Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Journal of Innovative and Creativity

Penerapan Multimedia Video Iklan Sebagai Sarana Promosi Pada Waroenk Lima Kopi Tembilahan Aliful Wahidin Salam; Muhammad Jibril; Usman Usman
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3803

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media promosi dalam bentuk video iklan dengan konsep motion graphic dan typography guna meningkatkan digital branding Waroenk Lima Kopi Tembilahan. Permasalahan utama yang dihadapi adalah terbatasnya jangkauan promosi karena sebelumnya hanya mengandalkan unggahan gambar di media sosial. Penelitian ini menggunakan metode Multimedia Development Life Cycle (MDLC) yang terdiri dari enam tahapan, yaitu concept, design, material collecting, assembly, testing, dan distribution. Hasil penelitian berupa video promosi berdurasi 26 detik yang dipublikasikan melalui platform TikTok. Berdasarkan hasil pengujian, video iklan dinilai layak dengan persentase uji alfa sebesar 83,2% dan uji beta sebesar 86,6%. Hal ini membuktikan bahwa video iklan berbasis multimedia efektif digunakan sebagai sarana promosi, mampu menarik minat konsumen, serta memperluas jangkauan informasi bisnis.
Sistem Informasi Manajemen Kantor Desa Sungai Luar Berbasis Web Mohd Hafiz Dasuqi; Abdullah Abdullah; Usman Usman
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4284

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan Sistem Informasi Manajemen Kantor Desa Sungai Luar berbasis web yang berfungsi untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan transparansi pelayanan publik di tingkat desa. Permasalahan utama yang dihadapi oleh Desa Sungai Luar adalah proses administrasi dan penyampaian informasi yang masih dilakukan secara manual, sehingga menyebabkan keterlambatan pelayanan, duplikasi data, dan keterbatasan akses informasi bagi masyarakat. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini menggunakan metode pengembangan sistem Waterfall yang meliputi tahap analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Analisis kebutuhan dilakukan menggunakan pendekatan PIECES (Performance, Information, Economy, Control, Efficiency, Service) guna memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kebutuhan pengguna. Sistem dirancang menggunakan Unified Modeling Language (UML) dan dikembangkan dengan bahasa pemrograman PHP serta basis data MySQL. Tahap pengujian dilakukan dengan dua metode, yaitu Black Box Testing untuk menguji fungsionalitas sistem berdasarkan masukan dan keluaran, serta Usability Testing untuk menilai tingkat kemudahan penggunaan oleh pengguna. Hasil Black Box Testing menunjukkan bahwa seluruh fitur sistem, seperti login, pengaduan masyarakat, informasi desa, dan administrasi penduduk, berfungsi dengan baik tanpa kesalahan. Sementara itu, hasil Usability Testing memperoleh nilai sebesar 81,1% yang termasuk dalam kategori “Sangat Baik”, menunjukkan bahwa sistem mudah digunakan dan diterima oleh pengguna. Dengan demikian, sistem informasi ini dinilai layak diimplementasikan sebagai solusi digital untuk mendukung pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan desa yang transparan dan efisien..
Evaluasi Tingkat Kepuasan Pengguna Terhadap Website Erafone Menggunakan Metode Pieces Framework Resca Amelina; Usman Usman
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6320

Abstract

Perkembangan teknologi informasi yang pesat telah mengubah cara konsumen berbelanja, khususnya di sektor elektronik. Erafone, sebagai salah satu perusahaan retail elektronik terkemuka di Indonesia, memanfaatkan website sebagai platform utama untuk informasi produk dan transaksi online. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepuasan pengguna terhadap website Erafone menggunakan metode PIECES Framework. PIECES Framework terdiri dari enam variabel: Performance, Information, Economics, Control and Security, Efficiency, dan Service. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada 110 responden yang merupakan pengguna website Erafone. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diukur menggunakan skala Likert dan dianalisis menggunakan metode statistik deskriptif untuk menentukan tingkat kepuasan pada setiap variabel PIECES. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan website Erafone dari perspektif pengguna serta memberikan rekomendasi perbaikan berdasarkan analisis kepuasan pengguna terhadap enam dimensi PIECES Framework. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner online yang disebarkan kepada 110 responden yang terdiri dari pengguna website Erafone. Kuesioner berisi 30 item pernyataan yang mencakup enam variabel PIECES Framework. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif untuk menghitung skor rata-rata kepuasan pada setiap variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan kepuasan pengguna terhadap website Erafone berada dalam kategori puas dengan skor rata-rata 4,01. Variabel Performance mencapai skor rata-rata 4,02, Information sebesar 3,98, Economics sebesar 4,04, Control and Security sebesar 4,04, Efficiency sebesar 4,01, dan Service sebesar 3,96. Kepuasan tertinggi ditemukan pada aspek Economics dan Control and Security (keduanya 4,04), sedangkan area yang memerlukan perbaikan diidentifikasi pada variabel Service (3,96), terutama terkait kelengkapan FAQ dan informasi garansi. Berdasarkan analisis PIECES Framework, pengguna website Erafone dapat dikategorikan puas secara keseluruhan dengan skor 4,01. Namun, perbaikan diperlukan pada beberapa aspek, terutama peningkatan kualitas layanan pelanggan, konsistensi informasi produk, dan optimalisasi performa sistem untuk meningkatkan tingkat kepuasan pengguna
Analisis Kualitas Layanan Aplikasi ADINDA Menggunakan Metode E-GovQual terhadap Kepuasan Masyarakat Indragiri Hilir Mohd Fawwaz Ramadhan; Usman Usman
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7260

Abstract

Penerapan sistem layanan administrasi kependudukan berbasis digital merupakan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat. Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil telah mengembangkan Aplikasi ADINDA sebagai media pelayanan administrasi kependudukan secara daring. Seiring meningkatnya pemanfaatan aplikasi, diperlukan evaluasi untuk mengetahui sejauh mana kualitas layanan yang diberikan mampu memenuhi kebutuhan, harapan, dan kepuasan masyarakat sebagai pengguna. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas layanan Aplikasi ADINDA terhadap kepuasan masyarakat menggunakan metode E-GovQual yang mencakup enam dimensi: efficiency, trust, reliability, citizen support, content and appearance, dan ease of use. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 111 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan Aplikasi ADINDA memperoleh skor rata-rata keseluruhan 3,82 dengan kategori "Puas". Kepuasan masyarakat mencatat skor tertinggi sebesar 4,09, diikuti content and appearance (3,95), efficiency (3,88), citizen support (3,86), reliability (3,85), trust (3,77), dan ease of use sebagai skor terendah 3,36 kategori "Cukup Puas", menunjukkan masih adanya kendala dalam kemudahan penggunaan aplikasi terutama bagi masyarakat dengan literasi digital terbatas. Pengembangan di masa mendatang perlu difokuskan pada penyederhanaan antarmuka, peningkatan kejelasan informasi layanan, serta penguatan keamanan dan transparansi sistem guna meningkatkan kualitas layanan dan kepuasan masyarakat secara berkelanjutan.