Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Perencanaan Strategis Sistem Informasi Rumah Sakit Dengan Metode Ward And Peppard Serta Implementasi Prototype Modul Rawat Jalan Pada Rumah Sakit Khusus Ibu Dan Anak (rskia) Kota Bandung Anna Meutia; Eko Darwiyanto; Dawam Dwi Jatmiko Suwawi
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Instalasi SIMRS (Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit) merupakan unit kerja di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSKIA) Kota Bandung yang menangani bidang Sistem Informasi dan Teknologi Informasi (SI/TI) yang dimanfaatkan oleh rumah sakit. Sampai saat ini Instalasi SIMRS RSKIA telah menerapkan pengembangan beberapa SI/TI yang membantu jalannya proses bisnis rumah sakit. Penelitian ini bermaksud untuk mengevaluasi penerapan SI/TI tersebut terhadap berbagai aspek yang terdapat pada internal dan eksternal RSKIA menggunakan metode Ward and Peppard. Penelitian dimulai dengan pengumpulan data dengan wawancara dan studi dokumen rumah sakit, selanjutnya dilakukan analisis pada empat aspek analisis Ward and Peppard dengan menggunakan tool analisis SWOT(Strength, Weakness, Opportunty and Threat), Value Chain dan Mc Farlan Grid. Hasil akhir dari analisis di atas berupa rencana strategis sistem informasi RSKIA yang tertulis dalam suatu dokumen perencanaan strategis sistem informasi (PSSI) yang berisi rekomendasi terkait strategi SI, strategi TI, dan strategi manajemen SDM. Langkah akhir dari penelitian adalah pengujian dokumen PSSI. Pengujian dokumen dilakukan dengan menggunakan Enterprise Architecture Score Card (EASC). Berdasarkan hasil pengujian dengan EASC diperoleh score rata-rata 88,57% yang mengindikasikan bahwa dokumen PSSI yang dihasilkan layak untuk diimplementasikan pada RSKIA Kota Bandung. Kata Kunci : perencanaan strategis sistem informasi, sistem informasi rumah sakit, metode Ward and Peppard, RSKIA Kota Bandung
Pengukuran Usability I-Caring Berbasis Iso 9241-11 Dengan Menggunakan Partial Least Square (PLS) Shindy Alfidella; Dana Sulistiyo Kusumo; Dawam Dwi Jatmiko Suwawi
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembuatan suatu website harus dilakukan dengan memperhatikan factor kemudahan penggunaan (usability). Usability website pernting untuk diperhatikan agar pengguna yang mengunjungi atau mengakses website tersebut merasa mudah menggunakannya dan memperoleh informasi yang diperlukan sehingga berkemungkinan untuk terus mengakses website tersebut. Namun jika dilihat dari penggunaanya, salah satu website kampus Fakultas Teknik Telkom University yaitu i-Caring, pengguna tidak sering menggunakan i-Caring sehingga responden yang diwawancarai oleh penulis dapat dikatakan masih kurang aktif dalam menggunakan i-Caring. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis usability website i-Caring berdasarkan ISO 9241-11. Penelitian dilakukan dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Kuesioner penelitian yang disebar terdiri dari 25 pertanyaan yang dikelompokkan menjadi empat variabel berdasarkan ISO 9241-11 yaitu effectiveness, efficiency, satisfaction, dan usability. Setelah kuisioner disebar maka didapatkan hasil data lalu akan dianalisis menggunakan teknik PLS (Partial Least Square) dengan tool SmartPLS dan nantinya akan memberikan rekomendasi terhadap perbaikannya sesuai dengan metode saluta (scenario based architecture level usability analysis). Kata kunci: ISO 9241-11, Usability, PLS (Partial Least Square), smartPLS, I-Caring, dan saluta (scenario based architecture level usability analysis)
Evaluasi Tingkat Kesiapan Service Design Menggunakan It Infrastructure Library (itil) Versi 3 Pada Pt Fajar Mas Murni Bekasi (studi Kasus : Aplikasi As400). Shervita Amalia Putri; Eko Darwiyanto; Dawam Dwi Jatmiko Suwawi
