Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The feasibility of obstacle awareness forwarding scheme in a visible light communication vehicular network Lisa Kristiana; Arsyad Ramadhan Darlis; Irma Amelia Dewi
International Journal of Electrical and Computer Engineering (IJECE) Vol 10, No 6: December 2020
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijece.v10i6.pp6453-6460

Abstract

A vehicular-to-vehicular (V2V) communication is a part of a vehicular ad-hoc network (VANET) that emerges recently due to the heavy traffic environment. V2V is a frequently changing network since it implements vehicles as mobile nodes. The challenges in implementing V2V are the relatively short duration of possible communication and the uneven city environment caused by high rise buildings or other objects that distract the signal transmission. The limited transmitting duration between vehicles requires efficient coordination and communication. This work focuses on the utility of visible light communication in vehicular network (VLC-VN) in data transmitting and the obstacle awareness in the forwarding scheme based on our knowledge in previous researches. The result of evaluating the feasibility of VLC-VN forwarding in a freeway environment the transmission delay is lower than 1 second in 500 byte data transmission, however it reaches to only about 4% in throughput as a drawback.
Klasifikasi Support Vector Machine (SVM) Untuk Menentukan TingkatKemanisan Mangga Berdasarkan Fitur Warna Muhammad Ichwan; Irma Amelia Dewi; Zeni Muharom S
MIND (Multimedia Artificial Intelligent Networking Database) Journal Vol 3, No 2 (2018): MIND Journal
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/mindjournal.v3i2.16-23

Abstract

Dalam proses penentuan mutu atau tingkat kemanisan buah mangga cengkir di pasaran pada umumnya dilakukan dengan dengan dua cara yaitu menggunakan pakar-pakar untuk pemilihan / sortasi kemanisan mangga atau menggunakan metode destruktif dengan cara pengambilan sampel, uji coba kemanisan mangga tersebut seperti menggunakan Refractometer. Permasalahan yang terjadi pada kedua proses tersebut yaitu memiliki cost yang relative besar dan tidak menghasilkan mutu yang seragam karena sortasi tingkat kemanisan mangga oleh pakar bersifat subjektif dan kemungkinan terjadinya kesalahan pengamatan sangat. Support Vector Machine (SVM) diimplementasikan pada penelitian ini dan K-Nearest Neighbour (K-NN) sebagai metoda pembanding untuk klasifikasi citra warna buah mangga cengkir. Dalam penelitan ini perbandingan antara kedua metode tersebut dibandingkan dengan hasil output dari alat pengukur tingkat kemanisan yaitu refractometer sebanyak 24 objek pengujian dengan akurasi sebesar 83,3%. Sedangkan hasil yang diperoleh dari metode K-NN dengan k=7 adalah data valid 21 buah dari 24 buah, dan data tidak valid 3 buah dari 24 buah.
Desain dan Implementasi Kabin Cerdas Sebagai Alat Ukur Kesehatan Bagi Penyandang Disabilitas Tuna Netra dan Lanjut Usia Muhammad Ichwan; Irma Amelia Dewi; Dina Budhi Utami
Retii Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-11 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bagi penyandang disabilitas dan lanjut usia pemeriksaan kesehatan yang rutin perlu dilakukan untuk dapat mengontrol kesehatan, namun terkadang keterbatasan fisik yang dimiliki menjadi hambatan untuk melakukan pemeriksaan rutin ke pusat kesehatan seperti klinik, puskesmas, rumah sakit. Dari permasalahan tersebut dibutuhkan upaya pelayanan kesehatan bagi penyandang tuna netra dan lanjut usia agar dapat melakukan pemeriksaan kesehatan dengan meminimalisir keterlibatan operator/petugas kesehatan. Pengukuran kesehatan secara mandiri dimaksudkan karena sudah mulai tersedianya beberapa alat ukur kesehatan yang dijual secara portabel dengan dilengkapi petunjuk penggunaan dan indikator hasil pengukuran yang mudah untuk dipahami. Akan tetapi, hal ini sedikit menyulitkan bagi penyandang disabilitas tuna netra dan pasien lanjut usia karena secara umum peralatan yang diproduksi secara masal dan tersedia di pasaran saat ini menggunakan tampilan (display) dalam bentuk tulisan. Belum terintegrasinya beragam sensor pengukuran kesehatan pasien juga menjadi permasalahan karena menimbulkan kesulitan dan pengetahuan ketika menggantikan alat yang satu dengan yang lainnya. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan perancangan kabin cerdas sebagai alat ukur dengan memperhatikan visibilitas dan pengujian rancang bangun kabin cerdas bagi lansia dan tuna netra dengan focus pada interaksi manusia dan komputer bagi lansia dan tuna netra.Kata Kunci: kabin cerdas, pengukuran kesehatan, quantum magnetic resonance, e-health sensor