Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Penguasaan Materi Matematika Sekolah Menengah terhadap Efikasi Diri Mahasiswa Afifah Nur Aini
Prosiding SI MaNIs (Seminar Nasional Integrasi Matematika dan Nilai-Nilai Islami) Vol 4 No 1 (2022): Prosiding SI MaNIs (Seminar Nasional Integrasi Matematika dan Nilai Islami)
Publisher : Mathematics Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efikasi diri artinya keyakinan seseorang atas kemampuan dirinya ketika menyelesaikan suatu tugas sampai meraih tujuan yang diharapkan. Mahasiswa Tadris Matematika diharapkan mampu menguasai matematika sekolah sebagai salah satu indikator kompetensi profesional, sehingga berimplikasi pada efikasi diri untuk menjadi guru. Dengan demikian, akan terselenggara pembelajaran sesuai tujuan instruksional. Penelitian ini dilakukan pada 29 orang mahasiswa Prodi Tadris Matematika. Tahap pertama, diberikan tes berisi materi matematika sekolah menengah dan dilanjutkan dengan pemberian angket efikasi diri. Hal ini bertujuan untuk mendeskripsikan penguasaan materi dan pengaruhnya terhadap efikasi diri mahasiswa. Dari analisis hasil tes, didapatkan bahwa rerata skor sebesar 76. Sedangkan hasil analisis angket menunjukkan bahwa rerata efikasi diri mahasiswa sebesar 3,93. Artinya, mahasiswa calon guru merasa yakin menguasai materi dan menyelenggarakan pembelajaran matematika serta menjadi guru matematika yang baik. Hasil analisis kuantitatif memperlihatkan hasil bahwa penguasaan materi matematika sekolah menengah tidak berpengaruh signifikan terhadap efikasi diri mahasiswa.
PENGEMBANGAN POTENSI WISATA GUNUNG GEDEG DI DESA BARUREJO MELALUI PENDEKATAN ASSET BASED COMMUNITY DEVELOPMENT Afifah Nur Aini; Azza Nazilah; Ninda Risdavianing Putri
Jurnal Al Basirah Vol. 3 No. 1 (2023): Al Basirah
Publisher : LPPM STAIMAS WONOGIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58326/jab.v3i1.51

Abstract

Desa Barurejo sedang gencar menggalakkan wisata untuk memacu pertumbuhan ekonomi. Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dengan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD). Kegiatan diselesaikan dengan lima tahap: discovery, dream, design, define, dan destiny. Tahap discovery menunjukkan potensi Sumber Daya Alam (SDA) Gunung Gedeg sebagai aset yang dapat diberdayakan. Menawarkan panorama alam yang menawan dan jalur pendakian yang menantang, pemberdayaan Gunung Gedeg belum dilakukan secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa (dream). Pemberdayaan dilakukan dengan melengkapi sarana dan prasarana bagi pengunjung Gunung Gedeg. Kegiatan yang dirancang yaitu membuat plakat penunjuk arah di tiap persimpangan pada jalur pendakian bagi pengunjung yang akan mendaki hingga puncak. Plakat penunjuk arah dibuat dengan memanfaatkan limbah kerajinan kayu dan mebel (define). Hasil dari pemasangan ini kemudian didokumentasikan menjadi video pendek yang diunggah pada laman media sosial untuk memperluas jangkauan promosi destinasi wisata Gunung Gedeg (destiny).
Miskonsepsi Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Ditinjau dari Gaya Berpikir Gregorc Mega Arofatul Jannah; Afifah Nur Aini
JUMAT: Jurnal Matematika Vol. 2 No. 1 (2024): JUMAT, Juni 2024
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Fattahul Muluk Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53491/jumat.v2i1.774

Abstract

One of the reasons for the low mathematical problem-solving ability is students’ misconceptions. Therefore, it is important to identify it. Misconceptions are defined as misunderstandings of concepts due to initial understanding or errors in linking between concepts. Misconceptions can be influenced by thinking style. Thinking style is a way of organizing and managing the information obtained. Gregorc classifies thinking styles into Concrete Sequential, Abstract Sequential, Concrete Random, and Abstract Random. This research aims to identify student misconceptions in terms of thinking style and held in the odd semester of the 2022/2023 academic year. The research was qualitative and descriptive, with 21 students in class VIII A of SMP Negeri 3 Rambipuji. The instruments used were a thinking-style questionnaire, diagnostic test, and interview guide. At the initial stage, a questionnaire was given to determine their thinking style. Then each student was selected to take the test. The test results are analyzed based on misconception indicators. Data were analyzed referring to Miles and Huberman's stages: data reduction, data presentation, and conclusion. The research results showed that students with Concrete Sequential, Concrete Random, and Abstract Random thinking styles experienced all three types of misconceptions, while Abstract Sequential only experienced classificational and theoretical misconceptions.