Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Stress Kerja pada Perawat Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Mustakim Mustakim; Eka Luthfi Nur Andini; Intan Rosenanda Sofiany
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 17. No. 2. Tahun 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.17.2.2022.48-56

Abstract

Background: Nurses are one of the professions with a high level of work stress. The 2018 Indonesian National Nurses Association survey showed 50.9% of nurses in Indonesia experienced work stress. Objective: This study aims to determine the factors associated with work stress on nurses at the inpatient installation of the Jakarta National Brain Center Hospital in 2021. Method: This study is a quantitative correlational study with a cross-sectional design. The population in this study were all nurses in the inpatient installation of the National Brain Center Hospital. Sampling was done by non-probability sampling with accidental sampling technique and obtained 56 respondents. Result: As many as 39.3% of respondents who experience work stress in the severe category. The results of bivariate analysis showed that there was a significant relationship between age (P=0.036), marital status (P=0.017), physical environment (P=0.023) and social support (P=0.004) with the incidence of work stress. However, there was no significant relationship between gender (P=0.132), tenure (P=0.458), interpersonal conflict (P=0.631), workload (P=0.968), shift work (P=0.072) and activities outside of work. (P=0.068) on work stress. Conclusion: Agencies should provide workloads that are in accordance with the abilities and competencies of workers while still paying attention to workers' rights in order to prevent work stress on nurses.
Literasi Gizi Seimbang di Masa Pandemi Covid-19 Melalui Aplikasi WhatsApp Mizna Sabilla; Mustakim Mustakim
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 1 No 1 (2021): JAMSI - September 2021
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.333 KB) | DOI: 10.54082/jamsi.57

Abstract

Penambahan jumlah kasus baru COVID-19 di Indonesia masih terjadi hingga saat ini. Masyarakat terus dihimbau untuk menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penularan. Kota Depok menjadi Kota dengan jumlah kasus aktif tertinggi di pulau Jawa. Karang Taruna Kelurahan Kedaung turut aktif dalam kegiatan sosial selama pandemi COVID-19, seperti pembagian masker dan bantuan bagi warga terdampak wabah. Faktor gizi turut menjadi salah satu upaya yang juga harus diperhatikan di masa pandemi ini. Untuk itu dilakukan literasi gizi seimbang melalui aplikasi WhatsApp kepada seluruh anggota Karang Taruna dengan tujuan meningkatkan pengetahuan serta sebagai bekal para anggota Karang Taruna dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang di masa pandemi. Diperoleh peningkatan pengetahuan mengenai gizi seimbang yang ditunjukan dengan hasil skor post-test yang lebih tinggi dari skor pre-tesit. Dengan demikian, literasi gizi melalui WhatsApp berhasil meningkatkan pengetahuan remaja.
Gambaran Persepsi Pasien Terhadap Implementasi Pelayanan Kesehatan selama masa Pandemik COVID-19 di Wilayah Kota Depok Tahun 2020 Alma Malika Idris; Mustakim Mustakim; Fini Fajrini; Noor Latifah
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 9, No 4 (2020): Volume 9 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v9i4.3212

Abstract

Coronavirus Diseases 2019 (COVID-19) adalah penyakit jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Virus penyebab COVID-19 dinamakan Sars-CoV-2. Kasus COVID-19 di Indonesia hingga tanggal 30 April 2020 mencapai 10.118 kasus dengan kematian mencapai 792 jiwa. Provinsi kasus COVID-19 tertinggi yaitu DKI Jakarta mencapai 4.175 kasus dengan kematian 371 jiwa. Kota Depok merupakan kota dengan pasien COVID-19 pertama di Indonesia dan tren perkembangan infeksi COVID-19 di Kota Depok perhari terus meningkat, hingga tanggal 10 May 2020 terkonfirmasi mencapai 426 kasus dan kematian mencapai 24 jiwa. Penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional dengan jumlah responden dalam penelitian yaitu 107 sampel. Metode pegambilan data menggunakan kuesioner melalui sebaran angket dalam bentuk google form. Hasil Penelitian didapatkan bahwa sebagian besar responden yaitu 52,3% memiliki persepsi bahwa implementasi pengendalian teknis di pelayanan kesehatan sudah sesuai, sebagian besar responden, yaitu 63,6% memiliki persespi bahwa implementasi pengendalian administratif di pelayanan kesehatan sudah sesuai, dan 55,1% memiliki persepsi sudah sesuai terhadap implementasi APD di pelayanan kesehatan. Bagi pelayanan kesehatan diharapkan dapat melaksanakan program pencegahan dan pengendalian infeksi secara konsisten sesuai dengan pedoman dan dilakukan evaluasi secara berkelanjutan.
Faktor Risiko Kejadian Stunting pada Balita di Negara Berkembang Qurratu Falmuariat; Thresya Febrianti; Mustakim Mustakim
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 11 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v11i2.758

