Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Analisis Teacher Talk dan Student Talk dalam Bahasa Banjar pada Interaksi Pembelajaran Bahasa Inggris Vivi Aulia; Kuzairi Kuzairi
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 5, No 2 (2020): Volume 5 Nomor 2, Mei 2020
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.398 KB) | DOI: 10.28926/briliant.v5i2.452

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kategori teacher talk dan student talk dalam bahasa Banjar pada interaksi pembelajaran bahasa Inggris berdasarkan Foreign Language Interaction Analysis (FLINT). Penelitian dilakukan pada satu kali pembelajaran bahasa Inggris kelas X SMAN 13 Banjarmasin. Penelitian ini berjenis deskriptif kualitatif dengan melakukan observasi dan perekaman interaksi guru dan siswa dalam bahasa Banjar selama proses pembelajaran bahasa Inggris sebagai teknik pengumpulan data. Data disajikan dalam bentuk deskripsi dialog interaksi antara guru dan siswa. Data penelitian dianalisis dengan mereduksi data, mengelompokkan teacher talk dan student talk yang nampak sesuai dengan kategori FLINT, serta menyimpulkan hasil kategori interaksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kategori teacher talk menggunakan bahasa Banjar yang nampak adalah deals with feelings, asks questions, gives information, serta gives directions. Sementara itu, student talk yang terlihat adalah kategori student-initiated response saja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan bahasa ibu dalam interaksi pembelajaran bahasa Inggris dapat dilakukan berdasarkan kebutuhan siswa.
Aktivasi ‘COVID’ di dalam kelas: Penguatan Interaksi Pembelajaran Selama dan Pasca Pandemi Kuzairi Kuzairi
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 3 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.712 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i3.4584

Abstract

Satu hal yang berkurang bahkan bisa jadi hilang dalam pembelajaran selama pandemi adalah interaksi. Hadirnya kebijakan pembelajaran jarak jauh membuat interaksi menjadi berubah dari yang semula bisa terlaksanan dalam satu tempat atau ruangan kelas menjadi sebuah interaksi melalui penggunaan media perantara baik itu secara synchronous maupun asynchronous. Artikel ini bertujuan untuk menyajikan tentang bagaimana menguatkan interaksi pembelajaran selama dan pasca pandemi melalui aktivasi COVID (Competence, Outcome, Variety, Interaction, Delight). Kajian kepustakaan merupakan metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini dengan tahapan penggalian teori dan konsep tentang interaksi pembelajaran serta hasil analisis pemikiran yang berkaitan dengan situasi dan kondisi terkini dalam pelaksanaan kegiatan belajar dan mengajar selama pandemi. Penguatan Interaksi pembelajaran dapat dilakukan dengan memberikan penekanan pada kompetensi yang spesifik dan jelas, memberikan luaran yang bisa terukur dan dicapai oleh siswa, penggunaan materi, media, kegiatan belajar yang bervariasi, dan memperhatikan kenyamanan dengan juga mempertimbangkan tentang biaya dan keamanan selama pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Selain itu, hasil interaksi bisa terlihat dari terbentuknya Classroom Energy dalam kelas melalui persiapan dan kepercayaan diri yang mantap, keyakinan dan pandangan yang postif terhadap kemampuan peserta didik, serta merasa nyaman dan menikmati setiap kegiatan pembelajaran yang dilakukan.
Keterampilan Berpikir Kritis Mahasiswa dalam Menulis Esai Vivi Aulia; Kuzairi Kuzairi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2021): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v6i3.220

