Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

F Price Fluctuations of Fresh Fruit Bunches of Oil Palm at the Loading Ramp in Janju Village, Tanah Grogot Subdistrict (Case Study Loading Ramp of Alam Tuah): Price Fluctuations of Fresh Fruit Bunches of Oil Palm Juraemi, Juraemi; Tetty Wijayanti; Apri Josua Ruhut Manurung
International Journal of Technology and Education Research Vol. 2 No. 04 (2024): October - December, International Journal of Technology and Education Research
Publisher : International journal of technology and education research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijeter.v2i04.1213

Abstract

The price of Fresh Fruit Bunches (FFB) of oil palm is the price given to farmers who sell their FFB to Palm Oil Processing Plants (POPP), middlemen, and loading ramps. Alam Tuah Loading Ramp is one of the marketing entities similar to middlemen. Alam Tuah Loading Ramp sets the price of oil palm FFB, and there is a phenomenon of price fluctuations. This study aims to address the phenomenon of price fluctuations at Alam Tuah Loading Ramp, specifically to determine the conformity of the prevailing FFB prices with those set by the government, the extent of price fluctuations, and the factors influencing the price determination of FFB at Alam Tuah Loading Ramp. The study was conducted at Alam Tuah Loading Ramp, Janju Tanah Grogot Village Subdistrict, from January to March 2024. This research is a qualitative descriptive study. Data and information were collected using questionnaires and interviews. The data were analyzed using coefficient of variation (CV) analysis to determine the extent of price fluctuations. The study reveals that the price of oil palm FFB at Alam Tuah Loading Ramp does not align with the government-set price and is lower than the government-determined price. The analysis results show that the price fluctuation of FFB at Alam Tuah Loading Ramp reached 35% in 2022, 11% in 2023, and 27% over the period from 2022 to 2023. There was a higher fluctuation in 2022 compared to 2023 at Alam Tuah Loading Ramp. The price of oil palm FFB at Alam Tuah Loading Ramp is determined based on the price of FFB at POPP CBSS, operational costs, and profit margins.
ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN USAHATANI SEMANGKA (Citrullus lanatus) DI DESA SIDOMULYO KECAMATAN ANGGANA KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Simanjuntak, Marthin Richard; Wijayanti, Tetty
Cannarium Vol 21, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cannarium.v21i1.6099

Abstract

Usaha tani semangka di Desa Sidomulyo memiliki potensi untuk dikembangkan karena lahan di desa tersebut masih luas. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal usahatani semangka; dan merumuskan dan menetapkan strategi dalam mengembangkan usahatani semangka di Desa Sidomulyo Kecamatan Anggana. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2022 - November 2022. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Metode pengambilan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara langsung terhadap responden dan studi kepustakaan. Data dianalisa menggunakan analisis SWOT. Faktor internal yang teridentifikasi adalah ketersediaan lahan yang memadai, tenaga kerja yang berasal dari dalam keluarga, kesuburan tanah, modal petani dan bibit unggul. Sedangkan faktor eksternalnya adalah permintaan pasar, tersedianya bibit unggul, ketersediaan teknologi, alih fungsi lahan dan harga semangka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan utama yaitu ketersediaan lahan yang sesuai untuk melakukan usahatani semangka dengan nilai 0.48. Alternatif strategi yang paling cocok adalah strategi SO (Kekuatan dan Peluang) terletak pada kuadran I, dengan skor 3.47. Strategi ini berarti menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang yang ada. Pengembangan usahatani semangka di Desa Sidomulyo dapat dilakukan dengan strategi alternatif berikut: memanfaatkan ketersediaan lahan yang subur dan memadai dengan tenaga kerja yang berasal dari dalam keluarga sehingga biaya pengeluaran tenaga kerja menjadi kecil;  menjalin kerja sama dengan pemerintah atau kelompok tani untuk pengembangan usahatani semangka; mengaplikasikan perencanaan usahatani yang tepat dan menggunakan benih yang berkualitas tinggi yang mudah didapat; dan menggunakan teknologi dengan maksimal untuk membantu proses budidaya semangka.Kata Kunci: Semangka, Usahatani, Strategi.
ANALISIS NILAI TAMBAH USAHA PENGOLAHAN IKAN TENGIRI DI KAMPUNG TALISAYAN KABUPATEN BERAU (STUDI KASUS UMKM CITA RASA) Wijayanti, Tetty; Balkis, Siti; Anwar, Nanda Aprilia
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 24, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v24i2.8582