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT Fajar Mas Murni sebagai pemasok utama berbagai jenis peralatan penting dan bahan yang digunakan untuk mendukung pembangunan di hampir semua sektor perekonomian Indonesia menggunakan aplikasi AS400 dalam menunjang seluruh proses bisnisnya. Namun belum dilakukan evaluasi menggunakan standarisasi terhadap pengelolaan AS400. Agar permasalahan tersebut dapat diselesaikan, maka akan dilakukan pengukuran tingkat kesiapan Service Design. Untuk mengukur tingkat kesiapan Service Design, dalam penelitian ini digunakan kerangka kerja IT Infrastructure Library (ITIL) versi 3. Hasil penilaian rata-rata tingkat kesiapan Service Design berdasarkan tiga area penilaian, yaitu proses, orang, dan teknologi berada pada level 4,17 atau managed. Kata kunci : IT Infrastructure Library(ITIL), Service Design, Tingkat Kesiapan
Audit Tata Kelola E-learning Universitas Terbuka Pada Domain Operasi Pelayanan Berdasarkan Itil V.3 Demsy Setiawan; Kusuma Ayu Laksitowening; Dawam Dwi Jatmiko Suwawi
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Universitas Terbuka merupakan perguruan tinggi negeri yang mengedepankan pembelajaran jarak jauh dalam visinya. E-learning merupakan salah satu bentuk perwujudan dari visi Universitas Terbuka untuk melaksanakan sistem pembelajaran jarak jauh melalui Teknologi Informasi (TI). Saat ini Universitas Terbuka sudah mendapatkan standar dalam pengelolaan organisasi (Quality Management System) melalui International Organization of Standardization 9001 (ISO9001) dan standar persiapan dalam melakukan sistem pembelajaran jarak jauh melalui International Council for Open and Education(ICDE), namun di sisi lain, E-learning Universitas Terbuka dipandang membutuhkan standar yang bisa memberi panduan dalam pengelolaan layanan (service) TImelalui E- learning setiap harinya. Jumlah mahasiswa Universitas Terbuka yang mencapai enam ratus ribu makin menuntut pelayananyang setiap hari semakin baik. Dengan alasan diatas, makaInformation Technology Infrastructure Library version 3 (ITIL v.3) dapat menjadi panduan yang tepat karena memiliki kumpulan best practice dalam mengelola layanan melalui TI. Penelitian dilakukan untuk menghasilkan saran perbaikan untuk organisasi dari tingkat kematangan yang ditunjukkan oleh pelayanan melalui E-learning dan dokumen petunjukpelaksanaanaudit tata kelola pada domainOperasi Pelayanan (service operation) berdasarkan Information Technology Infrastructure Library (ITIL) v.3. Sedangkan dalam penelitian kali ini, yang diaudit adalah E-learning Universitas Terbuka. Alasan pemilihan standar ITIL v.3 adalah karena merupakan standar berbasis pelayanan, sehingga lebih cocok diterapkan dibandingkan standar yang lain. Domain yang dipilih yaitu service operation (operasi pelayanan) dari 5 domain yang dimiliki ITIL karena service operation adalah domain yang paling intim menyentuh hubungan penyedia layanan dengan user. Selain itudomain service strategy, service design, dan service transition sebagian besar sudah tercakup dalam standar sebelumnya yang dimiliki oleh Universitas Terbuka yaitu ISO9001 dan ICDE. Analisis dimulai dengan pengumpulan data melalui interview, observasi, dan kuesioner berupa form self-assessmentyang ditujukan kepada manajemen E-learning Universitas Terbuka dengan fokus penelitian pada domain service operationITIL v.3. Melalui pengumpulan data tersebut kemudian akan dipetakan tingkat kematangan dari pelayanan melalui e-learning pada Universitas Terbuka, dan dihasilkan dokumen petunjuk pelaksanaan audit tata kelola pada domain Operasi Pelayanan. Hasil dari tugas akhir ini adalah E-learning universitas Terbuka memiliki tingkat kematangan implementasi ITIL v.3 pada domain Operasi Pelayanan sebesar 2.91, kemudian ITIL diberikan saran perbaikan bagi pelayanan rutin harian yang dimiliki dan dokumen petunjuk pelaksanaanaudit tata kelola pada domain Operasi Pelayanan untuk digunakan manajemen Universitas Terbuka di masa mendatang. Kata Kunci: itil v.3, service operation, e-learning governance, Universitas Terbuka
