Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DIAGNOSTIC SYSTEM OF DERMATITIS BASED ON FUZZY LOGIC USING MATLAB 7.0 Eneng Tita Tosida; Sri Setyaningsih; Agus Sunarya
CCIT Journal Vol 4 No 1 (2010): CCIT JOURNAL
Publisher : Universitas Raharja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.032 KB) | DOI: 10.33050/ccit.v4i1.356

Abstract

This paper describes a fuzzy approach to computer-aided medical diagnosis in a clinical context for dermatitis. This research will use Mamdani fuzzy inference system for determining Dermatitis risk level. The Diagnostic system of Dermatitis based on Fuzzy logic are constructed with seven indication variables. These variables have different intervals and used for determining status of domains in membership function of variables. Knowledge base in this system is constructed by production rules (IF-THEN). Fire Strength are obtained in each fuzzy rules base for each type of Dermatitis, then composite by using Max-Min method. The final result is an output namely the risk Dermatitis level.
PENERIMAAN BEA LELANG: EMPIRICAL FACTOR ANALYSIS PADA PROSES LELANG ASET NEGARA DI INDONESIA Agus Sunarya; Mayasari, Luh Putu Candra Dewi
EKUITAS (Jurnal Ekonomi dan Keuangan) Vol 7 No 1 (2023): March
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya(STIESIA) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24034/j25485024.y2023.v7.i1.5085

Abstract

Penerimaan negara bukan pajak menjadi salah satu penerimaan negara yang penting, salah satunya berasal dari penerimaan bea lelang. Bea Lelang dihitung dari harga laku lelang atas pelelangan atas aset-aset negara atau berhubungan dengan negara atas pelepasan aset tersebut. Penerimaan bea lelang menjadi objek penelitian. Penelitian ini membuktikan bahwa penerimaan bea lelang dipengaruhi oleh faktor-faktor dari jumlah peserta, aspek demografis pemenang lelang, masa tayang, dan nilai limit terhadap harga laku. Harga limit ini menjadi dasar pengenaan bea lelang sebagai penerimaan negara bukan pajak. Penelitian ini menggunakan metode korelasi. Data dikumpulkan dari data pelelangan Kementerian Keuangan dan BPS. Teknik analisis yang digunakan ialah analisis regresi dengan data cross section. Penelitian ini menemukan bahwa jumlah peserta lelang berpengaruh signifikan terhadap harga laku lelang yang terbentuk. Aspek demografis berupa umur pemenang lelang berpengaruh signifikan terhadap peningkatan harga laku lelang. Masa tayang lelang tidak berpengaruh signifikan dalam peningkatan harga laku lelang. Nilai limit berpengaruh signifikan terhadap besarnya harga laku lelang yang terbentuk. Penelitian ini merekomendasikan penambahan publikasi lelang internet yang bersifat komersial yang utamanya ditargetkan pada pria.