Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

SIKAP PETANI DALAM MENERIMA MATERI DAN MEDIA PENYULUHAN PERTANIAN DI KELURAHAN SENGKOTEK KECAMATAN LOA JANAN ILIR KOTA SAMARINDA (Farmers Attitude in Accepting the Materials and Medias of Agricultural Extension in Sengkotek Urban Village Loa Janan Ilir Subcity Samarinda City) AMANDEKA SAPUTRA; TETTY WIJAYANTI; RABIATUL JANNAH
JURNAL AGRIBISNIS DAN KOMUNIKASI PERTANIAN (Journal of Agribusiness and Agricultural Communication) JAKP, Volume 2, Nomor 1, April 2019
Publisher : Universitas Mulawarman (University of Mulawarman)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jakp.2.1.2019.2117.45-52

Abstract

Materials and medias of extension are very important in the activities of agricultural extension. The purposes of this research were to know the attitude of farmers in accepting the extension materials and the attitude of farmers in accepting the extension medias.  This research was conducted from May to July 2017 in Sengkotek Urban Village, Loa Janan Ilir Subcity, Samarinda City. Total respondents as many as 32 respondents were determined by proportionate random sampling. The attitude of farmers in accepting the materials and medias of extension was measured by Likert scale. The results show the attitude of farmers to the extension materials is including the category of accept with an average score was 54.78. The attitude of farmers to extension medias is categorized to accept with an average score was 53.66. This can be seen from the attitude of farmers who accept with well language and easily to understand counselors who use the language and the material which presented in the extension activities in accordance with the needs of farmers. In addition, the materials presented in the extension activities already use appropriate medias such as print media (books, brochures, leaflets, and handouts) and audio-visual medias (radio, LCD, and television).
Evaluasi Kesesuaian Lahan Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) di Kampung Tanjung Perangat Kecamatan Sambaliung Kabupaten Berau Donny Dhonanto; Rabiatul Jannah; Arifannur Arifannur
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 3, No 2 (2021): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 3 Nomor 2 Februari 2021
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jatl.3.2.2021.4816.97-105

Abstract

Pertumbuhan penduduk di Indonesia yang terus meningkat hingga membuat kebutuhan terhadap pangan turut meningkat. Demimemenuhi kebutuhan penduduk Indonesia maka perlu dilakukan peningkatan produktivitas salah satunya dengan cara ekstensifikasi(perluasan lahan). Kegiatan ekstensifikasi dapat terlaksana dengan baik berdasarkan evaluasi kesesuaian lahan. Evaluasi kesesuaian lahanmerupakan kegiatan yang bertujuan mengetahui sesuai atau tidak sesuai suatu tanaman pada lahan yang akan dikembangkan. Salah satutempat yang dilakukan evaluasi kesesuaian lahan berada di Kampung Tanjung Perangat Kecamatan Sambaliung Kabupaten Berau untuktanaman bawang merah. Hal ini bertujuan untuk mengetahui sesuai atau tidak lahan yang ada di kampung tersebut untuk ditanamanibawang merah. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Sistem Informasi Geografi dan Kartografi Fakultas Pertanian UniversitasMulawarman. Kegiatan Penelitian dilakukan selama lima bulan dari bulan Agustus sampai bulan Desember tahun 2019.Penelitian ini, dalam pengolahan data serta perhitungan kesesuaian lahan menggunakan metode matching dan metode parametrik. Penelitimenentukan tiga lahan atau tiga area sebagai tempat penelitian di Kampung Tanjung Perangat. Selain itu dibutuhkan data iklim untukmendukung kegiatan evaluasi kesesuaian lahan yang didapatkan dari Stasiun Klimatologi Kalimarau Berau.Hasil penelitian dari hasil pengolahan serta perhitungan data dengan menggunakan metode matching dan metode parametrikmenunjukkan bahwa kondisi kelas kesesuaian lahan yang ada di Kampung Tanjung Perangat adalah tidak sesuai (N) secara aktual dansesuai marginal (S3) untuk lahan potensial.
Pemetaan Kualitas Tanah dengan Analisis Sistem Informasi Geografis di Kota Samarinda Rabiatul Jannah; Donny Dhonanto; Hirzi Fathul Hakim
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 4, No 1 (2021): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 4 Nomor 1 Agustus 2021
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jatl.4.1.2021.5797.%p