Analisis Kualitas Blended Learning Menggunakan Rubric Quality Matters (studi Kasus – Telkom-pjj) Merlina Dewi Setyarini; Sri Widowati; Dawam Dwi Jatmiko Suwawi
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam dunia pendidikan dikenal adanya sistem pembelajaran yang senantiasa berkembang. Salah satu sistem pembelajaran yang banyak digunakan dalam institusi pendidikan sekarang ini adalah sistem blended learning. Blended learning adalah suatu kerangka kerja praktis yang dapat digunakan untuk merangkum berbagai pendekatan yang efektif untuk belajar dan mengajar. Yang mendorong penggunaan teknologi kontemporer untuk meningkatkan pembelajaran, dan pengembangan pendekatan fleksibel untuk desain pembelajaran untuk meningkatkan keterlibatan siswa [1]. Telkom PJJ merupakan salah satu instansi pendidikan yang telah menggunakan sistem blended learning dalam metode pembelajarannya, menggunakan face to face dan e-learning [2]. Seiring dengan perkembangan sistem pembelajaran yang diterapkan pada institusi pendidikan maka diperlukan suatu pengukuran untuk mengetahui apakah sistem pembelajaran tersebut efektif untuk diterapkan atau tidak dalam institusi pendidikan tersebut, khususnya pada segi kualitas. Untuk melakukan pengukuran kualitas blended learning yang sedang diterapkan dalam suatu institusi pendidikan penulis mengimplementasikan metode pengukuran kualitas Rubric Quality Matters (RQM) yang relevan dengan standar - standar yang ada dalam sistem pembelajaran blended learning. Untuk memudahkan dalam proses pengukuran kualitas sistem pembelajaran blended learning yang diterapkan, penulis mengimplementasikan Rubric Quality Matters (RQM) ke dalam bentuk sebuah website. Kata kunci: Blended Learning, E-Learning, Face to Face, Rubric Quality Matters(RQM).
Analisis Kualitas Blended Learning Menggunakan Framework Sloan Consortium Pillars Quality (studi Kasus : Telkom Pjj) Heru Sudarsono; Sri Widowati; Dawam Dwi Jatmiko Suwawi
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Peningkatan kualitas pada metode pembelajaran pada sebuah institusi pendidikan dilakukan untuk mengetahui tingkat kualitas dari pembelajar, yang nantinya dapat meningkatkan daya saing agar mencapai tujuan yang ditentukan oleh institusi pendidikan. Begitu pula metode pembelajaran pada Telkom PJJ. Telkom PJJ telah mengusung metode pembelajaran berbasis face to face dan e- learning [1]. Beberapa model proses untuk mengukur kualitas blended learning memang dapat dilakukan oleh beberapa model. Permasalahanya, beberapa model dan standar untuk mengukur kualitas blended learning dirasa kurang cukup memadai dalam merepresentasikan karena menggunakan cara yang manual. Penggunaan cara manual tentunya akan memerlukan waktu yang tidak sebentar karena harus melewati beberapa tahap proses pengukuran. Oleh karena itu pada tugas akhir ini, penulis ingin mengimplementasikan salah satu model untuk pengukuran blended learning yaitu Framework Sloan Consortium Pillars pada Telkom PJJ dengan website sehingga institusi pendidikan dapat mengetahui kualitas blended learning yang mereka terapkan menurut Framework Sloan Consortium Pillars dengan lebih mudah dan cepat. Kata kunci: Telkom PJJ, Blended learning, E-learning, Face to Face Learning, Framework Sloan Consortium Pillars, Website.
