Faizah faizah
Universitas Brawijaya

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Suppression Sebagai Mediator Peranan Emotional Job Demand Terhadap Teacher Well-Being Yuliezar Perwira Dara; Eleonora Vena Agusta; Ulifa Rahma; Faizah faizah
Jurnal Sains Psikologi Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um023v10i12021p55-65

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran emotional job demand terhadap teacher well-being dengan suppression sebagai mediator. Penentuan sampel menggunakan teknik accidental sampling dengan sampel guru di sekolah negeri ataupun swasta, dari berbagai level pendidikan (SD, SMP, SMA/SMK). Responden dalam penelitian ini adalah 565 guru. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur emotional job demand adalah skala transadaptasi dari Skala Emotional Job Demand (alfa = .65), teacher well-being diukur menggunakan skala transadaptasi dari Teacher Well-Being Scale (alfa = .87), dan suppression yang diukur menggunakan skala transadaptasi dari Emotion Regulation Questionnaire (alfa = .73). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional yang dianalisis dengan analisis process version 3.4.1 oleh Andrew Hayes menggunakan software SPSS Statistics version 26 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suppression memediasi peran emotional job demand terhadap teacher well-being, dengan nilai signifikansi 0,000 (sig. kurang dari 0,05). Terdapat hubungan tidak langsung emotional job demand terhadap teacher well-being melalui suppression.
Bagaimana meningkatkan school well-being? Memahami peran school connectedness pada siswa SMA Ulifa Rahma; Faizah Faizah; Yuliezar Perwira Dara; Najwa Wafiyyah
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 8 No. 1 (2020): January
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.227 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v8i1.9393

Abstract

Objectives: this research was conducted to look at the relationship between school and school - both in high school students.Method: this research is a quantitative study involving subjects consisting of 134 high school students based on the calculation of the application G * Power version 3.1.9.2. Data retrieval is done by connecting two scales, namely the scale of school connectivity and school scale using the accidental sampling method. Test data analysis in this study using Pearson product moment.Findings: There was positive relationship between  school connectedness and school wellbeing variables in the Middle School students is significan (r = 0.77, p = 0.00) t. The results of this study have a positive value. Where there is a positive relationship between variables, the higher the level of student school connection to the school, the higher the school level will be, and vice versa.Conclusions: dimensions of school connectedness related to school wellbeing are related and liked by students, communication and liked by teachers. But belonging does not have an influence on school wellbeing in high school students. The dimension of school connectednes which has the greatest effect size is liked by the teachers then communication and the last is connected and liked by students.
ANALISA SCHOOL WELLBEING PADA MAHASISWA DISABILITAS TUNADAKSA, TULI DAN TUNANETRA DI PERGURUAN TINGGI INKLUSI Ulifa Rahma; Faizah Faizah; Yuliezar Perwiradara; Almirandari Ikawikanti; Baiq Marlina Mayasari; Tiara Disti Rinanda
PSIKOVIDYA Vol 24 No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Wisnuwardhana Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37303/psikovidya.v24i1.153

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mengetahui school wellbeing mahasiswa disabilitas Tunadaksa, Tuli dan Tunanetra di Perguruan Tinggi Inklusi. Penelitian menggunakan desain kualitatif pendekatan fenomenologi. Pengambilan data melalui wawancara, dan observasi. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles & Huberman. Hasil penelitian subjek tunadaksa, tunanetra dan tunarungu memiliki school wellbeing, namun bervariasi tiap aspeknya. Setiap aspek school wellbeing beberapa subjek memiliki permasalahan namun mampu mengatasi permasalahan sehingga merasa nyaman dan puas terhadap kehidupannya dikampus. Beberapa subjek tertekan, stres, berniat pindah jurusan, pasrah menjalani perkuliahan, maupun berniat berhenti kuliah yang mengganggu school well-beingnya dan berpengaruh terhadap penyelesaian studinya karena tidak mampu mengatasi permasalahannya. Kata Kunci: mahasiswa disabilitas; perguruan tinggi inklusi; school well-being ABCSTRAC. The purpose of this study was to determine the school wellbeing among visual impairments, deaf and physical disability students in college inclusion. the study used a qualitative design approach phenomenology. Retrieval data through interviews, and observation. Data analysis techniques using the interactive model of Miles & Huberman. The results subjects with physical disabilities, visual impairments and hearing impairment have school wellbeing, but varies in every aspect. Every aspect of school wellbeing, some subjects have problems but are able to overcome the problems so they feel comfortable and satisfied with their lives in campus. Some subjects are depressed, stressed, intend to move majors, resigned to undergoing lectures, or intend to quit college that disrupts their school well-being and affect the completion of their studies because they are unable to overcome the problem.
Are You Bullied? : Empathy Character Building Training pada Siswa Sekolah Dasar Yuliezar Perwira Dara; Faizah Faizah; Ulifa Rahma
Psycho Idea Vol 17, No 2 (2019): Psycho Idea
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (35.201 KB) | DOI: 10.30595/psychoidea.v17i2.3840

Abstract

Bullying merupakan tindakan negatif yang dilakukan seseorang kepada oranglain, terjadi secara berulang, ada niatan, dan adanya perbedaan kekuatan, baik fisik maupun mental. Perilaku tersebut muncul sejak usia sekolah dasar. Penyebab munculnya perilaku dalam konteks pelaku adalah karena kurangnya ketrampilan berempati kepada oranglain. Yaitu,  tidak mampu merasakan kondisi emosi  oranglain, dan secara kognitif tidak mampu memahami dan mengevaluasi keadaan emosi oranglain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan program emphaty character building dalam menurunkan perilaku bullying pada siswa SD Negeri di Kota Malang. Data awal, tingkat bullying siswa terentang dari sedang hingga tinggi. Desain penelitian one group pre-post test. Metode analisis data menggunakan  pair sample t-test untuk menguji beda skor sebelum dan sesudah program. Berdasarkan hasil tersebut, peneliti mengimplementasikan program bagi siswa SD kelas 4-6 berdasarkan aktivitas dalam modul Stanbury (2009), yang telah diaplikasikan di Indonesia melalui proses modifikasi oleh Faizah, dkk (2016). Hasilnya adalah terdapat perbedaan perilaku bullying  antara sebelum dan setelah pelaksanaan program. Persentase jumlah siswa sekolah Dasar Negeri “X”  yang termasuk dalam kecenderungan perilaku bullying semakin menurun. Jumlah siswa yang termasuk kategori sedang, yaitu sebesar 60%, kategori rendah sebesar 30%, dan kategori tinggi  sebanyak 10%.