Zulkarnain Nasution
Universitas Negeri Malang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Peran Kader dengan Partisipasi Orangtua dalam Pelaksanaan Kegiatan Bina Keluarga Balita di Desa Mangliawan Kecamatan Pakis Kabupaten Malang Husnawati Husnawati; Zulkarnain Nasution; Sri Wahyuni
Jurnal Pendidikan Nonformal Vol 15, No 1 (2020): Maret
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.999 KB) | DOI: 10.17977/um041v15i1p%p

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Peran kader dalam pelaksanaan kegiatan bina keluarga balita. (2) Partisipasi orangtua dalam pelaksanaan kegiatan bina keluarga balita. (3) Hubungan antara peran kader dengan partisipasi orangtua dalam pelaksanaan kegiatan bina keluarga balita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Peran kader dalam pelaksanaan kegiatan BKB di Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang yang terbilang tinggi adalah kader berperan dalam mencatat hasil perkembangan anak di KKA, sedangkan peran kader yang masih rendah adalah peran kader dalam mendampingi keluarga untuk melakukan rujukan. (2) Partisipasi orangtua dalam pelaksanaan kegiatan BKB tergolong  tinggi terutama pada partisipasi orangtua dalam mengisi daftar hadir pertemuan BKB. Partisipasi orangtua dalam memberikan solusi terhadap pelaksanaan kegiatan bina keluarga balita rendah . (3) adanya hubungan yang kuat dan searah antara peran kader dengan partisipasi orangtua dalam dalam pelaksanaan kegiatan BKB di Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.Abstract  This study aims to determine: (1) The role of cadres in the implementation of  the toddler family building program (BKB). (2) The participation of parents in the implementationof BKB. (3) The relationship between the role of the cadres with the participation of parents in the implementation of BKB. The results showed that: (1) The role of cadres in the implementation of BKB activities in Mangliawan Village, Pakis Subdistrict, Malang Regency which is relatively high is that cadres play a role in recording the results of children's development in KKA, while the role of cadres that is still low is cadres accompanying families in making referrals.(2) Parent participation in the implementation of BKB activities in Mangliawan Village, Pakis Subdistrict, Malang Regency which is high on parental participation in filling the list of attendance at BKB meetings and low parental participation, namely parental participation in providing solutions to the implementation of toddler family development activities. (3) There is a strong and unidirectional relationship between the role of cadres and parental participation in the implementation of the activities of BKB in Mangliawan Village, Pakis District, Malang Regency
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN PENDEKATAN INTERAKSI INTERPERSONAL DAN SOSIAL DALAM MASYARAKAT BAGI MAHASISWA PENDAMPING STUDI LAPANG JURUSAN PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH Zulkarnain Nasution; Nurhadi Musa
Jurnal Pendidikan Nonformal Vol 13, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.198 KB) | DOI: 10.17977/um041v13i1p34 - 46