Abstract

Introduction; Stunting in toddlers is one of the nutritional problems in the world, especially in developing countries. As many as 21.3% or around 144 million toddlers in the world are stunted, more than half of the world's stunted toddlers are from Asia, and more than two-fifths live in Africa. Stunting is a serious threat to the existence of children as the next generation of a nation. Purpose; This study analyzed the risk factors associated with the incidence of stunting in toddlers in developing countries using a systematic literature review and meta-analysis. Method; Literature search using online journal portals namely ProQuest, PubMed, and Garuda. The journal used in this study is a journal with a maximum reputation of Q2 and sinta 2, in the period 2010-2020, with a cross-sectional and case-control study design. Results; Based on the search results, seven kinds of literature were obtained, and conducted by systematic literature review was. Conclusion; The results of the meta-analysis of risk factors related to the incidence of stunting in toddlers in developing countries are birth weight and exclusive breastfeeding
Education on the dangers of smoking for students of SMP PGRI 1 Ciputat Mustakim Mustakim; Mizna Sabilla
Community Empowerment Vol 7 No 7 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.34 KB) | DOI: 10.31603/ce.6173

Abstract

Smoking is one of the risky behaviors of adolescents. Various kinds of impacts, especially non-communicable diseases such as stroke, cancer, coronary heart disease, and others can be caused by smoking. This impact is not only for active smokers but also for passive smokers, some of whom do not know the dangers of smoking. The purpose of this service is to provide education regarding the dangers of smoking from an early age and in this case the target is junior high school students. The method used in this service activity is an online discussion using the Whatsup application or better known as kulwap. The activity consisted of filling out the pre-test, delivering the material, and discussing and post-testing. From the results of education, it was found that participants had increased knowledge about smoking and its dangers to health. This is expected to be one of the efforts to prevent adolescents from smoking behavior.
Gambaran Pengetahuan Perilaku Merokok di Masa Pandemi COVID-19 pada Kalangan Remaja Laki-Laki di Wilayah Jabodetabek Tahun 2020 Putri Dwi Ardiyanti; Septia Harzani; Syifa Aulia Rahmah; Zalfa Maharani Putri; Zalma Nur Khadijah Putri; Mustakim Mustakim
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 1, No 2 (2020): JURNAL ILMU KESEHATAN INDONESIA (JIKSI)
Publisher : Univeristas Mitra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut WHO, Indonesia merupakan negara ketiga dengan jumlah perokok terbesar di dunia setelah Cina dan India. Merokok dapat menyebabkan seorang perokok mengalami Covid-19 yang berat dan 58% penderita Covid-19 di China adalah laki-laki yang merupakan perokok aktif. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif, titik populasi pada penelitian ini adalah remaja laki-laki berusia 15-24 tahun yang tinggal di Jabodetabek dengan menggunakan teknik accidental sampling. Terdapat hasil sebanyak 90,2% responden dalam penelitian ini merokok pada usia 11-19 Tahun dan termasuk dalam kategori ringan. Disarankan kepada para remaja untuk mengelola stress dengan baik guna terbangunnya motivasi untuk berhenti merokok.Kata Kunci : Remaja, Merokok, Covid-19, Laki-laki
Gambaran Pengetahuan dan Perilaku Merokok di Kota Tangerang Selatan Tahun 2020 Mustakim; Thresya Febrianti
J-Mestahat Vol 1 No 1 (2021): Jurnal Semesta Sehat (J-Mestahat)
Publisher : Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia Kota Tangerang Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.112 KB) | DOI: 10.58185/j-mestahat.v1i1.73

Abstract

Masyarakat Indonesia menganggap perilaku merokok sebagai kebiasaan yang sangat umum. Prevalensi merokok di Negara Indonesia sangat tinggi di setiap laipasan masyarakat, terutama pada laki-laki baik anak-anak, remaja dan dewasa. Hampir 80% perokok mulai merokok saat usianya kurang dari 19 tahun. Umumnya orang mulai merokok sejak muda dan juga tidak mngetahui risiko bahaya aditif pada rokok. Kebiasaan merokok membunuh hampir 5 juta orang dan diprediksi 10 juta orang akan meninggal pertahunnya pada tahun 2020 dengan 70% kasus terjadi di negara berkembang seperti Indonesia. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran dan perilaku merokok di Kota Tangerang Selatan. Jumlah sample yang didapat sebanyak 65 orang, teknik sampling yang digunakan adalah total purposive sampling. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang perokok berusia di atas 20 tahun dan berjenis kelamin laki- laki. Sementara berdasarkan perilakunya, perbedaan proporsi yang menonjol sebagian besar responden dipengaruhi oleh temannya untuk merokok. Sementara berdasarkan pengetahuan justru sebagian besar responden 61 (93.8%) menyatakan bahwa mereka tahu akan bahaya rokok.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Stres Kerja pada Perawat Mustakim Mustakim; Rafni Asnita Putri
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 01 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i01.1840

