Ulifa Rahma
Fakultas Psikologi, Universitas Brawijaya

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Dukungan Sosial Dan Empati Pada Siswa Berkebutuhan Khusus Berdasar Jenjang Sekolah Menengah Dan Perguruan Tinggi Faizah, Faizah; Rahma, Ulifa; Kurniawati, Yunita
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 14, No 2 (2018): Insight: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.323 KB) | DOI: 10.32528/ins.v14i2.1393

Abstract

Salah satu faktor yang berperan penting pada pendidikan inklusi adalah teman sebaya. Dalam berinteraksi dengan teman sebaya dibutuhkan empati. Empati dapat mendukung ABK mengembangkan kemampuan interpersonalnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dukungan sosial teman sebaya terhadap empati di sekolah inklusi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ada metode penelitian kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SMP, SMK dan mahasiswa Perguruan Tinggi inklusi sebanyak 454 orang. Masing-masing subjek penelitian mengisi skala dukungan sosial teman sebaya dan skala empati. Data dianalisis menggunakan analisis regresi sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dukungan sosial teman sebaya terhadap empati pada siswa SMP, SMK dan mahasiswa perguruan tinggi di sekolah inklusi.
Program Empathy Character Building untuk Menurunkan Perilaku Bullying pada Siswa SMP Inklusi Faizah, Faizah; Rahma, Ulifa; Kurniawati, Yunita
HUMANITAS Vol 15, No 2: August 2018
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/humanitas.v15i2.5766

Abstract

Perilaku bullying yang banyak terjadi di sekolah-sekolah membawa dampak negatif bagi siswa. Banyak program-program intervensi yang telah diaplikasikan untuk menurunkan perilaku bullying. Program Empathy Character Building merupakan proses pembelajaran mengelola karakter empati siswa yang berfungsi untuk mengurangi perilaku yang berfokus pada perilaku bullying. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek program Empathy Character Building terhadap penurunan perilaku bullying. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII SMP Inklusi sebanyak 18 siswa yang memiliki teman berkebutuhan khusus di kelas. Penelitian ini menggunakan Pretest Posttest Experiment Group Design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh program Empathy Character Building terhadap penurunan perilaku bullying pada siswa kelas VII SMP Inklusi.
Suppression Sebagai Mediator Peranan Emotional Job Demand Terhadap Teacher Well-Being Yuliezar Perwira Dara; Eleonora Vena Agusta; Ulifa Rahma; Faizah faizah
Jurnal Sains Psikologi Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um023v10i12021p55-65

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran emotional job demand terhadap teacher well-being dengan suppression sebagai mediator. Penentuan sampel menggunakan teknik accidental sampling dengan sampel guru di sekolah negeri ataupun swasta, dari berbagai level pendidikan (SD, SMP, SMA/SMK). Responden dalam penelitian ini adalah 565 guru. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur emotional job demand adalah skala transadaptasi dari Skala Emotional Job Demand (alfa = .65), teacher well-being diukur menggunakan skala transadaptasi dari Teacher Well-Being Scale (alfa = .87), dan suppression yang diukur menggunakan skala transadaptasi dari Emotion Regulation Questionnaire (alfa = .73). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional yang dianalisis dengan analisis process version 3.4.1 oleh Andrew Hayes menggunakan software SPSS Statistics version 26 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suppression memediasi peran emotional job demand terhadap teacher well-being, dengan nilai signifikansi 0,000 (sig. kurang dari 0,05). Terdapat hubungan tidak langsung emotional job demand terhadap teacher well-being melalui suppression.
Bagaimana meningkatkan school well-being? Memahami peran school connectedness pada siswa SMA Ulifa Rahma; Faizah Faizah; Yuliezar Perwira Dara; Najwa Wafiyyah
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 8 No. 1 (2020): January
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.227 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v8i1.9393

Abstract

Objectives: this research was conducted to look at the relationship between school and school - both in high school students.Method: this research is a quantitative study involving subjects consisting of 134 high school students based on the calculation of the application G * Power version 3.1.9.2. Data retrieval is done by connecting two scales, namely the scale of school connectivity and school scale using the accidental sampling method. Test data analysis in this study using Pearson product moment.Findings: There was positive relationship between  school connectedness and school wellbeing variables in the Middle School students is significan (r = 0.77, p = 0.00) t. The results of this study have a positive value. Where there is a positive relationship between variables, the higher the level of student school connection to the school, the higher the school level will be, and vice versa.Conclusions: dimensions of school connectedness related to school wellbeing are related and liked by students, communication and liked by teachers. But belonging does not have an influence on school wellbeing in high school students. The dimension of school connectednes which has the greatest effect size is liked by the teachers then communication and the last is connected and liked by students.
The Difference in School Well-Being in High School Students with Full-Day Scholl and Half Day School Systems Ulifa Rahma; Rr. Karina Putri Pramitadewi; Risna Hotmauli Tambun Saribu; Faizah Faizah; Yuliezar Perwiradara
PSIKOPEDAGOGIA Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 1: June 2019
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/psikopedagogia.v8i1.17897