Evaluasi Website Akademik Menggunakan Iso/Iec 9126 Martiana Rochmani; Eko Darwiyanto; Dawam Dwi Jatmiko Suwawi
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan website untuk mendukung aktivitas akademik dalam dunia pendidikan terus berkembang sehingga website yang berkualitas pun diperlukan. Namun, standar evaluasi kualitas website masih terbatas. ISO 9126 adalah standar evaluasi yang telah diakui secara internasional dalam mengevaluasi sebuah perangkat lunak dari sisi software engineering. Model ini dipandang sebagai standar yang pengukurannya cukup valid, reliable dan efisien dalam mengukur kualitas dari sebuah perangkat lunak. Website akademik dalam penerapannya menggunakan perangkat lunak berupa website yang dapat diakses secara online baik oleh dosen maupun mahasiswa. Pada tugas ini dilakukan evaluasi kualitas website akademik menggunakan ISO/IEC 9126 pada website akademik Universitas Telkom. Evaluasi dilakukan untuk memastikan apakah website tersebut memenuhi harapan dan tujuan pengguna. Pengguna yang dimaksud dalam hal ini adalah mahasiswa. Karakteristik ISO/IEC 9126 mampu memberikan tolak ukur yang baik dalam mengevaluasi website akademik Universitas Telkom. Evaluasi difokuskan pada karakteristik functionality, reliability, usability dan efficiency. Berdasarkan hasil evaluasi diperoleh tiga karakteristik yang perlu untuk ditingkatkan yaitu reliability, usability dan functionality. Karakteristik efficiency ditemukan tidak valid sehingga tidak diikutkan dalam analisis dan rekomendasi dalam perbaikan selanjutnya. Kata Kunci— evaluasi, website akademik, ISO/IEC 9126, quality model, kano model, q-score
Audit Keamanan Sistem Informasi Akademik Sekolah Tinggi Farmasi Bandung Berbasis Risiko Dengan Menggunakan Standar Iso 27001 Muhammad Ikhsan; eko Darwiyanto; Dawam Dwi Jatmiko Suwawi
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tugas akhir ini akan dilakukan audit berbasis risiko dengan menggunakan standar ISO 27001di Sekolah Tinggi Farmasi Bandung (STFB). ISO 27001 adalah standar yang biasa digunakan untuk mengaudit keamanan sistem informasi sebuah perusahaan dan digunakan untuk menghasilkan dokumen (temuan dan rekomendasi) yang merupakan hasil dari audit keamanan sistem informasi perusahaan tersebut. Selain itu hasil audit juga akanmenggambarkan tingkat kematangan (Maturity Level) , tingkat kelengkapan penerapan SNI ISO/IEC 27001:2009 dan peta area tata kelola keamanan sistem informasi di Sekolah Tinggi Farmasi Bandung (STFB) dengan menggunakan Capability Maturity Model for Integration (CMMI).Berdasarkan hasil analisis risikodalam penelitian ini, ditentukan 16 kontrol objektif dan 57 kontrol keamanan yang tersebar dalam 4 klausal ISO 27001.Dari hasil audit dapat disimpulkan bahwa nilai tingkat kematangan tata kelola keamanan sistem informasi STFB adalah 2,5 yang berarti tingkat keamanan masih berada pada level 2 planned and tracked (sudah direncanakan dan dilacak secara aktif) namun telah mendekati level 3 well defined (telah didefinisikan dengan baik) Kata kunci :SMKI, Teknologi informasi, ISO 27001, Risiko, CMMI, Maturity Level
Implementasi Sistem Informasi Pelaporan Pemberantasan Narkoba dan Pengujiannya menggunakan Standard ISO 9126-4 (Studi Kasus BNNK Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi) M. Dhio Rizky Putra; Eko Darwiyanto; Dawam Dwi Jatmiko Suwawi
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penerapan Sistem Informasi sangat diperlukan untuk membantu melakukan pengelolaan laporan yang masuk pada BNNK Tanjab Timur, karena proses yang terjadi pada BNNK Tanjung Jabung Timur masih dilakukan secara manual. Sistem Informasi ini diterapkan agar mempermudah masyarakat untuk dapat berinteraksi langsung dengan pihak BNNK Tanjab Timur dengan aman serta data yang masuk dapat langsung dikelola secara komputerisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji Sistem Informasi yang diterapkan untuk dapat diketahui dari segi Kualitas Penggunaannya, apakah dapat digunakan secara efektif dan efisien oleh Pihak BNNK dan Masyarakat Tanjab Timur. ISO 9126-4 Metrik Kualitas Penggunaan digunakan untuk mengukur sejauh mana Sistem Informasi ini memenuhi kebutuhan yang ditentukan pengguna untuk mencapai tujuan tertentu. Didalam Standard ISO 9126-4 ini terdapat Faktor Efektivitas, Keamanan, Produktivitas, dan Kepuasan yang digunakan untuk mengukur dari segi kualitas penggunaannya seperti seberapa efektif, aman, produktif dan puas user dalam menggunakan Sistem Informasi Pelaporan Pemberantasan Narkoba. Penelitian ini dilakukan pada BNNK Tanjab Timur Provinsi Jambi dan diperoleh hasil bahwa Faktor Efektivitas