Zahra Zahra
Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Ta'lim

Hakikat Evaluasi Pendidikan Makna Kata Fatana Dalam Al-Qur’an Perspektif Tafsir Tarbawi zahra zahra
Ta'lim Vol 5, No 1 (2023): METODE PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/ta'lim.v5i1.1287

Abstract

Kedudukan Evaluasi pendidikan sangat strategis dikatakan demikian karena dalam Al-Qur’an banyak memuat ayat-ayat yang berhubungan dengan evaluasi pendidikan. Adapun istilah evaluasi dalam Al-Qur’an antara lain, Al-Hisab, Al-hafiddh, Tazkirah, Al-Fitnah, Bala’, Al-Inba’ Al-Wazn, danAt-Takdir. Namun dalam penelitian ini penulis akan membahas Al-Fitnah, (aftana) artinya diserang, memalingkan, menguji. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Library Research Adapun Fungsi evaluasi yaitu; mengetahui tercapai tidaknya tujuan instruksional secara komprehensif, sebagai umpan balik, mengukur keberhasilan proses belajar mengajar Sedangkan evaluasi Allah SWT hakikatnya juga bersifat mendidik hamba-Nya agar sadar terhadap fungsinya sebagai hamba-Nya, menghambakan diri hanya kepada-Nya.. Adapun hasil penelitian bahwa kata “Aftana sebanyak 81 ayat dalam 34 Surah di dalam Al-Qur’an. Setelah mengkaji dari Al-Qur’an dan beberapa tafsir, Kemenag, Al-Misbah,Ibnu kasir Berkaitan dengan pemaparan penulis terdapat banyak surah, ayat yang menjelaskankan hakikat evaluasi diantaranya Q.S Al-Ankabut Ayat 2-3. Ujian yang Allah timpakan bagi orang beriman adalah sarana pendidikan Allah bagi mereka. dalam pandangan manusia ujian adalah sarana untuk memberikan balasan yang setimpal, seandainya tidak teruji seorang hamba dengan benar maka akan muncul ketidak adilan dalam hal pembalasan. Ujian yang Allah berikan memiliki beberapa tujaun diantaranya: 1. Menghapuskan kesalahan, 2.Mengangkat derajat 3. Sarana pendidikan, 4. Membersihkan barisan orang-orang beriman 5. Menjadikan sebagai sebuah keteladanan.