Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : JADID

MODERASI BERAGAMA DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN (KAJIAN TAFSIR SURAT AL-BAQARAH : 143) Arif Budiono
JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication Vol. 1 No. 01 (2021): MARET
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/jadid.v1i01.336

Abstract

Abstrak : Kata wasat memiliki makna baik dan terpuji, berlawaan dengan kata al-tarf  yang artinya pinggir, kata ini berkonotasi negatif sebab yang berada dipinggir akan mudah tergelincir.  Dalam Alquran, Kata wasat}a hanya ditemukan 3 kali dalam Alquran, yakni wasat}an (surat al-Baqarah : 143),  awsat}a (surat al-Qalam: 28) dan wust}a> (surat al-Baqarah: 238). Dari ketiga ayat di atas, Alquran berbicara tentang moderasi cakupannya bersifat umum/global. Di antara moderasi yang di inginkan adalah moderasi dalam akidah, ibadah dan syiar agama, hubungan sosial dan kemasyarakatan, akhlaq, pendidikan dan lain-lain. Wasatiyyah adalah konsep keseimbangan dalam menjalani kehidupan, baik dalam dimensi duniawi atau ukhrawi, dengan ikhtiar penyesuaian secara obyektif terhadap situasi yang sedang dihadapi, berdasarkan petunjuk dan ketentuan agama. Bentuk konkret sikap moderat dalam beragama adalah keseimbangan antara ruh dan jasad, dunia dan akhirat, agama dan negara, individu dan masyarakat, ide dan realitas, yang lama dan yang baru, akal dan naqal (teks keagamaan), agama dan ilmu, modernitas dan tradisi, dan seterusnya. Indikator prinsip moderasi beragama adalah adanya kerjasama dan kesepakatan saling toleran terhadap perbedaan yang ada. Kata kunci : Ummah Wasat}an, Moderasi, beragama