dan Keamanan berada pada Level Medium. Sedangkan dari segi Faktor Produktivitas dan Kepuasan didapati berada pada Level High. Untuk Hasil Akhir yang didapati dari keseluruhan 4 Faktor berdasarkan ISO 9126-4 didapati pada level Kualitas Penggunaan High atau Baik. Kata kunci : Sistem Informasi, ISO 9126-4, Metriks, Efektivitas, Keamanan, Produktivitas, Kepuasan. Abstract The application of the Information System is very necessary to help manage the reports that enter the National Tanjab BNNK, because the process that occurs at the Tanjung Jabung Timur BNNK is still done manually. This Information System is implemented to make it easier for the public to interact directly with the East Tanjab BNNK safely and the incoming data can be directly computerized. This study aims to test the Information System that is applied to be known in terms of its Quality of Use, whether it can be used effectively and efficiently by the National Narcotics Agency and East Tanjab Community. ISO 9126-4 Usage Quality Metrics are used to measure the extent to which this Information System meets user-defined needs to achieve certain goals. In this ISO 9126-4 Standard there are Factors of Effectiveness, Security, Productivity and Satisfaction that are used to measure in terms of the quality of their use such as how effective, safe, productive and satisfied the user is in using the Information System for Narcotics Eradication Reporting. This research was conducted at BNNK Tanjab Timur Jambi Province and obtained results that the Effectiveness and Security Factors were at Medium Level. Whereas in terms of Productivity Factors and Satisfaction found to be at the High Level. For the final results found from all 4 factors based on ISO 9126-4, it is found at the level of high or good quality of use. Keywords: Information Systems, ISO 9126-4, Metrics, Effectiveness, Safety, Productivity, Satisfaction
Analisis Kualitas Sistem Presensi Pada Igracias Universitas Telkom Menggunakan Standar Iso 9126 Dandles Banjarnahor; Eko Darwiyanto; Dawam Dwi Jatmiko Suwawi
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Mengetahui kualitas sebuah perangkat lunak merupakan elemen penting dalam proses penjaminan kualitas. Standar evaluasi kualitas perangkat lunak saat ini masih terbatas. ISO/IEC 9126 adalah adalah model standar internasional yang diterbitkan oleh ISO untuk evaluasi kualitas perangkat lunak. Model ini mempunyai standar pengukuran yang valid, reliabel, dan efisien dalam mengukur kualitas perangkat lunak. Sistem presensi i-Gracias adalah sistem yang digunakan oleh mahasiswa untuk melakukan presensi pada kegiatan perkuliahan. Pada penelitian ini dilakukan analisis kualitas sistem presensi pada i-Gracias Universitas Telkom untuk mengetahui kualitasnya dan untuk menentukan bagian mana yang layak dijadikan rekomendasi usulan perbaikan untuk sistem yang lebih baik. Sudut pandang penelitian berfokus kepada kepuasan pengguna dalam menggunakan sistem. Karakteristik yang digunakan dalam pengujian adalah functionality, reliability, usability, dan efficiency. Berdasarkan analisis yang dilakukan didapatkan bahwa karakteristik functionality, reliability, usability, dan efficiency berada pada level baik. Secara keseluruhan sistem presensi i-Gracias menurut pengguna berada pada level memuaskan. Sedangkan untuk rekomendasi perbaikan dilakukan kepada dua item dengan persentase paling rendah. Kata Kunci : perangkat lunak, analisis, kualitas, ISO 1926. Abstract Knowing the quality of asoftware is an important element in the process of quality guarantee. Software quality evaluation standards are currently limited. ISO / IEC 9126 is an international standard model published by ISO for software quality evaluation. This model has a valid measurement standard, reliable, and efficient in measuring software quality. Presence system i-Gracias is a system used by students to conduct presensi on lectures activities. In this research, the quality of attendance system at i-Gracias University of Telkom is done to know the quality and to determine which parts should be recommended for improvement recommendation for better system. The research viewpoint focuses on user satisfaction in using the system. Characteristics used in testing are functionality, reliability, usability, and efficiency. Based on the analysis, it was found that three characteristics entered in the category good and one other characteristic got the category good enough. As for the recommendation of improvement made to two items that fall into the category of less good so it needs improvement. Keywords: software, analysis, quality, ISO 1926.