Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pengaruh Faktor Fundamental dan Good Corporate Governance terhadap Pertumbuhan Laba (Indeks Sri-Kehati) Samuel Theodore Hagiasu; Kartika Nuringsih
Jurnal Manajerial Dan Kewirausahaan Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmk.v5i2.23419

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor fundamental yaitu current ratio, debt to equity ratio, dan total asset turnover dan Good Corporate Governance (GCG) yaitu board of directors terhadap pertumbuhan laba menggunakan metode analisis regresi berganda. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 25 perusahaan yang terdaftar dalam Indeks Sri-Kehati. Indeks ini dibentuk oleh yayasan keanekaragaman hayati (Kehati) dengan mengutamakan prinsip-prinsip keberlanjutan (sustainability) dan tanggung jawab sosial. Terdapat 17 perusahaan yang dipilih sebagai sampel penelitian ini yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder dalam bentuk laporan tahunan dan financial statement perusahaan, yang diakses melalui situs bursa efek indonesia. Uji hipotesis dilakukan dengan uji-t dan uji-F. Hasil penelitian menunjukan bahwa current ratio berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan laba, debt to equity ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan laba, total asset turnover berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan laba, dan board of directorsberpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan laba. This study aims to analyze the influence of fundamental factors namely current ratio, debt to equity ratio, and total asset turnover and Good Corporate Governance (GCG) namely the Board of Directors on profit growth using multiple regression analysis methods. The population in this study consists of 25 companies listed in the Sri-Kehati Index. This index was formed by the biodiversity foundation (Kehati) by prioritizing the principles of sustainability and social responsibility. There were 17 companies selected as the sample for this study which were selected using a purposive sampling technique. The type of data used is secondary data in the form of annual reports and company’s financial statements, which are accessed through the Indonesian Stock Exchange website. Hypothesis testing is done by t-test and F-test. The results showed that the current ratio has a negative and not significant effect on profit growth, the debt to equity ratio has a positive and significant effect on profit growth, total asset turnover has a positive and significant effect on profit growth, and the board of directors has a negative and not significant effect on profit growth.
MENGAPRESIASI KREATIVITAS PEDAGANG JAMU MELALUI “JAMU ASEM BUDE SUM” Kartika Nuringsih
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v6i1.22761

Abstract

As an appreciation for the community of herbal medicine traders in Beji Timur Depok, an activity was carried out with partners namely Jamu Budhe Sum. To increase sales, it is done by adding one type of herbal drink, namely Jamu Asam. Partner problems are related to aspects of marketing management so that activities are carried out to understand consumer responses to Jamu Asam. Implementation method through mentoring to help partners understand consumer responses. In this activity, simple testimonials were carried out to customers about the properties/benefits, price, color and taste of the herbal drink. Unlike Jamu Kunyit Asam, Jamu Asam has a fresher and less concentrated taste with a dominant sweet and sour taste. The selling price is IDR 10,000 per bottle with a volume of 1/4 liter. Made twice a week and then stored in the freezer. This drink is fresher enjoyed in cold conditions so it is suitable for drinks during hot weather. The survey results of consumer opinion showed a positive response to the efficacy, taste, color and price. Consumers from the group of young women really like this herb. As with female consumers, men also like it so that it has the potential to increase production. Consumers respond positively to prices. However, in line with developments in economic conditions, it is necessary to determine the selling price correctly considering that raw material prices often increase, so traders need to adjust the selling price of their herbal medicine. As further appreciation, the involvement of the government together with other stakeholders is needed to pay attention to this community as an effort to maintain the sustainability of local wisdom in the form of drinking herbal medicine to improve fitness ABSTRAK Sebagai apresiasi kepada komunitas pedagang jamu di Beji Timur Depok, dilakukan kegiatan bersama mitra yaitu Jamu Budhe Sum. Untuk meningkatkan penjualan dilakukan dengan cara menambahkan satu jenis minuman jamu yaitu Jamu Asam. Masalah mitra berkaitan dengan aspek manajemen pemasaran sehingga dilakukan kegiatan untuk memahami respon konsumen pada Jamu Asam. Metode pelaksanaan melalui pendampingan untuk membantu mitra memahami tanggapan konsumen. Dalam kegiatan ini dilakukan testimoni sederhana kepada pelanggan tentang khasiat/manfaat, harga, warna dan rasa minuman jamu tersebut. Berbeda dengan Jamu Kunyit Asam, Jamu Asam memiliki rasa lebih segar dan tidak pekat dengan dominan rasa manis dan asam. Harga jual Rp.10.000,- per botol dengan volume 1/4 liter. Pembuatannya dua kali seminggu kemudian disimpan dalam frizer. Minuman ini lebih segar dinikmati dalam kondisi dingin sehingga sesuai untuk minuman saat cuaca panas terik. Hasil penjajakan pendapat konsumen menunjukan adanya respon positif terhadap khasiat, rasa, warna dan harga. Konsumen dari kelompok remaja putri sangat menyukai dengan jamu ini. Seperti halnya konsumen wanita, kaum pria juga menyukai sehingga berpotensi ditingkatkan produksinya. Konsumen memberi respon positif pada harga. Namun sejalan dengan perkembangan kondisi ekonomi perlu penentuan harga jual secara tepat mengingat sering terjadi peningkatan harga bahan baku sehingga pedagang perlu menyesuaikan harga jual jamunya. Sebagai apresiasi selanjutnya diperlukan keterlibatan pemerintah bersama dengan pemangku kepentingan lainnya agar turut memperhatikan komunitas ini sebagai upaya mempertahankan keberlanjutan kearifan lokal berupa tradisi minum jamu untuk meningkatkan kebugaran
“Ayo Menabung dan Ayo Berbagi”: bersama RA Toufiqurrahman di Beji Timur Depok Kartika Nuringsih; Edalmen Edalmen; Nuryasman MN; Velecia Apriana
SENADA : Semangat Nasional Dalam Mengabdi Vol. 1 No. 2 (2020): SENADA : Semangat Nasional Dalam Mengabdi
Publisher : Politeknik Bina Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56881/senada.v1i2.23