Abstract

Tanah merupakan salah satu dari sumberdaya alam yang berperan penting bagi kehidupan manusia terutama sebagai tempat kegiatan hidup. Pemanfaatan sumberdaya alam tersebut seringkali tidak disertai pemeliharaan, akibatnya lingkungan alam yang menopang kehidupan manusia menjadi rusak. Kualitas tanah adalah kapasitas tanah yang berfungsi mempertahankan fungsinya. Kualitas tanah yang semakin baik akan mendukung kerja fungsi tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memetakan status kualitas tanah di Kota Samarinda. Penelitian ini telah dimulai dari bulan Maret 2019 sampai Desember 2019 di Laboratorium Tanah dan Laboratorium Kartografi dan SIG Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif eksploratif yang pendekatan variabelnya dilakukan melalui survei lokasi penelitian dan didukung hasil analisis sifat fisik dan kimia tanah. Penentuan titik lokasi sampel tanah dilakukan dengan metode purposive random sampling mengikuti setiap satuan peta lahan (SPL) yang dibuat. Variabel dari SPL yang dibuat yaitu jenis tanah, penggunaan lahan, dan lereng. Sampel tanah dianalisis dengan parameter berat volume, tekstur, pH, porositas, N-total, P-tersedia, K-tersedia, C-organik dan kedalaman perakaran. Penentuan skor berkisar antara 0-1. Hasil analisis skoring dan fungsi tanah terpilih dijumlahkan untuk menentukan kriteria Indeks Kualitas Tanah (IKT). Hasil penelitian menunjukan terdapat 4 satuan peta lahan jenis tanah Inceptisols di Kota Samarinda. Terdapat satu satuan lahan yang memiliki kriteria kualitas tanah “baik” yaitu satuan peta lahan 2 dengan jenis tanah Aquic Dystrudepts (IKT = 0,61). Sedangkan ketiga satuan lahan lainnya memiliki kriteria kualitas tanah “sedang”, yaitu satuan peta lahan 1 dengan jenis tanah Typic Endoaquepts (IKT = 0,44), satuan peta lahan 3 dengan jenis tanah Typic Dystrudepts (IKT = 0,46), satuan peta lahan 4 dengan jenis tanah Oxic Dystrudepts (IKT = 0,52).
Perbaikan Beberapa Sifat Kimia pada Tanah Pasca Tambang Batubara dengan Pemberian Dosis Bokashi Kiapu (Pristia stationes L.) dan Krinyu (Choromolaena odorata L.) Muhammad Fahrul; Rabiatul Jannah; Patmawati Patmawati
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 2, No 1 (2019): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 2 No 1 Agustus 2019
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jatl.2.1.2019.2530.29-37

Abstract

The purpose of this study was to determine the nutrient content of bokashi fertilizers that matched the SNI compost quality standards and the best bokashi and chrysanthemum mixture dosages and the effect of increasing the best chemical status on post-coal mine soil. This research was conducted for two 2 months. The land for this research was taken from post-coal mine land in the Loa Bakung area, Samarinda. The place for conducting research is carried out on Jl. Jakarta Blok BN No 36. Loa Bakung, Samarinda. The method used in this study is descriptive and comparative. This research has 2 stages, namely the first stage of making bokashi kiapu and krinyu mixture and the second stage of the incubation process of post-coal mine soil with a treatment dose that is soil without bokashi, soil with a dose of bokashi 17.5 g polybags, 20 g polybags and 22.5 g polybags, each repeated 3 times. Then analyzed at the Soil Science Laboratory, Mulawarman University Faculty of Agriculture, with parameters pH, C/N ratio, C-organic, N, P, K. Bokashi analysis data based on 2004 SNI Compost Quality Standards and soil analysis data based on soil chemical review status which was developed by the Bogor Soil Research Center in 2009. The results of this study showed that the bokashi mixture of kiapu and krinyu had an effect on increasing soil chemical properties in post-coal mine land, the status of bokashi according to SNI, 22.5% organic C had not matched the quality standard, pH 8.87 not yet according to quality standards, N 1.86% according to quality standards, C/N 12.11 according to quality standards, P 0.98 ppm according to quality standards, and K 2.11 ppm according to quality standards. The best application is at a dose of 22.5 g polybags with a rise at week 4, namely pH 4.94 with acidic status, organic C 2.71% with moderate status, N 0.16% with low status, C/N ratio 16 , 08 with high status, P 31.85 ppm with high status, and K 120.41 ppm with very high status.