Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Mentari

INTEGRASI UNIT USAHA SIMPAN PINJAM (USP) MILIK KOPERASI KE DALAM BANK KOPERASI (Analisis Potensi dan Penguatan Finansial Koperasi Menuju Kemandirian) Ishak Hasan
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 12, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai badan usaha, koperasi sampai dengan saat ini masih menghadapi berbagai persoalan yang mendasar, di antaranya belum adanya lembaga pendukung keuangan yang secara penuh dimiliki oleh koperasi. Selama ini kita mengenal ada lembaga yang ”berbau” koperasi, seperti Bank BUKOPIN. Akan tetapi, lembaga keuangan tersebut bukanlah milik koperasi secara penuh. Sungguhpun, pada awalnya bank tersebut digagas oleh gerakan koperasi, namun di dalam perjalanannya lembaga tersebut telah beralih ke tangan swasta. Dengan demikian, harapan bahwa koperasi memiliki lembaga keuangan guna mendukung aktivitas usahanya sendiri menjadi buyar di tengah jalan. Oleh karena itu, sudah saatnya dirintis kembali lembaga keuangan milik sendiri dengan cara mengintegrasikan usaha-usaha seperti unit usaha simpan-pinjam yang sudah ada menjadi Bank Koperasi. Apabila ini bisa dilakukan, maka posisi tawar koperasi di bidang finansial akan menjadi lebih kuat, dan marwah koperasi akan terjaga. Alasannya, apabila koperasi membutuhkan modal, dan berbagai pembiayaan, aktivitas transaksi, dan jasa keuangan lain akan lebih mudah memperolehnya secara bersama-sama dengan tanpa mengemis kepada pihak lain di luar koperasi, seperti swasta, dan negara. Keyword:  KSP, Lembaga Keuangan Koperasi.
ADAPTASI DAN FLEKSIBILITAS NILAI KOPERASI DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN GLOBAL Ishak Hasan
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 11, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai salah satu sektor atau pelaku ekonomi, koperasi didirikan dan dipacu di atas landasan nilai dan prinsipnya tersendiri. Berbeda dengan bentuk perusahaan non-koperasi. Dalam kenyataan koperasi sebagai pelaku ekonomi  sampai saat ini masih jauh tertinggal dari pelaku ekonomi lainnya. Hal ini tentu ada faktor yang menyebabkannya. Dari sekian banyak faktor yang diperkirakan menghambat kemajuan koperasi salah satunya adalah kekakuan nilai dan prinsip koperasi yang dianut serta diterapkan. Dalam menghadapi persaingan global, lingkungan ekonomi yang dihadapi suatu masyarakat sudah jauh berubah. Persaingan dalam memperoleh manfaat ekonomi semakin tajam. Berdasarkan itu, sudah saatnya koperasi perlu untuk mengadaptasi ulang nilai-nilai dan prinsipnya secara fleksibel, agar koperasi tidak tertinggal dengan bentuk badan usaha lainnya.  Kata Kunci:nilai dan prinsip koperasi, persaingan global.
APLIKASI DAN PENGUATAN NILAI ISLAMI DALAM PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN DI LEMBAGA PENDIDIKAN Ishak Hasan
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 10, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mata pelajaran kewirausahaan di perguruan tinggi saat ini semakin terasa penting untuk diajarkan. Hal ini mengingat kondisi kehidupan di masyarakat semakin bersaing ketat dalam memperoleh lapangan pekerjaan, sebab kalau dunia pendidikan tidak mampu membekali peserta didiknya dengan berbagai pengetahuan dan keahlian kewirausahaan maka alumninya akan semakin memperpanjang daftar penganggur baru di masyarakat. Selain itu pembelajaran kewirausahaan di lembaga pendidikan sejauh ini dirasakan masih miskin dengan aplikasi dan penguatan nilai-nilai Islami. Padahal begitu banyak sumber-sumber Islam, baik dalam Alquran, Al Hadist, maupun sumber-sumber Islam lainnya memberikan tuntunan dan dasar filosofis, normatif serta aksi yang kuat dalam berwirausaha. Alumni perguruan tinggi yang setiap tahunnya bertambah kalau tidak diimbangi oleh nilai nilai Islami yang kuat maka akan melahirkan generasi bangsa yang kurang santun dan kurang beretika dalam menjalani hidup dan berusaha di dalam masyarakat.  Kata kunci:   Pendidikan Kewirausahaan, Penguatan Nilai Islami dalam Pembelajaran Kewirausahaan
PROSPEK PEMBANGUNAN KAWASAN KOPERASI PERTANIAN TERPADU DI ACEH (Integrasi Semangat Kooperatif dalam Meningkatkan Kemandirian Produksi dan Ekspor Komoditas Pertanian) Ishak Hasan
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 11, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara nasional subsektor pertanian masih berjalan terpisah satu sama lain, termasuk juga dengan sektor-sektor lainnya. Kondisi ini juga  terjadi di Provinsi Aceh, padahal sektor ini memiliki potensi yang cukup besar apabila dikelola secara terintegratif dan bersifat kooperatif. Sektor pertanian yang terdiri dari subsektor pertanian tanaman pangan, perkebunan, peternakan, dan perikanan jika disatukan mulai dari kegiatan di hulu sampai ke hilir dalam wadah koperasi akan memiliki kekuatan yang besar dalam memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. Gagasan ini menjadi sangat penting di masa depan, mengingat persaingan global semakin ketat yang berakibat buruk pada kemampuan sektor pertanian berkompetisi dengan negara lain. Apabila semua subsektor pertanian ini berjalan secara terpadu maka nilai tambah menjadi meningkat. Di sisi lain ketidakmampuan sektor pertanian berorientasi ekspor juga menjadi masalah yang penting dalam menghadapi persaingan. Hal ini sangat penting karena sebagian besar rakyat kita bergantung hidup pada sektor ini. Koperasi memegang peranan penting dalam menyatukan kekuatan yang tercerai-berai tersebut sehingga memiliki bargaining positon yang kuat dalam menghadapi persaingan. Kawasan terpusat tersebut dapat direncanakan dalam bentuk pilot proyek sedemikian rupa agar sub sektor dimaksud terkait satu sama lain. Apabila gagasan ini dapat diwujudkan secara nyata di lapangan maka diperkirakan pendapatan masyarakat dapat meningkat dan dengan demikian kantong-kantong kemiskinan di Aceh dapat dientaskan dalam waktu yang tidak terlalu lama.   Kata kunci: koperasi pertanian terpadu, temanidirian sektor pertanian.