Abstract

Analisis Nilai Tambah Usaha Pengolahan Ikan Tengiri Di Kampung Talisayan Kabupaten Berau (Studi Kasus Umkm Cita Rasa). Ikan tenggiri merupakan salah satu komoditas perikanan tangkap laut yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Namun perlu diketahui bahwa ikan tenggiri memiliki sifat yang mudah rusak atau busuk. Salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui proses diversifikasi produk pangan olahan yang dapat memberikan nilai tambah pada ikan tenggiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis besarnya biaya, penerimaan, pendapatan dan nilai tambah yang diperoleh dari usaha pengolahan ikan tenggiri pada UMKM Cita Rasa. Penelitian ini dilakukan di UMKM Cita Rasa Kampung Talisayan Kecamatan Talisayan Kabupaten Berau pada bulan  April-Juni 2024. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata biaya produksi kerupuk tenggiri sebesar Rp6.134.098,71 produksi-1 dan pengolahan pentol tenggiri sebesar Rp2.185.482,18 produksi-1. Pendapatan rata-rata kerupuk ikan tenggiri adalah Rp8.950.000 produksi-1 dan pentol ikan tenggiri adalah Rp3.000.000 produksi-1. Pendapatan rata-rata kerupuk ikan tenggiri adalah Rp2.815.901,29 produksi-1 dan pengolahan pentol ikan tenggiri adalah Rp814.517,82 produksi-1. Nilai tambah bersih rata-rata kerupuk ikan tenggiri sebesar Rp3.537.000 produksi-1 dan pentol ikan tenggiri sebesar Rp1.466.120 produksi-1, nilai tambah bersih rata-rata kerupuk ikan tenggiri sebesar Rp3.470.901 produksi-1 dan pentol ikan tenggiri sebesar Rp1.399.518 produksi-1, nilai tambah bersih rata-rata per kemasan kerupuk ikan ukuran 230 gr sebesar Rp3.913,27 kemasan-1, ukuran 400 gr sebesar Rp3.232,70 kemasan-1, dan ukuran 800 gr sebesar Rp3.062,56 kemasan-1. Nilai tambah bersih rata-rata per kemasan pentol ikan tenggiri sebesar Rp11.663 kemasan-1. Nilai tambah rata-rata bahan baku kerupuk ikan tenggiri sebesar Rp17.685 produksi-1 dan pentol ikan tenggiri sebesar Rp33.321 produksi-1. Nilai tambah rata-rata per tenaga kerja untuk kerupuk ikan kembung sebesar Rp147.375 produksi-1 dan pentol ikan kembung sebesar Rp183.265 produksi-1.
Analisis Hubungan Faktor Sosial Ekonomi Petani Terhadap Pengetahuan Budidaya Pertanian Organik Padi Sawah (Oryza sativa L.) di Kelurahan Makroman Kecamatan Sambutan Prabowo, Eko Setiawan; Wijayanti, Tetty; Saddaruddin, Saddaruddin
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 6 No 2 (2018): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid VI Nomor 2 Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v6i2.170

Abstract

Tingkat pengetahuan petani terhadap budidaya pertanian organik padi sawah dipengaruhi oleh faktor sosial ekonomi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui peran faktor sosial ekonomi petani terhadap pengetahuan budidaya pertanian organik padi sawah, mengetahui tingkat pengetahuan petani terhadap budidaya pertanian organik dan mengetahui apakah terdapat hubungan antara faktor sosial ekonomi petani terhadap pengetahuan budidaya pertanian organik padi sawah di Kelurahan Makroman Kecamatan Sambutan. Pengambilan sample menggunakan metode Proportionate Random Sampling dengan jumlah responden sebanyak 38 jiwa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor sosial ekonomi petani terhadap budidaya pertanian organik padi sawah dalam kategori kurang berperan dengan skor rata-rata 56,28 dan tingkat pengetahuan petani terhadap budidaya pertanian organik padi sawah dalam kategori tinggi dengan skor rata-rata 60,10. Dengan uji signifikan rank spearman menunjukkan bahwa hubungan antara faktor sosial ekonomi petani terhadap budidaya pertanian organik padi sawah adalah signifikan dengan nilai 0,892. Hasil uji signifikan menunjukkan nilai t hitung 11,819 > t tabel 0,219. Faktor sosial ekonomi petani terhadap budidaya pertanian organik padi sawah dalam kategori kurang berperan. Tingkat pengetahuan petani terhadap budidaya pertanian organik padi sawah dalam kategori tinggi. Terdapat hubungan antara faktor sosial ekonomi petani terhadap budidaya pertanian organik padi sawah.
Minat Mahasiswa Fakultas Pertanian Terhadap Informasi Pertanian (Studi Kasus di Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman) Sufianti, Sufianti; Wijayanti, Tetty; Mursidah, Mursidah
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 7 No 2 (2019): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid VII Nomor 2 Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v7i2.200

