Mega Arofatul Jannah
UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan dan Pengolahan Limbah Kotoran Sapi Menjadi Pupuk Organik dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Desa Buwek Abd Halim Asis; Indah Nur Hafifah; Inggit Ima Wati; Lailatul Anisa P; Masruroh Zain; Mega Arofatul Jannah; M.Fiqgra Ilham A; Moh. Faisol; Muhamad Zainaul Arifin; Nadia Dwi Fatmawati; Nurul Aini; Putri Ayu Amalia; Sofyana Ilmi Alif; Qoriatus Sa'diyah
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom Vol. 2 No. 2 (2022): Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
Publisher : LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ngarsa.v2i2.307

Abstract

Pemanfaatan dan pengolahan limbah kotoran menjadi pupuk organik bertujuan untuk menghasilkan suatu produk olahan yang memiliki nilai tambah dibandingkan dengan sebelum dilakukan pengolahan. Pengolahan limbah sapi ini dilatarbelakangi dengan kurangnya kesadaran masyarakat Desa Buwek tentang pengolahan limbah sapi dan manfaatnya bagi tanah kering. Alternatif solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut dengan pemanfaatan dan pemanfaatan limbah sapi pupuk. Tujuan dari program ini adalah dapat memanfaatkan limbah sapi sehingga dapat digunakan sebagai pupuk organik, sebagai media tanam polybag atau pawon urip karena kondisi tanah Desa Buwek termasuk tanah kering dan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat Desa Buwek. Metode yang digunakan adalah proses menjelajahi area sasaran yakni Desa Buwek, kemudian dilanjutkan dengan observasi dan wawancara langsung antara kami dari KKN posko 85 Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember dengan masyarakat. Setelah kami melakukan penyuluhan kepada masyarakat bersama Unit Dinas Pertanian Unit Pelaksana Teknis Balai Penyuluhan Pertanian (UPT-BPP) Kecamatan Randuagung, mengatur jadwal penyuluhan, kemudian melakukan penyuluhan tentang pemanfaatan dan pengolahan limbah sapi menjadi pupuk organik. Hasil dari program pemberdayaan masyarakat ini adalah masyarakat Desa Buwek dapat mengembangkan program pembuatan pupuk organik dari limbah pertanian dan memanfaatkan pupuk organik sebagai media tanam untuk membuat pawon urip atau polybag sebagai upaya berkelanjutan dari program pengembangan.
Miskonsepsi Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Ditinjau dari Gaya Berpikir Gregorc Mega Arofatul Jannah; Afifah Nur Aini
JUMAT: Jurnal Matematika Vol. 2 No. 1 (2024): JUMAT, Juni 2024
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Fattahul Muluk Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53491/jumat.v2i1.774

Abstract

One of the reasons for the low mathematical problem-solving ability is students’ misconceptions. Therefore, it is important to identify it. Misconceptions are defined as misunderstandings of concepts due to initial understanding or errors in linking between concepts. Misconceptions can be influenced by thinking style. Thinking style is a way of organizing and managing the information obtained. Gregorc classifies thinking styles into Concrete Sequential, Abstract Sequential, Concrete Random, and Abstract Random. This research aims to identify student misconceptions in terms of thinking style and held in the odd semester of the 2022/2023 academic year. The research was qualitative and descriptive, with 21 students in class VIII A of SMP Negeri 3 Rambipuji. The instruments used were a thinking-style questionnaire, diagnostic test, and interview guide. At the initial stage, a questionnaire was given to determine their thinking style. Then each student was selected to take the test. The test results are analyzed based on misconception indicators. Data were analyzed referring to Miles and Huberman's stages: data reduction, data presentation, and conclusion. The research results showed that students with Concrete Sequential, Concrete Random, and Abstract Random thinking styles experienced all three types of misconceptions, while Abstract Sequential only experienced classificational and theoretical misconceptions.