Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Dakwah Tiktok Da’i Milenial Qamariyah Ulfa; Rio Febriannur Rachman
Nusantara: Indonesian Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 1 (2022): (January) Islamic Studies
Publisher : CV. Murta Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (814.354 KB) | DOI: 10.54471/nusantara.v2i1.13

Abstract

Tiktok merupakan salah satu media sosial yang dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan dakwah secara virtual karena di tengah perkembangan zaman yang semakin canggih Islam harus mampu mengikuti perkembangan zaman, perekembangan umat dan serta budaya (etnografi) yang ada dalam dunia virtual harus dikemas dengan menarik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif etnografi virtual. Tujuannya, mendeskripsikan level-level analisis media siber pada akun tiktok @basyasman00, mulai dari dokumen media, objek media, pengalaman. Dalam penerapannya, pendekatan kualitatif deskriptif menggunakanPenekanan etnografi adalah pada studi keseluruhan budaya. Teknik pengumpulan data yang diambil meliputi penelitian di lapangan dengan analisis kualitatif. Untuk memperoleh data dan informasi yang akurat dalam penelitian lapangan, penulis melakukan teknik sebagai berikut: dokumentasi, wawancara, studi kepustakaan. Analisis data dijalankan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Adapun hasil dalam penelitian ini sebagai berikut: Dalam ruang media, Medium ini merupakan lokasi atau tempat budaya terjadi dan komunitas berinteraksi. Pada akun @basyasman00 medium yang digunakan adalah Tiktok. yang mempublikasikan video-video dakwah. Prosedur untuk membuat akun tiktok ada dua cara, melalui smartphone atau komputer. Dalam Level dokumen media digunakan untuk melihat bagaimana isi sebagai sebuah teks dan makna yang terkandung di dalamnya diproduksi dan disebarkan melalui internet. Pada akun @basyasman00 yang menjadi dokumen medianya adalah video. video dakwah yang disebarkan melalui akun tiktok @basyasman00 bersifat lebih mudah dipahami, dan lebih mudah diterima jika melihat pada situasi seperti sekarang ini dimana masyarakat sudah memasuki yang namanya masyarakat digital. Pada level ini objek media level ini data penelitian bisa berasal dari teks yang ada di media siber maupun konteks yang berada di sekitar teks tersebut. Dari beberapa gambar kolom komentar Followers akun akun tiktok @basyasman00 dapat dilihat bahwa banyak yang terpengaruh dan merasa sependapat dengan postingan akun tiktok @basyasman00 tersebut. Level pengalaman level ini peneliti bisa menghubungkan realitas yang terjadi di dunia virtual (online) dengan realitas yang ada di dunia nyata.
Religious Moderation in Islamic Films (Buya Hamka Volume 1 Semiotic Analysis) Siti Raudhotul Munawaroh; Rio Febriannur Rachman
Nusantara: Indonesian Journal of Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2024): (July) Indonesian Muslim Studies
Publisher : CV. Murta Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/nusantara.v4i2.67

Abstract

This study reveals the values ​​of religious moderation contained in the Islamic film Buya Hamka Volume 1 (hereinafter written as Buya Hamka), through Charles Sanders Pierce's semiotic analysis. The film Buya Hamka is a film that was released in 2023. This film tells the life story and thoughts of Buya Hamka, a prominent Islamic figure in Indonesia. The purpose of this study is to analyze the signs or symbols used in the film Buya Hamka to represent Islamic values ​​and religious moderation. In addition, this research aims to understand the messages that are intended to be conveyed to the audience about religious moderation. The theory used is religious moderation which was popularized by Masdar Hilmy, and also the concept of religious moderation was told by Abdul Aziz and Khoirul Anam in the book Moderasi Beragama Berlandaskan Nilai-Nilai Islam (Religious Moderation Based on Islamic Values). The method used in this study is qualitative with Charles Sanders Pierce's semiotic analysis approach. The conclusion of this study is: 1) the Buya Hamka film successfully represents religious moderation through the use of relevant signs or symbols; 2) The characters in the film show an attitude of deep understanding of religion and peaceful conflict resolution.