Livia Vasantadjaja
Fakultas Bahasa Dan Budaya, Program Sastra China, Universitas Kristen Maranatha Jl. Prof. Drg. Surya Sumantri, M.P.H. No. 65 Bandung - 40164, Jawa Barat, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TRAUMA DALAM NOVEL YU ZHEN Livia Vasantadjaja
LITE: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 13, No 1 (2017): March
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (953.204 KB) | DOI: 10.33633/lite.v13i1.1553

Abstract

《余震》Yu Zhen or After Shock (2006) is a novel written by Zhang Ling, a Chinese woman writer who lives in Canada now. After Shock  is a story about the great earthquake happened at Tangshan city, Hebei province, P.R.C in 1976. One interesting point to discuss from this novel is about Wan Xiaodeng’s emotional states and conditions as a main character, as well as an earthquake victim in this novel. Wan Xiaodeng not only suffers from physical trauma, but also suffers from acute psychological trauma.This psychological trauma existed from her childhood to adulthood. By psychological point of view, this writing is going to discuss Wan Xiaodeng’s symptoms of post traumatic stress disorder, and impacts or responses to the surroundings. Keywords:《余震》Yu Zhen, After Shock, Zhang Ling, trauma 
PENERAPAN ANALYTICAL SCORING DAN HOLISTIC SCORING PADA MATA KULIAH PENULISAN DESKRIPTIF BAHASA MANDARIN Livia - Vasantadjaja
Jurnal Asosiasi Program Studi Mandarin Indonesia (Jurnal APSMI) Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Cakrawala Mandarin
Publisher : Asosiasi Program Studi Mandarin Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1165.035 KB) | DOI: 10.36279/apsmi.v3i2.80

Abstract

Dalam pendidikan Bahasa Mandarin, kemampuan menulis menjadi salah satu kemampuan berbahasa yang penting dan harus dikuasai dengan baik. Kemampuan menulis memang memiliki tingkat kesulitannya sendiri, misalnya dalam Bahasa Mandarin, pengetahuan dan kemampuan menulis aksara Han menjadi kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh pemelajar Bahasa Mandarin, kemudian baru diikuti dengan kemampuan merangkai kata, kalimat, paragraf menjadi sebuah wacana yang utuh. Oleh sebab itu, materi drilling atau tes menulis menjadi penting, serta memiliki instrumen penilaian dan penilai yang reliabel sangat diperlukan untuk mencapai keberhasilan pemelajaran. Untuk itu, penelitian ini akan menguji reliabilitas dua jenis instrumen penilaian holistic scoring dan analytical scoring yang digunakan untuk menilai setiap karangan deskriptif bahasa Mandarin yang dihasilkan oleh mahasiswa prodi Sastra China Universitas Kristen Maranatha tingkat II sepanjang satu semester. Melalui usaha dua orang penilai dalam menerapkan dua jenis instrumen penilaian ini, diharapkan dapat menghasilkan instrumen penilaian yang konsisten dan dapat dijadikan bahan evaluasi pemelajaran yang tepat dan akurat.