan konten dakwah yang disampaikan melalui media sosial.
KEBIJAKAN SOSIAL PENANGGULANGAN NARKOBA DI SURABAYA DALAM PERSPEKTIF ISLAM: Social Policy Of Drug Control In Surabaya In Islamic Perspective Rio Febriannur Rachman
Fenomena Vol 18 No 2 (2019): FENOMENA: Journal of the Social Sciences
Publisher : LP2M UIN KH.Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v18i2.27

Abstract

Artikel ini membahas tentang program penanggulangan narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba) di Surabaya. Kebijakan sosial ini diimplementasikan oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sepanjang tahun 2019. Kegiatan-kegiatan yang ada di dalamnya adalah amanat dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2018 Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN) Tahun 2018-2019. Ada banyak kegiatan yang telah dilakukan, di antaranya, sosialisasi pencegahan narkoba dan tes urine bagi para pegawai atau petugas di lingkup Pemkot Surabaya dan siswa-siswi sekolah negeri maupun swasta. Tujuan dari program ini adalah mencegah atau mengurangi penyebaran dan penyalahgunaan narkoba di Surabaya, yang tergolong kota besar di Indonesia, sehingga menjadi salah satu primadona para bandar narkoba. Secara umum, selain diemban Pemerintah Kota Surabaya, tugas P4GN di Surabaya merupakan tugas kolektif seluruh instansi publik, termasuk kepolisian, Tentara Nasional Indonesia, dan Badan Narkotika Nasional Surabaya. Juga tugas segenap elemen masyarakat. Artikel ini membahas tentang bagaimana program penanggulangan narkoba ini dijalankan di masyarakat oleh Pemkot Surabaya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan melihat bagaimana implementasi kebijakan ini dilaksanakan. Pengumpulan data memakai teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan pembuatan kesimpulan. Teori yang dipakai adalah dasar-dasar kebijakan publik, yang dihubungkan dengan konsep pembangunan sosial berkelanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan konsep kemaslahatan umat yang digariskan ajaran Islam. Hasil dari studi ini menunjukkan, program penanggulangan narkoba Pemkot Surabaya memiliki kesesuaian dengan pembangunan sosial berkelanjutan dan semangat menumbuhkan kemaslahatan umat. This article discusses the narcotics and dangerous drugs countermeasures program in Surabaya. This social policy was implemented by the people's Welfare Section (Kesra) of the Surabaya City Government throughout 2019. The activities in it are mandated by Presidential Instruction (Inpres) number 6 of the 2018 National Action Plan for the Prevention and Eradication of abuse and illicit circulation of narcotics and Narcotics precursors (P4GN) in 2018-2019. Many activities have been carried out, including socialization of drug prevention and urine tests for employees or officers in the scope of the Surabaya city government and public and private school students. The purpose of this program is to prevent or reduce the spread and abuse of drugs in Surabaya, which is classified as a major city in Indonesia, so it has become one of the leading destinations for drug dealers. In general, in addition to being carried out by the Surabaya city government, the task of P4GN in Surabaya is the collective task of all public agencies, including the police, the Indonesian National Army, and the Surabaya National Narcotics Agency. Also, the study of all elements of society. This article discusses how the Drug Control program is run in the community by the Surabaya city government. The method used is descriptive qualitative by looking at how this policy is implemented—data collection using observation techniques, interviews, and documentation. Data analysis is done through data reduction, presentation, and conclusion making. The theory used is the basics of Public Policy, which is associated with the concept of sustainable social development of the United Nations (UN) and the concept of the benefit of the people outlined by the teachings of Islam. The results of this study indicate that the Surabaya city government's Drug Control program is sustainable social development and the spirit of growing the benefit of the people.