Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analisis Perbandingan Efektivitas Pra-Pengolahan Terhadap Reka Bentuk Sidik Jari Menggunakan Estimasi Orientasi Novan Wijaya
Techno.Com Vol 20, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : LPPM Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/tc.v20i2.4329

Abstract

Estimasi orientasi merupakan suatu langkah penting dalam berbagai proses reka bentuk citra sidik jari, termasuk perbaikan dan klasifikasi sidik jari. Pada berbagai metode pengolahan citra sidik jari sebelum dilakukan langkah estimasi orientasi seringkali didahului oleh berbagai langkah pra-pengolahan. Berbagai langkah pra-pengolahan tersebut sedikit banyak memiliki pengaruh terhadap kualitas hasil estimasi orientasi. Untuk menguji pengaruh dari berbagai kombinasi pra-pengolahan tersebut akan digunakan perangkat lunak yang dibangun untuk penelitian ini. Perangkat lunak yang dihasilkan pada penelitian ini adalah suatu perangkat lunak yang mampu melakukan kombinasi pra-pengolahan dari tiga jenis pra-pengolahan yang umum dipakai, yaitu normalisasi, segmentasi, dan penghapusan derau, dan kemudian mampu melakukan estimasi orientasi, sehingga dapat dianalisis efektivitas masing-masing kombinasi pra-pengolahan terhadap estimasi orientasi. Dengan demikian dapat diketahui kombinasi pra-pengolahan manakah yang paling efekif untuk melakukan reka bentuk sidik jari menggunakan estimasi orientasi.
Pengenalan Tulisan Tangan Huruf Latin Bersambung Menggunakan Local Binary Pattern dan K-Nearest Neighbor Vivin Oktavia; Novan Wijaya
JISKA (Jurnal Informatika Sunan Kalijaga) Vol. 7 No. 3 (2022): September 2022
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jiska.2022.7.3.211-225

Abstract

There are 26 Latin letters in Indonesia, 5 of which are vowels and 21 consonants. This study will translate handwriting with a Latin object using the K-Nearest Neighbor method with the Local Binary Pattern extension. The research is being done with a focus on experimentation using a few methods that have already been discussed. Concatenated Latin letters have a few variations that depend on the work's author, so research will be conducted to identify cursive Latin letters based on these variations. Each of the 30 respondents wrote 26 capital letters and 26 lowercase letters on paper, which was then scanned to provide the image data. Black, blue, and red pens were used to write by every ten responders. The recognition procedure is broken into two halves, capital and non-capital letter recognition using 780 picture datasets each. In the study, k-fold cross-validation is used, with k = 6. The best value was reached at k = 7 with 29.49 percent accuracy, 33.88 percent precision, recall 33.46 percent, and F1-score 27.65 percent according to the research utilizing KNN with values k = 3, 5, and 7. and for recognizing non-capital characters, the best result was found at k=3 with accuracy, precision, recall, and F1-score of 26.28, 27.27, and 22.7%, respectively.
Penerapan Metode Design Thinking pada Perancangan Prototype Aplikasi Payoprint Berbasis Android Tri Buana Ayu; Novan Wijaya
MDP Student Conference Vol 2 No 1 (2023): The 2nd MDP Student Conference 2023
Publisher : Universitas Multi Data Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1528.757 KB) | DOI: 10.35957/mdp-sc.v2i1.4065

Abstract

Perusahaan kebanyakan sekarang sudah menerapkan sistem informasi, salah satunya PT Inaprint Lentera Teknologi Sriwijaya yang telah mengimplementasikan aplikasi berbasis website. PT Inaprint Lentera Teknologi Sriwijaya adalah usaha yang bergerak dibidang percetakan online di Palembang yang bisa diakses melalui halaman website https://www.payoprint.id/. Namun website tersebut, masih memiliki permasalahan dari segi pemesanan produk yang kurang kompleksitas dalam proses transaksi yang dilakukan oleh pelanggan. Rancangan aplikasi ini dibuat sesuai dengan pengalaman dan kebutuhan pengguna, menggunakan metodologi Design Thinking yang memiliki lima tahapan yaitu Empathize, Define, Ideate, Prototype, dan Test. Perancangan prototype aplikasi Payoprint berbasis android ini menggunakan aplikasi FIGMA, dengan dirancangan aplikasi ini dibuat sebagai bahan acuan dalam pengembangan aplikasi lebih lanjut lagi pada PT Inaprint Lentera Teknologi Sriwijaya.
Sistem Informasi Manajemen Distribusi Hasil Laut pada CV Aldo Saputra M Rafli; Novan Wijaya; Dicky Pratama
MDP Student Conference Vol 2 No 1 (2023): The 2nd MDP Student Conference 2023
Publisher : Universitas Multi Data Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1090.497 KB) | DOI: 10.35957/mdp-sc.v2i1.4103