Abstract

Sejalan dengan situasi pandemik covid-19, kegiatan pengabdian masyarakat disesuaikan dengan situasi dan kondisi sekolah. Kegiatan dilakuan dengan mitra Raudhatul Athfal (RA) Toufiqurrahman di Beji Timur Depok. Pada awalnya direncanakan pengenalan profesi wirausaha kepada anak-anak. Tetapi adanya PSBB dan belajar dari rumah maka kegiatan edukasi diberikan dalam bentuk gambar cerita yang dikirim melalui whatsapp. Meskipun demikian masih ada satu skedul kegiatan yang dapat direalisasikan yaitu bakti sosial. Secara perwakilan anak-anak, orang tua, dan guru melakukan bakti sosial pada 20 April 2020. Semua siswa berpartisipasi menyumbangkan hasil tabungan untuk membantu fakir miskin dan yatim piatu. Ada satu momen yang menyentuh hati bahwasannya anak-anak rela tabungannya atau “celengan” dibuka untuk mendukung acara bakti sosial. Selanjutnya pada 12 Juli 2020 dilakukan acara bersama POMG untuk pelepasan anak-anak yang lulus dari jenjang taman kanak-kanak. Kontribusi yang diberikan berupa pesan–pesan hidup bersih, mengingatkan perilaku ramah lingkungan, jangan lupa berbagi dengan masyarakat dan rajin menabung. Berdasarkan pada hasil kegiatan pengabdian membuktikan tumbuhnya nilai sosial pada diri anak-anak di masa pandemik
Pengenalan Model Kewirausahaan Berkelanjutan pada Usaha Laundry di Beji Timur Depok Kartika Nuringsih; Edalmen Edalmen
SENADA : Semangat Nasional Dalam Mengabdi Vol. 2 No. 1 (2021): SENADA: Semangat Nasional Dalam Mengabdi
Publisher : Politeknik Bina Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56881/senada.v2i1.85

Abstract

Secara konseptual terdapat model kewirausahaan keberlanjutan dengan tujuan untuk membangun kesadaran wirausaha terhadap keseimbangan antara orientasi profit dengan sosial dan ekologi. Namun implementasi cenderung tidak mudah sehingga melalui kegiatan pengabdian membantu usaha Laundry Boy di Beji Timur Depok. Masalah mitra disebabkan karena efek pandemik. Diberlakukannya pembatasan sosial dan belajar/bekerja dari rumah menyebabkan konsumen potensial berkurang dratis. Hampir 90% mahasiswa belajar dari daerah asal sehingga segmen pasar semakin kecil. Aspek manajemen menjadi tantangan pelaku usaha sehingga perlu pengembangan segmen pasar dan pengetahuan bisnis secara berkelanjutan. Keduanya menjadi prioritas agar meningkatkan pengetahuan pelaku usaha serta informasi bagi pelanggan. Upaya merealisasikan solusi melalui pendampingan menarik pelanggan baru. Tidak lupa memberikan sosialisasi pro-lingkungan kepada konsumen dan pelaku usaha. Kegiatan dilaksanakan antara Maret-Mei 2021 dimana melalui rekayasa sosial membantu mendatangkan pelanggan meskipun belum optimal. Dengan menjaga konsistensi selama pendampingan diharapkan membantu mitra membangun usaha secara berkelanjutan.