Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Ekspresi Protein HPV16 E6/18 E6 dan Protein P53 pada Adenokarsinoma Serviks Rahmi Alia; Gondo Mastutik; Faroek Hoesin
Majalah Patologi Indonesia Vol. 25 No. 1, Januari 2016
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Anatomik Indonesia (PDSPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang Kejadian kanker serviks di Indonesia masih tinggi, 90% kanker serviks jenis sel skuamosa disebabkan Human Papillomavirus (HPV), dan selain itu infeksi HPV juga menimbulkan adenokarsinoma serviks. Protein Early 6 (E6) HPV memicu karsinogenesis. E6 mengikat protein 53 (p53) wild type dan mendegradasinya. Inaktivasi p53 menyebabkan gangguan mekanisme pengaturan apoptosis. E6 juga merusak DNA menimbulkan p53 mutan. Di sisi lain adenokarsinoma serviks dapat berkembang menjadi tumor berdiferensiasi baik, diferensiasi sedang, dan diferensiasi buruk. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada perbedaan antara ekspresi E6 dan p53 pada adenokarsinoma serviks berdiferensiasi baik, diferensiasi sedang, dan diferensiasi buruk, serta menganalisa korelasi antara ekspresi E6 dan p53pada adenokarsinoma leher rahim. Metode Rancangan penelitian menggunakan cross sectional. Sampel dibagi adenokarsinoma serviks diferensiasi baik, sedang, dan buruk, yang telah didiagnosis di Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya periode Januari-Desember 2013. Sampel dilakukan pulasan immunohistokimia dengan antibody monoklonal HPV E6 dan p53. Perbedaan ekspresi HPV E6 dan p53 pada adenokarsinoma serviks dianalisa menggunakan Kruskall-Wallis. Hubungan antara ekspresi HPV E6 dan p53 pada adenokarsinoma serviks dianalisa menggunakan Spearman. Hasil Tidak didapatkan perbedaan ekspresi HPV E6 maupun ekpresi p53 pada derajat adenokarsinoma serviks (p=0,626). Terdapat hubungan yang bermakna antara HPV E6 dan p53 pada adenokarsinoma serviks (rs=0,429, p=0,018). Kesimpulan Terdapat hubungan antara ekspresi HPV E6 dengan p53 pada adenokarsinoma serviks. Peningkatan ekspresi HPV E6 seiring dengan peningkatan ekspresi p53. Tidak terdapat perbedaan ekspresi HPV E6 dan p53 pada derajat adenokarsinoma serviks. Kata kunci: adenokarsinoma serviks, E6, HPV16, p53.
Analisis Ekspresi Vascular Endothelial Growth Factor (VEGF) dan Kepadatan Mikrovaskuler pada Invasive Breast Carcinoma of No Special Type Grade 3 dengan Metastasis Kelenjar Getah Bening Aksila Maria Niasari; Faroek Hoesin
Majalah Patologi Indonesia Vol. 25 No. 1, Januari 2016
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Anatomik Indonesia (PDSPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang Karsinoma payudara adalah keganasan paling sering pada wanita di seluruh dunia. Jenis histologik tersering adalah invasive carcinoma of no special type (invasive carcinoma NST). Metastasis kelenjar getah bening merupakan faktor prognostik yang bermakna. Proses metastasis melibatkan angiogenesis dengan VEGF sebagai faktor pertumbuhan yang penting. Kepadatan mikrovaskuler merupakan penghitungan kuantitatif terhadap pembuluh darah kapiler intra tumoral yang mencerminkan hasil proses angiogenesis. Peran VEGF dan kepadatan mikrovaskuler pada mekanisme proses angiogenesis potensial diterapkan pada terapi antiangiogenesis pada karsinoma payudara. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis ekspresiVEGF dan kepadatan mikrovaskuler pada invasive carcinoma NST grade 3 dengan metastasis kelenjar getah bening aksila. Metode Studi cross sectional dengan sampel yang terdiri atas 9 sampel masing-masing pada kelompok N0, N1, N2, and N3 yang didiagnosis invasive carcinoma NST selama periode Januari sampai Desember 2012 di Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya. Dilakukan pulasan imunohistokimia dengan antibodi monoklonal VEGF dan CD31. Ekspresi VEGF dinyatakan secara semikuantitatif dalam skor 0, 1, 2, dan 3. Kepadatan mikrovaskuler merupakan rata-rata pembuluh darah kapiler yang terpulas positif dengan CD31 pada 5 lapangan pandang besar. Perbedaan ekspresi dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis, Mann-Whitney, dan Anova. Korelasi antara variabel dianalisis dengan uji statistik Spearman. Hasil Terdapat perbedaan yang bermakna pada ekspresi VEGF antara N0 dan N1 (p=0,015), N0 dan N2 (p=0,031), dan N0 dan N3 (p=0,017). Terdapat korelasi antara ekspresi VEGF dengan metastasis kelenjar getah bening aksila (r=0,455, p=0,005, p