Abstract

CV Aldo Saputra terletak di Sungsang merupakan perusahaan Distribusi hasil laut, yang berdiri pada tahun 2011. Perusahaan ini mendistribusikan hasil laut seperti ikan dan udang dengan kualitas yang sangat baik. Manajemen distribusi pada CV Aldo Saputra terjadi beberapa kendala sebab aktifitas yang masih dijalankan dengan sistem manual yang tidak menjamin keakuratan data. Sistem manual masih menggunakan catatan. Tujuan pembuatan aplikasi ini adalah untuk membuat suatu sistem informasi manajemen distribusi hasil laut berbasis web pada CV Aldo Saputra sebagai solusi untuk mengatasi masalah dalam pengolahan data yang masih manual. Tujuan ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja karyawan dalam pengolahan data menjadi lebih cepat, tepat, dan efisien. Metode yang diterapkan menggunakan metode waterfall. Metodologi waterfall memiliki beberapa langkah yaitu analisa kebutuhan, Desain Sistem, Penulisan Kode Program, Pengujian Program dan Penerapan Program. Pembuatan aplikasi ini menggunakan bahasa pemrograman javascrip dan database MySQL.
Identification of an Individual's Iris Using Euclidean and Mahalanobis Diagrams Novan Wijaya
Jurnal CoreIT: Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi Vol 9, No 1 (2023): June 2023
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (882.378 KB) | DOI: 10.24014/coreit.v9i1.18681

Abstract

The purpose of this study is to compare Euclidean and Mahalanobis geometry as a means of identifying a person using their iris. Iris is the only biometric that is truly unique and is extremely difficult to perform, making it the single most important consideration in the improvement of system security. To obtain the desired results, namely preprocessing and feature extraction, various methods will be used in image processing. Methods like the Gaussian filter, the operator sobel, and thresholding will be used in the pengolahan. Utilize the United Moment Invariant method to extend the circle (UMI). For projects that use the method of comparing the strengths of FAR and GAR, a smaller FAR was obtained for the eulidean to mahalanobis ratio. Additionally, value distance mahalanobis is smaller compared to FAR for GAR penetration. Keywords: Gaussian Filter, Iris, Sobel Operator, United Moment Invariat
Penerapan Augmented Reality untuk Edukasi Pemeliharaan Hewan di Petshop: Systematic Literature Review Eric Candra; Nabila Nabila; Novan Wijaya
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI) Vol 8, No 2 (2025): April 2025
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v8i2.8963

Abstract

Abstrak - Teknologi Augmented Reality (AR) semakin berkembang dan memiliki potensi besar dalam bidang edukasi, termasuk dalam pemeliharaan hewan di petshop. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manfaat dan tantangan implementasi AR dalam edukasi perawatan hewan. Berdasarkan kajian literatur terhadap 12 artikel, ditemukan bahwa penggunaan AR dapat meningkatkan pemahaman pemilik hewan melalui visualisasi interaktif dan kemudahan akses informasi. Selain itu, interaktivitas AR memungkinkan pengguna untuk melihat simulasi perawatan hewan secara lebih mendalam dan efektif dibandingkan dengan metode edukasi tradisional. AR juga memyampaikan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan juga menarik bagi pengguna, sehingga bisa meningkatkan motivasi mereka dalam merawat hewan peliharaan dengan baik. Selain itu, teknologi ini dapat membantu pemilik hewan memahami berbagai aspek kesehatan dan nutrisi yang dibutuhkan oleh hewan peliharaan mereka secara lebih mendalam dan mudah. Namun, terdapat beberapa tantangan dalam implementasinya, seperti keterbatasan perangkat, kurangnya pemahaman pengguna, serta biaya pengembangan yang masih tinggi. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi antara pengembang teknologi, tenaga ahli perawatan hewan, dan pemilik petshop untuk memastikan implementasi AR dapat berjalan optimal. Dengan pemanfaatan yang tepat, teknologi AR berpotensi menjadi alat edukasi yang efektif dalam meningkatkan kualitas perawatan hewan peliharaan. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan AR secara langsung di petshop dan mengembangkan solusi yang lebih efisien.Kata kunci: Augmented Reality, edukasi, pemeliharaan hewan, teknologi interaktif, petshop Abstract - Augmented Reality (AR) technology is rapidly evolving and holds great potential in education, including pet care in pet shops. This study goals to analyze the advantages and challenges of implementing AR in pet care education. Based on a literature review of 12 articles, it was found that AR usage can enhance pet owners' understanding through interactive visualization and easy access to information. Additionally, AR interactivity allows users to view pet care simulations in a more in-depth and effective manner compared to traditional educational methods. AR also provides a more enjoyable and engaging learning experience, increasing users' motivation to properly care for their pets. Furthermore, this technology can help pet owners better understand various aspects of pet health and nutrition in a more comprehensive and accessible way. However, several challenges exist in its implementation, such as device limitations, lack of user awareness, and high development costs. Therefore, collaboration among technology developers, pet care professionals, and pet shop owners is necessary to ensure optimal AR implementation. With proper utilization, AR technology has the potential to be an effective educational tool in improving pet care quality. Further research is needed to evaluate AR usage effectiveness in pet shops and develop more efficient solutions.Keywords: Augmented Reality, education, pet care, interactive technology, petshop.