Abstract

This study aims to determine the differences in the school well-being of the full-day school and half-day high school students. The method used in this research is a quantitative correlational method with a population of 249 full day school students and 304 half-day schools with a total of 552. Sampling using accidental sampling The instrument in this study, namely, the school well-being profile questionnaire ( SWP), is based on Konu and Rimpela's theory, where there are four dimensions (having, loving, being, health). The results showed that there was no difference in school well-being among high school students with full-day school and half-day school systems. The results of the study are useful as a basis for providing guidance and counseling service techniques to improve school well-being in students.
School Well-Being pada Siswa Berprestasi Sekolah Dasar yang Melaksanakan Program Penguatan Pendidikan Karakter Faizah Faizah; Jovita Nabila Prinanda; Ulifa Rahma; Yuliezar Perwira Dara
Psympathic : Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 5, No 2 (2018): PSYMPATHIC
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/psy.v5i2.3313

Abstract

The aim of this study was to evaluate school well-being of achieving students in primary school that implement character education programs. This research used qualitative method, data was collected by using interview and observation with 2 primary subjects achieving student on academic or non academic skill, and 5 secondary subjects were teacher, parent, peer of primary subjects. Data was analyzed by Analysis Interactive Model with triangulation source validity. School well-being consists of four dimensions: having, loving, being, and health. The result of this study describes school well-being of achieving student in primary school with character education program.
Program Empathy Character Building untuk Menurunkan Perilaku Bullying pada Siswa SMP Inklusi Faizah Faizah; Ulifa Rahma; Yunita Kurniawati
HUMANITAS: Indonesian Psychological Journal Vol 15, No 2: August 2018
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.043 KB) | DOI: 10.26555/humanitas.v15i2.5766

Abstract

Perilaku bullying yang banyak terjadi di sekolah-sekolah membawa dampak negatif bagi siswa. Banyak program-program intervensi yang telah diaplikasikan untuk menurunkan perilaku bullying. Program Empathy Character Building merupakan proses pembelajaran mengelola karakter empati siswa yang berfungsi untuk mengurangi perilaku yang berfokus pada perilaku bullying. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek program Empathy Character Building terhadap penurunan perilaku bullying. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII SMP Inklusi sebanyak 18 siswa yang memiliki teman berkebutuhan khusus di kelas. Penelitian ini menggunakan Pretest Posttest Experiment Group Design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh program Empathy Character Building terhadap penurunan perilaku bullying pada siswa kelas VII SMP Inklusi.
Kesejahteraan guru: Apakah tuntutan emosional kerja dan kepercayaan pada rekan kerja itu penting? Yuliezar Perwira Dara; Sayyidah Aisyah; Faizah Faizah; Ulifa Rahma
Jurnal Ecopsy Vol 8, No 2 (2021): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.2021.06.010

Abstract

Berprofesi sebagai guru merupakan profesi yang kompleks, karena guru dihadapkan pada tugas mendidik maupun administratif yang memakan banyak waktu untuk  menyelesaikan keduanya. Data menunjukkan bahwa terdapat penurunan jumlah masyarakat yang berprofesi sebagai guru dari tahun 2014 hingga 2019 karena banyaknya tuntutan dari sekolah namun tidak sebanding dengan well-being yang dirasakan. Kesejahteraan guru atau teacher well-being merupakan salah satu permasalahan yang terjadi di Indonesia dalam bidang pendidikan. Bahkan disebutkan pada penelitian 2017 di Indonesia, bahwa guru merupakan profesi yang rentan dengan stres tinggi. Trust in colleagues atau mempercayai pihak lain dengan menganggap kolega sebagai seorang yang baik hati, dapat diandalkan, jujur dan open-minded dipercaya memiliki peran positif untuk membuat guru termotivasi dan mendorong guru untuk saling berbagi perasaan dengan tulus kepada koleganya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran emotional job demands (EJD) dan trust in colleagues (TIC) terhadap teacher well-being (TWB), secara simultan dan secara parsial. Populasi dan sampel penelitian ini adalah guru pendidikan formal (SD, SMP, SMA sederajat) dengan sampel sebanyak 565 responden. Penelitian ini menggunakan teknik sampling accidental sampling. Penelitian ini diukur menggunakan instrumen Emotional Job Demands of Teaching Scale yang terdiri dari empatbutir, Omnibus Trust Scale sebanyak delapan butir, dan Teacher Well-Being Scale sebanyak 16 butir yang mana ketiganya telah ditransadaptasi dan telah disesuaikan dengan konteks penelitian pada guru di Indonesia. Analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik multiple-regression. Berdasarkan hasil uji multiple regression, secara simultan dan parsial, emotional job demands dan trust in colleagues merupakan prediktor yang signifikan terhadap teacher well-being.
Pemahaman Konsep Belajar untuk Mengasah Kecerdasan Majemuk : Pendekatan Penelitian Tindakan intan rahmawati; Yuliezar Perwira Dara; Ulifa Rahma
Psycho Idea Vol 17, No 1 (2019): Psycho Idea
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.063 KB) | DOI: 10.30595/psychoidea.v17i1.3693