Abstract

Beragamnya kebutuhan informasi yang dibutuhkan petani, maka mahasiswa pertanian perlu mempersiapkan diri dengan terus meningkatkan pengetahuannya mengenai informasi pertanian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kebutuhan mahasiswa Fakultas Pertanian terhadap informasi seputar pertanian, seberapa besar kontak mahasiswa Fakultas Pertanian terhadap sumber informasi dan keaktifan mahasiswa Fakultas Pertanian dalam mencari informasi. Penelitian ini telah dilaksanakan selama dua bulan dimulai dari bulan September 2017 hingga bulan Oktober 2017 di Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah stratified proportional random sampling dengan jumlah responden adalah 95 mahasiswa. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Metode pengambilan data dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner. Analisis data menggunakan metode pengukuran skoring (skala Likert). Penelitian ini menunjukkan bahwa minat mahasiswa terhadap informasi pertanian (56,3) kategori kurang minat, kebutuhan mahasiswa terhadap informasi pertanian (21,2) kategori sangat butuh, kontak dengan sumber informasi (15) kategori kurang sering, dan keaktifan mencari informasi (20,1) kategori kurang aktif. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa Fakultas Pertanian kurang minat terhadap informasi pertanian, mahasiswa Fakultas Pertanian sangat membutuhkan informasi pertanian, mahasiswa Fakultas Pertanian kurang sering melakukan kontak dengan sumber informasi, dan mahasiswa Fakultas Pertanian kurang aktif dalam mencari informasi seputar pertanian.
Analisis Pendapatan Usahatani Padi (Oriza Sativa L.) Sawah di Sekitar dan Bukan Sekitar Tambang Batu Bara di Desa Kerta Buana Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Pamungkas, Tri A.S; Wijayanti, Tetty; Widuri, Nike
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid VIII Nomor 1 Juni 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v8i1.217

Abstract

Keberadaan tambang batu bara di sekitar lahan persawahan menimbulkan dampak negatif terhadap tingkat kesuburan lahan sawah, karena limbah tambang batu bara dapat meningkatkan keasaman lahan sawah sehingga diperlukan biaya untuk menetralkannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk megetahui pendapatan, penerimaan, keuntungan, perbandingan usahatani padi sawah di sekitar dan bukan sekitar tambang batubara di desa kerta buana. Penelitian ini dilaksanakan sejak bulan Mei hingga Juli 2019 di Desa Kerta Buana, Kecamatan Tenggarong Seberang. Metode penelitian dalam pengambilan sampel ini dengan menggunakan acak berstrata (stratified random sampling) dengan jumlah responden sebanyak 40, metode analisis data yang digunakan dengan perhitungan pendapatan dan untuk melakukan perbandingan pendapatan dengan analisis uji t. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata biaya produksi padi sawah di sekitar tambang sebesar Rp9.760.137,78 mt-1. Penerimaan rata-rata sebesar Rp13.417.800,00 mt-1. Pendapatan rata-rata yang diperoleh sebesar Rp3.657.662,22 mt-1. Rata-rata biaya produksi padi sawah bukan sekitar tambang sebesar Rp12.845.989,67 mt-1. Penerimaan rata-rata yang diperoleh sebesar Rp22.315.920,00 mt-1. Pendapatan rata-rata yang diperoleh sebesar Rp9.469.930,33 mt-1. Perbandingan pendapatan dengan uji-T usahatani padi sawah di sekitar dan bukan sekitar tambang batubara yaitu thitung sebesar 3,525 sedangkan t tabel (0,05) sebesar 2,024 maka t hitung> t tabel (3,525> 2,024) yang berarti bahwa hipotesis Ho ditolak dan hipotesis Ha diterima. Secara statistik dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pendapatan usahatani padi sawah sekitar tambang batubara dan usahatani padi sawah bukan sekitar tambang batubara.