Abstract

Keterampilan berpikir kritis menjadi salah satu keterampilan yang mutlak dimiliki oleh mahasiswa di jenjang perguruan tinggi. Keterampilan ini memberikan kontribusi dalam hal menuangkan ide-ide baru, mengkritisi ide-ide tersebut, serta memperluas informasi dan pengetahuan. Salah satu bentuk implementasi berpikir kritis pada tingkat perguruan tinggi adalah mahasiswa diberikan mata kuliah menulis (writing) sebagai salah satu mata kuliah keterampilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris STKIP PGRI Banjarmasin angkatan 2019 dalam  mengaplikasikan berpikir kritis pada penulisan esai. Sebanyak 20 orang mahasiswa diberikan tugas untuk menuangkan ide-ide kritis pada esai yang ditulisnya. Data penelitian digali dengan melihat esai yang dihasilkan mahasiswa yang selanjutnya dinilai dengan mengadaptasi rubrik penilaian Illinois Critical Thinking Essay Test. Terdapat empat komponen berpikir kritis pada rubrik ini yang diadaptasi untuk menilai hasil esai mahasiswa yaitu komponen focus, supporting reasons, reasoning, dan organization. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan, keterampilan berpikir kritis mahasiswa dalam menulis esai pada keempat komponen tersebut masih sangat kurang. Hanya 2 dari 20 orang mahasiswa yang menampilkan keterampilan berpikir kritis pada esai yang ditulisnya di komponen focus dan supporting reasons, 4 orang mahasiswa menampilkan keterampilan berpikir kritis pada komponen reasoning, serta 1 orang mahasiswa menampilkan keterampilan berpikir kritis pada komponen organization. Mayoritas mahasiswa masih belum mampu mengimplementasikan berpikir kritis dalam menulis esai. Kurangnya referensi, informasi, dan wawasan mahasiswa dalam menggali serta mengeskplorasi ide esai yang ditulis perlu ditingkatkan sehingga dapat menghasilkan esai yang baik dan informatif.
PELATIHAN PENGGUNAAN BAHASA INGGRIS UNTUK PARIWISATA (ENGLISH FOR TOURISM) BAGI SISWA SMKN 4 BANJARMASIN Vivi Aulia; Hidya Maulida; Kuzairi Kuzairi; Imam Hendra Saputra
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 1, No 1 (2017): Oktober
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.569 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v1i1.78

Abstract

This article is a report of Community Service Program aiming at giving understanding and learning experience to the second grade students at SMKN 4 Banjarmasin in using English for tourism. The object of this program is 30 students of Tourism major. One day training program is carried out in form of practicing directly, doing the demonstration, simulation, and role play in the group. Furthermore, there are four topics to discuss as the material of this program, such as: using some expressions, information, and communication in English under tourism aspect. Generally, this program is well done. The students show their enthusiasm and demonstrate the activity successfully. There are still mistakes they have done in using grammar and pronouncing some English words. However, they show their best efforts running with the material given. Besides that, the majority of them are unfamiliar with the specific terms used in English for tourism so that they need to be guided in understanding the meaning of it. At the end of this program, the students are expected to have a learning experience and have the mastery to communicate using foreign language in the future. It will become essential knowledge to challenge in the job market globally.Keywords: Training, English, and tourism ABSTRAKArtikel ini merupakan hasil dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengalaman belajar kepada siswa-siswi kelas XI Program Keahlian Usaha Perjalanan Wisata yang ada di SMKN 4 Banjarmasin dalam menggunakan Bahasa Inggris untuk pariwisata. Peserta kegiatan ini berjumlah 30 orang siswa. Kegiatan dilaksanakan dalam jangka waktu 1 hari dengan metode praktik secara langsung, demonstrasi, simulasi, dan bermain peran secara berkelompok. Sebanyak empat materi disajikan mengenai beberapa ungkapan, informasi, dan praktik komunikasi dalam Bahasa Inggris yang umum dan lazim digunakan dalam bidang pariwisata. Secara keseluruhan, kegiatan ini berjalan dengan baik. Siswa mampu mengikuti dan menampilkan demonstrasi secara langsung terkait materi yang diberikan. Walaupun masih terjadi banyak kesalahan dalam hal tata bahasa (grammar) dan pengucapan (pronunciation) Bahasa Inggris, siswa mampu menunjukkan usaha untuk memahami materi. Akan tetapi, mayoritas siswa masih belum familiar dengan kosakata-kosakata Bahasa Inggris tertentu dan spesifik berkaitan dengan kepariwisataan, sehingga perlu pendampingan untuk mengenal jenis kosakata-kosakata tersebut. Di akhir kegiatan, siswa diharapkan mendapatkan pengalaman belajar yang akan menjadi salah satu modal bagi mereka untuk ikut bersaing di dunia kerja yang secara global menuntut kecakapan berkomunikasi dalam bahasa asing.Kata Kunci: Pelatihan, Bahasa Inggris, pariwisata
Keterampilan Berpikir Kritis Mahasiswa dalam Menulis Esai Vivi Aulia; Kuzairi Kuzairi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2021): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v6i3.220

