Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Konflik Batin Tokoh Utama dalam Novel Kotak Waktu Karya Pudjangga Lama Vani Arnelita; Sukirno Sukirno; Arju Susanto
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5052

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan konflik batin tokoh utama dalam novel Kotak Waktu karya Pudjangga Lama. Penelitian konflik batin ini berfokus pada tokoh utama yang bernama Taka. Taka dalam novel Kotak Waktu mengalami konflik batin emosional yang cukup kompleks. Dengan menggunakan teori kebutuhan bertingkat Abraham Maslow, kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman, kebutuhan kasih sayang dan rasa cinta, kebutuhan harga diri dan kebutuhan aktualisasi diri. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian ini tertulis pada dialog dan monolog dalam novel Kotak Waktu karya Pudjangga Lama. Dari hasil penelitian ini Taka memenuhi kelima kebutuhan bertingkat seperti kebutuhan fisiologis ada 2 data, kebutuhan rasa aman datanya 3, kebutuhan kasih sayang dan rasa cinta datanya 3, kebutuhan harga diri datanya 3 dan kebutuhan aktualisasi diri datanya 3. Kebutuhan bertingkat berkontribusi pada perkembangan tokoh Taka, kebutuhan ini berpengaruh pada fisik, emosional, hubungan sosial dan perjalanan hidupnya. Penelitian ini menunjukkan kebutuhan bertingkat Abraham Maslow memahami dinamika psikologis dalam konflik batin.
Eksplorasi Aspek Kejiwaan Karakter Tokoh Seon Yoonjae dalam Novel Almond Karya Sohn Won-Pyung: Pendekatan Psikologi Sastra Sinnta Usada; Sukirno Sukirno; Arju Susanto
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5330

Abstract

Perkembangan kepribadian adalah proses perubahan dan ppertumbuhan yang dialami oleh seseorang dalam hidupnya, yang melibatkan aspek psikologis sehingga mempengaruhi cara individu berpikir, merasakan emosi, dan bertindak. Perkembangan ini mencakup perubahan perilaku, emosi, dan cara individu berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai perkembangan kepribadian yang dialami karakter utama bernama Seon Yoonjae dalam novel Almond yang sedari kecil mengalami keterasingan emosi hingga ia beranjak remaja. Hal ini mengacu pada teori psikoanalisis Jacques Lacan yang berfokus pada psikologis manusia yang mengalami perkembangan kepribadian dalam dirinya melalui fase real, fase imajiner, dan fase simbolik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yakni mendeskripsikan mengenai fase-fase perkembangan kepribadian tokoh utama dalam novel Almond, dengan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu studi pustaka dan teknik baca catat. Hasil penelitian ini secara keseluruhan menghasilkan 11 data berupa dialog dan narasi dalam novel. Pada fase real, ditemukan 3 data yang menunjukkan bahwa Seon Yoonjae berada dalam kondisi keterasingan emosi yang mulai terungkap sejak berusia 6 tahun. Pada fase imajiner, ditemukan 3 data yang menggambarkan bahwa Seon Yoonjae telah memasuki tahap awal pengenalan terhadap emosinya sendiri dan mulai menyadari keberadaannya sebagai individu yang terpisah. Sementara itu, pada fase simbolik, terdapat 5 data yang mengungkapkan bahwa Seon Yoonjae telah mampu merasakan mengeskpresikan emosinya secara lebih jelas
Analysis of Denotative and Connotative Meanings in the Lyrics of the Song “Pikiran yang Matang” by the Band Perunggu Dzaki Abqori Fadilla; Arju Susanto; Sukirno Sukirno
Journal of Social Research Vol. 5 No. 4 (2026): Journal of Social Research
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/josr.v5i4.3113

Abstract

Song lyrics are a form of popular literary work that function not only as entertainment but also as a medium for conveying experiences, emotions, and the songwriter’s perspective on life. This study aims to analyze the denotative and connotative meanings of each line in the song “Pikiran yang Matang” by the band Perunggu, so that the message conveyed in the song can be understood more comprehensively. This research employs a descriptive qualitative method with a semantic approach. The research data consist of the text of the song lyrics “Pikiran yang Matang,” which are analyzed line by line. Data collection was conducted through a literature review, while data analysis was carried out by identifying denotative meanings as literal meanings and connotative meanings as additional meanings related to emotional experiences, symbols, and the social context underlying the song lyrics. The results indicate that, denotatively, the lyrics depict everyday conditions such as feelings of fatigue, mental disturbances, and simple daily activities. Connotatively, the song reflects mental exhaustion, boredom with energy-draining interactions, and the process of personal maturation in determining life priorities. Expressions such as “a mature mind” and “calm sea” function as symbols of a stable, peaceful emotional state after enduring various pressures. The song “Mind That Matang” conveys messages about intellectual maturity, emotional regulation, and efforts to live more calmly without being trapped in unnecessary drama, making it relevant to young people experiencing personal maturation.