Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Indonesian Journal on Computing (Indo-JC)

Implementasi User Centered Requirements Engineering pada Perancangan Aplikasi Panduan Informasi Pertanian untuk Petani Arian Nurrifqhi; Sri Widowati; Mahmud Imrona
Indonesia Journal on Computing (Indo-JC) Vol. 4 No. 2 (2019): September, 2019
Publisher : School of Computing, Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34818/INDOJC.2019.4.2.256

Abstract

Kebutuhan para petani terhadap informasi di bidang pertanian sangat beragam. Selama ini para petani hanya memanfaatkan pengetahuan informasi pertanian secara turun temurun. Meskipun teknologi sudah memasuki sektor pertanian seperti penggunaan perangkat telepon pintar (smartphone). Akan tetapi penggunaannya masih belum produktif karena belum adanya aplikasi mobile yang dapat menyediakan informasi pertanian secara terpadu. Sehingga diperlukan metode User Centered Requirements Engineering (UCRE) sebagai proses mengklasifikasikan kebutuhan informasi petani yang sangat beragam dan dikemas ke dalam model perancangan aplikasi informasi pertanian secara terpadu. Hasil rancangan aplikasi itu diperoleh ukuran usability sebesar 80.32% dan correctness sebesar 79% sehingga menggambarkan nilai kualitas yang baik terhadap aplikasi berdasarkan kebutuhan kegunaan dan ketepatan informasi dalam pengujian metode McCall.
Deteksi Pola Ambiguitas Struktural pada Spesifikasi Kebutuhan Perangkat Lunak menggunakan Pemrosesan Bahasa Alami Chlaudiah Julinar Soplero Lelywiary; Sri Widowati; Kemas Muslim Lhaksamana
Indonesia Journal on Computing (Indo-JC) Vol. 4 No. 3 (2019): December, 2019
Publisher : School of Computing, Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34818/INDOJC.2019.4.3.355

Abstract

Spesifikasi Kebutuhan Perangkat Lunak (SKPL) merupakan dokumen yang dihasilkan dari proses rekayasa kebutuhan dan memegang peranan penting dalam pengembangan perangkat lunak. Sekitar 87.7% dokumen SKPL ditulis menggunakan bahasa alami. Masalah terbesar dalam penulisan dengan bahasa alami adalah kesalahan interpretasi yang disebabkan karena terdapat kata-kata yang ambigu. Jika terjadi ambigu dan tidak dideteksi secepat mungkin, maka kesalahan interpretasi dapat mengarah pada hasil perangkat lunak tidak sesuai dengan kebutuhan pengguna. Hal ini membuat masalah ambigu dalam SKPL sangat penting untuk ditangani. Sudah terdapat berbagai penelitian mengenai solusi penanganan ambigu dalam SKPL, dan hampir sebagian besar menggunakan SKPL dalam Bahasa Inggris. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi ambigu yang terjadi akibat struktur pernyataan kebutuhan perangkat lunak yang salah pada SKPL dalam Bahasa Indonesia. Adapun metode yang diusulkan adalah pola bahasa alami berdasarkan Part-of-Speech Tag Hidden Markov Model-Viterbi, dan pola tersebut dideteksi dengan Regular Expression Parsing. Pola bahasa alami yang diusulkan dievaluasi dengan nilai indeks Kappa. Hasil dari analisis pola bahasa alami memiliki nilai indeks Kappa tertinggi sebesar 0.9139, yang berarti ahli sangat sepakat terhadap hasil deteksi ambigu struktural dengan pola bahasa alami.
Implementation of Analytical Hierarchy Process (AHP) for Determining Priority of Software Assessment in West Java Provincial Government Based on ISO/IEC 25010 (Case Study: Sapawarga Application) Nisrina Nurhuda; Eko Darwiyanto; Sri Widowati
Indonesia Journal on Computing (Indo-JC) Vol. 6 No. 1 (2021): April, 2021
Publisher : School of Computing, Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34818/INDOJC.2021.6.1.525

Abstract

The quality of the software is defined ISO as the totality of the features and characteristics of the product or services that depend on the ability to satisfy user needs. Sapawarga is software used to meet the needs of citizens in channeling aspirations, proposals, and obtaining information in one application. There are some negative comments about the app on Google’s app store. This indicates there are quality issues in sapawarga software. The results of a follow-up survey showed users of the application experienced a 45.20% decrease, due to the server not responding, difficulty finding information, etc. This research was conducted to evaluate the quality of the software based on ISO 25010 consisting of eight characteristics including functional suitability, reliability, usability, performance efficiency, maintainability, portability, security, and compatibility. The AHP pairing comparison method is used to select the three most important ISO characteristics. These three most important characteristics are then used to assess the application of sapawarga and propose recommendations for improvement. Based on expert judgment using AHP pair comparison method, the three characteristics that most affect the application of sapawarga are functional suitability, usability, and performance efficiency with interest rates of 24.9%, 23.2%, 16.5%.