Abstract

Keterampilan berpikir kritis menjadi salah satu keterampilan yang mutlak dimiliki oleh mahasiswa di jenjang perguruan tinggi. Keterampilan ini memberikan kontribusi dalam hal menuangkan ide-ide baru, mengkritisi ide-ide tersebut, serta memperluas informasi dan pengetahuan. Salah satu bentuk implementasi berpikir kritis pada tingkat perguruan tinggi adalah mahasiswa diberikan mata kuliah menulis (writing) sebagai salah satu mata kuliah keterampilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris STKIP PGRI Banjarmasin angkatan 2019 dalam  mengaplikasikan berpikir kritis pada penulisan esai. Sebanyak 20 orang mahasiswa diberikan tugas untuk menuangkan ide-ide kritis pada esai yang ditulisnya. Data penelitian digali dengan melihat esai yang dihasilkan mahasiswa yang selanjutnya dinilai dengan mengadaptasi rubrik penilaian Illinois Critical Thinking Essay Test. Terdapat empat komponen berpikir kritis pada rubrik ini yang diadaptasi untuk menilai hasil esai mahasiswa yaitu komponen focus, supporting reasons, reasoning, dan organization. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan, keterampilan berpikir kritis mahasiswa dalam menulis esai pada keempat komponen tersebut masih sangat kurang. Hanya 2 dari 20 orang mahasiswa yang menampilkan keterampilan berpikir kritis pada esai yang ditulisnya di komponen focus dan supporting reasons, 4 orang mahasiswa menampilkan keterampilan berpikir kritis pada komponen reasoning, serta 1 orang mahasiswa menampilkan keterampilan berpikir kritis pada komponen organization. Mayoritas mahasiswa masih belum mampu mengimplementasikan berpikir kritis dalam menulis esai. Kurangnya referensi, informasi, dan wawasan mahasiswa dalam menggali serta mengeskplorasi ide esai yang ditulis perlu ditingkatkan sehingga dapat menghasilkan esai yang baik dan informatif.
UNSUR BUDAYA MASYARAKAT BANJAR DALAM KUMPULAN CERPEN “MAMBUR DATANGLAH KE TUBUH BALIAN” (PENDEKATAN ANTROPOLOGI) Kuzairi; Ida Komalasari
STILISTIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 8 No 1 (2023): Stilistika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/sti.v8i1.2167

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang unsur budaya masyarakat Banjar dari kumpulan cerpen “Mambur, Datanglah ke Tubuh Balian”. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mendeskripsikan unsur budaya yang berhubungan dengan penggunaan bahasa Banjar, (2) mendeskripsikan unsur budaya yang berhubungan dengan sistem mata pencaharian, (3) mendeskripsikan unsur budaya yang berhubungan dengan sistem religi, (4) mendeskripsikan unsur budaya yang berhubungan dengan sistem teknologi dalam kumpulan cerpen “Mambur, Datanglah ke Tubuh Balian”. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan antropologis yang menganalisis berbagai hal yang berhubungan dengan kebudayaan manusia dalam masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi teks dan teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya unsur budaya yang berhubungan dengan bahasa yakni, bahasa Banjar yang meliputi: bamamang, balian, gelang biyang, langgatan, batutulung, batandik, patikaman, tikar purun dan taguh. (2) ditemukan unsur budaya berkaitan dengan sistem mata pencaharian yaitu: (a) penari, (b) pelaut, (c) kelasi, (d) wartawati majalah, (e) bos redaksi majalah, (f) pendayung perahu, (f) pemandu wisata, (g) penulis novel, (h) pedagang buah-buahan dan penjual soto banjar, (i) guru kuntau. Selanjutnya, (3) ditemukan unsur budaya berkaitan dengan sistem religi yaitu, (a) keyakinan yang meliputi, berdoa pada Dewata, bamamang, dan fardu kipayah. (b) kepercayaan yang meliputi: kuyang, nasib sial, lingkar merah di leher, minyak penyembuh, dan ilmu taguh. (c) paranormal yang meliputi: balian, dan tetua adat. (d) adat-istiadat yang meliputi: batutulung, dan sesajian orang meninggal. (4) sistem teknologi yaitu, (a) bangunan yang meliputi: balai, rumah, dan warung terapung. (b) makanan yang meliputi: secangkir kopi, dan soto banjar. (c) alat transportasi yang meliputi: perahu.
Self-Reflection for English Teachers’ Pedagogical Development Kuzairi; Welly Kuswanto; Agung Is Hardiyana Febry; Ali Wafa
EDUCAFL: Journal on Education of English as Foreign Language Vol. 7 No. 2 (2024): EDUCAFL
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.educafl.2024.007.02.02

