Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Journal of The Civil Engineering Student

Model Hubungan Pertukaran Waktu dan Biaya pada Pekerjaan Rangka Atap di Kabupaten Pidie Rita Zahara; Nurul Malahayati; Fachrurrazi Fachrurrazi
Journal of The Civil Engineering Student Vol 2, No 2 (2020): Volume 2, Nomor 2, Agustus 2020
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

At the time of construction work, things that can lead to the outcome of the project, such as building, design and giving birth to mobilization. To overcome the necessary acceleration of construction projects. This study examines a large number of additional acceleration costs per day, aimed at creating Time Cost Trade off (TCTO) models in Pidie District. The time trade cost off model will be developed from questionnaire distribution data to directors, managers, project estimators domiciled in Pidie District. In addition to questionnaires, this study also uses secondary data that is cost budget plan (RAB) obtained from respondents. The analysis used in this research is simple linear regression analysis. The resulting model for lightweight steel roof truss work is c = 35.170.497,87-640.612,35d with and duration of accident (Dc) is 4 days. Therefore, the maximum acceleration that can be made is 6 days (60% of the normal duration) and the maximum additional charge of 9.33% of the normal cost with an additional cost per day (slope) is 2.33% of the normal cost.
Model Hubungan Pertukaran Waktu dan Biaya pada Rangka Plafon di Kabupaten Aceh Barat Daya rahmi maulina rahayu; Fachrurrazi Fachrurrazi; Febriyanti Maulina
Journal of The Civil Engineering Student Vol 2, No 2 (2020): Volume 2, Nomor 2, Agustus 2020
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Competition in the construction services business cannot be avoided, this is certainly a challenge for service providers, especially contractors. The contractor must use the right competitive strategy so that the company can survive in the business field. One strategy that can be done is to accelerate the project. This study examines how much additional costs due to acceleration per day. This study aims to create a model of the exchange relationship between time and cost on the ceiling frame work in the Southwest Aceh District. The model was developed from questionnaire data and secondary data obtained through directors, managers, company estimators domiciled in Southwest Aceh District. The analysis used for the development of the model is regression analysis. The ceiling frame work model is c = 117,037,315,49 - 2,678,101.83d. The parameters of the exchange relationship model between time and cost on ceiling frame work are normal duration (Dn) 10 days, crash duration (Dc) 6 days, maximum acceleration that can be done 4 days (40% of normal duration) and additional costs per day Rp. 2727. 488 (2.93% of normal costs).
Model Time-Cost Trade Off untuk Pekerjaan Kolom Utama di Kabupaten Aceh Selatan Isra Isra; Saiful Husin; Fachrurrazi Fachrurrazi
Journal of The Civil Engineering Student Vol 1, No 3 (2019): Volume 1, Nomor 3, Desember 2019
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada pelaksanaan proyek konstruksi kadang kala kontraktor sering melakukan percepatan penyelesaian proyek. Salah satu alasan kontraktor mempercepat pelaksanaan proyek adalah karena adanya permintaan secara khusus dari pihak owner. Percepatan dilakukan dengan tetap memperhatikan faktor biaya sehingga dilakukan dengan biaya paling minimum. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan time-cost trade-off (TCTO) pada pekerjaan kolom utama di Kabupaten Aceh Selatan. Model TCTO akan dikembangkan dari data penyebaran kuisioner langsung kepada direktur, manajer, estimator proyek yang berdomisili di Kabupaten Aceh Selatan. Selain kuisioner, penelitian ini juga menggunakan data sekunder yaitu rencana anggaran biaya (RAB) yang diperoleh dari responden. Analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa regresi linear sederhana. Model TCTO yang dihasilkan untuk masing-masing pekerjaan adalah pekerjaan pengecoran kolom utama: C = 93.145.319,13 – 2.322.866,34D dan pada pekerjaan pembesian kolom utama: C = 83.811.240,95 – 1.700.177,42D dengan D berkisar dari 10 sampai 4 hari. Pekerjaan bekisting kolom utama: C = 181.963.494,91 – 4.638.756,24D dengan D berkisar dari 10 sampai 3 hari.Dari hasil analisis data menunjukkan bahwa menurut 50 responden yang diteliti, percepatan durasi mengakibatkan terjadinya peningkatan biaya pelaksanaan pekerjaan secara linear.
Model Hubungan Waktu dan Biaya untuk Pekerjaan Pasangan Dinding Bata di Kabupaten Bireuen Dina Fadhilah; Fachrurrazi Fachrurrazi; Buraida Buraida
Journal of The Civil Engineering Student Vol 1, No 3 (2019): Volume 1, Nomor 3, Desember 2019
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada proyek konstruksi, faktor biaya, waktu dan mutu merupakan faktor yang paling penting. Dalam praktek di lapangan seringkali dihadapkan berbagai kendala yang menyebabkan bertambahnya waktu pelaksanaan sehingga penyelesaian proyek menjadi terlambat. Oleh karena itu, harus dilakukan percepatan dengan tetap memperhatikan faktor biaya sehingga percepatan dilakukan dengan biaya paling minimum. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan hubungan waktu dan biaya pada pekerjaan pasangan dinding bata di Kabupaten Bireuen. Model hubungan waktu dan biaya akan dikembangkan dari data penyebaran kuisioner kepada direktur, manajer, estimator proyek yang berdomisili di Kabupaten Bireuen. Selain kuisioner, penelitian ini juga menggunakan data sekunder yaitu rencana anggaran biaya (RAB) yang diperoleh dari responden. Analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa regresi linear sederhana. Model yang dihasilkan untuk pekerjaan pasangan dinding bata adalah Y = 41.091.332 – 893.541x dengan dan crash duration (Dc) adalah 6 hari. Oleh karena itu, percepatan maksimum yang dapat dilakukan adalah 4 hari (40% dari durasi normalnya) dan biaya tambahan maksimum sebesar 11,42% dari biaya normal dengan biaya tambahan perhari (cost slope) adalah 2,86% dari biaya normal. Dari hasil analisis data menunjukkan bahwa menurut 50 responden yang diteliti, percepatan durasi mengakibatkan terjadinya peningkatan biaya pelaksanaan pekerjaan secara linear.