Abstract

Stres kerja pada perawat akan selalu mengalami peningkatan dan akan menjadi trend yang tidak akan bisa diabaikan karena berkaitan erat dengan keselamatan perawat dan pasien. Angka kasus stres kerja setiap tahunnya selalu mengalami peningkatan yang disebabkan oleh beberapa faktor. Studi ini bertujuan untuk mengetahui faktor faktor yang berhubungan dengan stres kerja pada perawat di Rumah Sakit Permata Pamulang. Studi ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Sampel yang diambil sebanyak 90 perawat dengan menggunakan teknik total sampling. Hasil studi menunjukkan adanya hubungan antara beban kerja dengan stres kerja (P-value = 0,001). Sedangkan variabel lainnya tidak berhubungan yaitu jenis kelamin (P-value = 0,688), status pernikahan (P-value = 0,949), tingkat pendidikan (P-value = 0,573), usia (P-value = 0,257), masa kerja (P-value = 0,702), shift kerja (P-value = 0,433) dan hubungan interpersonal (P-value = 0,240). Diharapkan rumah sakit mampu untuk meningkatakan lingkungan kerja yang nyaman dan melakukan analisis untuk beban kerja pada setiap ruangan.
Penerapan Higiene Sanitasi Makanan Jajanan pada Kantin di Kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta Tahun 2021 Indah Nofita; Mustakim mustakim
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 22, No 1 (2023): VISIKES
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/visikes.v22i1Supp.5900

Abstract

Kantin atau warung merupakan tempat makan yang menjual makanan dan minuman. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Banten keracunan makanan  yang terjadi di Tangerang Banten pada tahun 2018 terdapat 184 orang. Penelitian terkait higiene sanitasi makanan jajanan yang dilakukan oleh (Rusman Efendi 2017) di Kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta pada tahun 2017 menunjukkan bahwa kantin dengan kriteria kurang baik sanitasi sebesar 62.7% dan kriteria higiene buruk sebesar 60.8%, serta berdasarkan studi pendahuluan ditemukan bahwa penjamah tidak mencuci tangan sebelum dan sesudah memegang makanan, penjamah tidak menggunakan celemek dan penutup kepala serta penjamah tidak menggunakan penjepit atau sarung tangan saat menangani makanan.. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran penerapan higiene sanitasi makanan jajanan pada kantin atau warung jajan di Sekitar Kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta tahun  2021. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan metode observasi dan wawancara menggunakan alat ukur lembar ceklist. Hasil menunjukkan bahwa higiene penjamah makanan tidak memenuhi syarat (19.55%), sanitasi peralatan tidak memenuhi syarat (13.12%), sanitasi penyajian tidak memenuhi syarat (22.25%), sarana penjaja tidak memenuhi syarat (5%) dan sentra pedagang (37.08%). Maka dapat disimpulkan penerapan higiene sanitasi makanan jajanan pada kantin atau warung jajan di Sekitar Kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta tahun 2021 tidak memenuhi syarat higiene sanitasi sebaiknya dilakukan pemantauan dan pengawasan kepada kantin atau warung jajan di Sekitar Kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta.Kata kunci : Higiene Sanitasi, Makanan Jajanan, Permenkes/942/Menkes/SK/VII/2003
Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Higiene dan Sanitasi di Kantin Universitas Muhammadiyah Jakarta Rusman Efendi; Andriyani Andriyani; Mustakim Mustakim
Jurnal Kesehatan Indonesia Vol 8 No 3 (2018): Juli
Publisher : HB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In Indonesia health environment is still one of health problem nowadays. According to study from Yunus et al 38.7% food handlers at The Padang restaurant in Manado and Bitung has not good criteria in personal hygiene, 35,4% place for food processing is not good, and 51.6% have unmet water supply requirement. This study aims to find know factors are related to hygiene and sanitation at University of Muhammadiyah Jakarta (UMJ) canteen. This study was observational study used a cross-sectional design to determine the relationship between knowledge, availability facilities and infrastructure of sanitation hygiene with hygiene and sanitation at cafeteria of the University of Muhammadiyah Jakarta. Subjects in this study were whole canteen and food handlers in UMJ. Study carried out in December 2016. The data were analyzed univariat and bivariate. The results of the study found that canteen with poor criteria in sanitation is 62.7%, and poor hygiene criteria is 60.8%. Variable that indicates a significant relationship are infrastructure, knowledge and education. But all variables showed no association with hygiene variable. Variable that shows no relation to sanitation is the duration of work.There is a significant relationship between infrastructure, knowledge and education to sanitation canteen, in the University of Muhammadiyah Jakarta.