Abstract

Reflection is a crucial part of teaching quality improvement. Teachers can learn a lot from what they did in the classroom dealing with their instructional activities. It indicates that qualified teachers are those who can evaluate and take meaningful reflection from their teaching experiences. This paper aims to expose the importance of self-reflection for English teachers’ pedagogical development as well as to describe how they carry out this one of the professional development activities to improve their instructions. A survey on investigating the professional development activities was conducted for 30 certified Senior High school English teachers as the technique in collecting the data. In addition, descriptive qualitative design was applied to present the findings of this study. The results show that among the 10 professional development activities that were proposed, Self-reflection was the highest choice with 73.17% of participants indicating that they commonly did it for their professional development. They had Self-Reflection by just asking the students to write comments or suggestions, requesting their students to answer some questions or give opinion on the teaching and learning process. Another simplest way was that teachers imagined on what they had done during the teaching and learning process and they made notes as references to develop their teaching performances. Another way of reflection is through recording the teaching and learning process. Regarding the results, it is recommended to regularly apply self-reflection as one of the essential professional development activities particularly in developing English teachers’ pedagogy
Learning English Through Islamic Historical Content Kuzairi
Adabuna : Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Vol 2 No 1 (2022): December
Publisher : Program Pascasarjana Institut Agama Islam (IAI) Darullughah Wadda'wah Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38073/adabuna.v2i1.910

Abstract

This study aims to describe the implementation of Content-based Instruction (CBI) for learning English. it was applied to facilitate students in learning English by providing them as much as language exposure on the content of a subject related to their major in Islamic education. The content deals with an Islamic history on the Hijrah of the Prophet Muhammad (pbuh). The activities were carried out in 3 major stages. The earlier activities were the vocabulary building and grammatical focus on the use of simple past tense. The second section was learning receptive and productive English skill activities covered reading comprehension, practices on speed reading and reading aloud as well as writing summary. At last, this instruction also revealed and discussed the moral values found in the passage about the Hijrah of the Prophet Muhammad (pbuh).
Beyond the classroom: a phenomenological inquiry into the challenges of English language learning for non-ELT students at UII DALWA Kuzairi, Kuzairi
Jurnal Langua Vol 8 No 1 (2025): Langua: Journal of Linguistics, Literature, and Language Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, ISDIK Kie Raha Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17270435

Abstract

This study investigates the challenges of English learning faced by non-ELT students at Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda'wah (UII DALWA). Situated in a unique trilingual environment dominated by Arabic and Indonesian, these students encounter distinct barriers. Through unstructured interviews with 20 participants from various non-ELT programs, the research identifies and categorizes these challenges into four main areas. The findings indicate that Linguistic-Cognitive Difficulties, such as limited vocabulary, grammar anxiety, and pronunciation issues, are the most prevalent challenges. These are closely followed by Affective-Psychological Barriers, including anxiety and fear of making mistakes. Furthermore, Socio-Cultural and Motivational Factors, such as perceiving English as irrelevant to Islamic identity, and Contextual-Environmental Constraints, like limited exposure and practice opportunities, significantly hinder proficiency. The study concludes that these challenges are deeply interconnected, creating a cyclical barrier to language acquisition. It recommends developing tailored pedagogical strategies that integrate Islamic content to boost motivation and address the specific needs of this student population, suggesting avenues for further research into effective interventions.