Abstract

Kurang optimalnya pendidikan Sekolah Dasar dalam mempersiapkan kualitas siswa yang mengoptimalkan kecerdasan majemuk, menjadi masalah utama pada sektor pendidikan. Memberikan pemahaman mengenai konsep belajar yang tepat menjadi kebutuhan dasar untuk mengoptimalkan kecerdasan majemuk siswa. Penelitian ini mencoba melakukan serangkaian kegiatan optimalisasi kecerdasan majemuk siswa SDN 1 Sumber Bening, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Pada kegiatan ini, peneliti terlebih dahulu melakukan pemetaan kecerdasan siswa serta memberikan pemahaman konsep belajar pada orangtua dan guru melalui psikoedukasi. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kecenderungan kecerdasan siswa kelas 4,5, dan 6 SD Negeri Sumber Bening terletak pada kecerdasan natural kemudian disusul pada kecerdasan interpersonal. Pada pemetaan ini, tampak sebanyak 12 siswa memiliki kecenderungan pada kecerdasan natural (26%) sedangkan 11 siswa menunjukkan kecerdasan interpersonal (24%). Kemudian untuk kecerdasan lain terlihat kecerdasan linguistic (bahasa) sebanyak 1 orang (2%); kecerdasan logical-mathematical (logika angka) sebanyak 4 orang (9%); kecerdasan musikal sebanyak 6 orang (13%); kecerdasan bodily-kinetsthetic (gerak badan) sebanyak 5 orang (11%); kecerdasan spatial-visual (spasial) sebanyak 1 orang (2%); dan kecerdasan intrapersonal sebanyak 6 orang (13%). Hasil lain menunjukkan adanya pemahaman yang meningkat tentang konsep belajar untuk mengasah kecerdasan majemuk siswa.
Are You Bullied? : Empathy Character Building Training pada Siswa Sekolah Dasar Yuliezar Perwira Dara; Faizah Faizah; Ulifa Rahma
Psycho Idea Vol 17, No 2 (2019): Psycho Idea
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (35.201 KB) | DOI: 10.30595/psychoidea.v17i2.3840

Abstract

Bullying merupakan tindakan negatif yang dilakukan seseorang kepada oranglain, terjadi secara berulang, ada niatan, dan adanya perbedaan kekuatan, baik fisik maupun mental. Perilaku tersebut muncul sejak usia sekolah dasar. Penyebab munculnya perilaku dalam konteks pelaku adalah karena kurangnya ketrampilan berempati kepada oranglain. Yaitu,  tidak mampu merasakan kondisi emosi  oranglain, dan secara kognitif tidak mampu memahami dan mengevaluasi keadaan emosi oranglain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan program emphaty character building dalam menurunkan perilaku bullying pada siswa SD Negeri di Kota Malang. Data awal, tingkat bullying siswa terentang dari sedang hingga tinggi. Desain penelitian one group pre-post test. Metode analisis data menggunakan  pair sample t-test untuk menguji beda skor sebelum dan sesudah program. Berdasarkan hasil tersebut, peneliti mengimplementasikan program bagi siswa SD kelas 4-6 berdasarkan aktivitas dalam modul Stanbury (2009), yang telah diaplikasikan di Indonesia melalui proses modifikasi oleh Faizah, dkk (2016). Hasilnya adalah terdapat perbedaan perilaku bullying  antara sebelum dan setelah pelaksanaan program. Persentase jumlah siswa sekolah Dasar Negeri “X”  yang termasuk dalam kecenderungan perilaku bullying semakin menurun. Jumlah siswa yang termasuk kategori sedang, yaitu sebesar 60%, kategori rendah sebesar 30%, dan kategori tinggi  sebanyak 10%.