Abstract

Tujuan penelitian sebagai berikut: (1) Memvalidasi kesesuaian, keleng-kapan, keterbacaan dan kelayak terapan panduan pembelajaran pendekatan interaksi interpersonal dan social dalam masyarakat bagi mahasiswa pendamping studi lapang Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang; (2) Menguji kesesuaian, kelengkapan, keterbacaan, dan klayak terapan melalui uji coba lapangan terbatas bagi penguna  panduan pembelajaran pendekatan interaksi interpersonal dan social dalam masyarakat bagi mahasiswa pendamping studi lapang Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang.  Metode penelitian pengembangan (research development) model Borg and Gall (1989). Metode ini dipilih untuk mencapai tujuan penelitian yaitu memfasilitasi mahasiswa dalam mengembangkan model pembelajaran inovatif dengan mengoptimalkan mahasiswa sebagai pusat pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar studi lapang pada beberapa matakuliah yang menggunakan pratikum atau studi observasi ke masyarakat. Tahap-tahapan meliputi: Menganalisis; (2) menulis materi pokok pembelajaran, perancang program harus  menyesuiakan dengan prinsip-prinsip penyusunan program pembelajaran; (3) merevisi, perancang program memberikan penilaian kepada ahli terhadap produk pendampingan yang dihasilkan, dan melakukan uji coba panduan pendamping mahasiswa studi lapang yang telah direvisi kepada mahasiswa pendamping studi lapang.  Berdasarkan uji validasi yang telah dilakukan oleh para ahli dan uji terbatas bagi pengguna, terkait produk yang dikembangkan maka diperoleh hasil dengan rata-rata kualifikasi valid dan interpretasinya adalah tidak revisi hanya memperbaiki masukan daan saran dari para ahli sehingga disimpulkan bahwa produk yang dikembangkan memiliki keterbacaan, kelengkapan, dan kelayak terapan untuk digunakan
Prinsip Andragogi pada Proses Pembelajaran di Lembaga Kursus Menjahit dalam Meningkatkan Kompetensi Peserta Didik Nindi Novitasari; Zulkarnain Nasution
Jurnal Pendidikan Nonformal Vol 17, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um041v17i2p86-96

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran kursus menjahit pada perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan hasil belajar. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan pengelola, instruktur dan peserta didik LKP. Observasi dilakukan dengan mengamati proses pembelajaran. Studi dokumen diperoleh dari RPP, silabus dan daftar nilai peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada proses pembelajaran melalui tiga tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hingga akhirnya menghasilkan kompetensi. Proses perencanaan pembelajaran mulai materi, metode, media dilakukan oleh pengelola. Instruktur mengidentifikasi kebutuhan peserta didik. Penyusunan RPP dilaksanakan berdasarkan diskusi dengan peserta didik, sehingga materinya sesuai kebutuhan. Pelaksanaan pembelajaran diawali dengan semua peserta saling menyapa. Interaksi dilakukan dengan baik antara intruktur dengan peserta, peserta dengan yang lainnya. Suasanya kondusif sehingga peserta terlihat menyenangkan dan disertai motivasi. Evaluasi pembelajaran dilaksanakan setiap ada pembelajaran dengan sistem koreksi langsung. Evaluasi juga dilaksanakan dengan tes teori dan praktek oleh lembaga. Pelaksanaan evaluasi tidak hanya pengelola, instruktur melainkan peserta didik juga mengevaluasi. Hasil belajar atau kompetensi yang diperoleh sesuai tujuan pembelajaran yang telah direncanakan. Semua peserta mendapatkan kompetensi yang diinginkan mulai pengetahuan, keterampilan dan sikap. Selain itu yang utama adalah mental. Peserta didik sudah berani membuka wirausaha taylor sebagai bukti kemandiriannya.
Application of Andragogy in Community Empowerment to Fulfill the Educational Needs of Children with Disabilities Through a Field School Approach Fadly Halim Hutasuhut; Ahmad Ahmad; Hardika Hardika; Latief Bustami; Zulkarnain Nasution; Endang Redjeki; Supriyono Supriyono; Ranti Novianti
KOLOKIUM Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 11, No 3 (2023): Kolokium : Publishing December 2023 Special Issue Non Formal Education Internat
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/kolokium.v11i3.749

Abstract

The use of field schools is considered the best approach to accelerate the empowerment stages as well as the process of understanding knowledge and acquiring skills through joint activities in the community directly. This research aims to obtain information about the principles of andragogy in empowering the community to meet the educational needs of Children with Special Needs through the Field School Approach. This research is descriptive research with a qualitative approach. Data collection in this research was carried out through observation, interviews and documentation techniques. Data analysis techniques in this research include data reduction, data presentation and drawing conclusions. Triangulation is used to explain the validity of data by using source triangulation and technical triangulation. The results of this research obtained data that the principles of andragogy applied to Field School activities can create community empowerment. Key words : andragogy, community empowerment, ABK education, field schools