Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : BAHAS

FILSAFAT BAHASA SEBAGAI FUNDAMEN KAJIAN BAHASA Basyaruddin Basyaruddin
BAHAS Vol 26, No 1 (2015): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v26i1.5526

Abstract

Berbeda dengan cabang- cabang filsafat lainnya, filsafat bahasa termasuk bidang yang kompleks dan sulit ditentukan lingkup pengertiannya (Devitt, 1987). Namun demikian bukanlah berarti filsafat bahasa itu merupakan bidang filsafat yang tidak jelas objek pembahasannya. Filsafat bahasa sebagaimana bidang-bidang filsafat lainnya,  seperti filsafat hukum, filsafat manusia, filsafat alam, filsafat sosial dan bidang-bidang filsafat lainnya, membahas, menganalisis dan mencari hakikat bahasa sebagai objek material filsafat bahasa tersebut (Davis, 1976). Pengertian tersebut harus  dibedakan dengan pengertian filsafat analitika bahasa yang menggunakan bahasa sebagai alat analisis konsep-konsep dan masalah-masalah filsafat. Oleh karena itu filsafat bahasa dalam pengertian ini membahas  bahasa sebagai objek material filsafat, sehingga filsafat bahasa membahas hakikat bahasa itu sendiri.     Kata Kunci: Filsafat dan Filsafat Bahasa
MORFOSINTAKSIS BAHASA MELAYU BATUBARA (Kajian Pada Verba Persepsi: teŋok (lihat) dan doŋo (dengar) BASYARUDDIN BASYARUDDIN
BAHAS Vol 25, No 4 (2014): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v25i4.2480

Abstract

Dalam bahasan linguistik terdapat kajian morfologi dan sintaksis. Pada hakikatnya morfologi membicarakan struktur internal kata, yaitu proses pembentukan kata dasar menjadi kata jadian  berdasarkan peristiwa afiksasi (kata berimbuhan), reduplikasi (kata ulang), dan komposisi (kata majemuk). Kata jadian dibicarakan dari segi bentuk, fungsi, dan maknanya. Sedangkan sintaksis membicarakan kata dalam hubungannya dengan kata lain sebagai suatu satuan ujaran. Morfosintaksis bukanlah kajian morfologi dan sintaksis yang terpisah antara keduanya. Morfosintaksis adalah sebuah bidang kajian dalam linguistik, yang keberadaannya sama dengan kajian morfologi dan sintaksis. Dengan demikian morfosintaksis adalah kajian mengenai perubahan-perubahan fungsi, peran, dan kategori di dalam kalimat yang diakibatkan perubahan morfem, dan sebaliknya perbedan-perbedaan morfem/ kata yang digunakan itu adalah akibat dari proses sintaksis. Dengan demikian morfosintaksis bukanlah kajian morfologis dan sintaksis yang masing-masing berdiri sendiri secara lepas hubungan, melainkan dua bidang kajian yang saling behubungan sebagai hubungan kausal. Dalam tulisan ini diperbincangkan morfosintaksis bahasa Melayu Batubara, karena bahasa Melayu Batubara secara fonologi dan kosakata berbeda dengan bahasa Melayu lainnya, seperti bahasa Melayu Langkat, Melayu Deli, dan Melayu Tanjungbalai.   Kata Kunci:  morfosintaksis bahasa Melayu Batubara
MORFOSINTAKSIS BAHASA MELAYU BATUBARA (Kajian Pada Verba Persepsi: teŋok (lihat) dan doŋo (dengar) BASYARUDDIN BASYARUDDIN
BAHAS Vol 25, No 4 (2014): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v25i4.2482

Abstract

Dalam bahasan linguistik terdapat kajian morfologi dan sintaksis. Pada hakikatnya morfologi membicarakan struktur internal kata, yaitu proses pembentukan kata dasar menjadi kata jadian  berdasarkan peristiwa afiksasi (kata berimbuhan), reduplikasi (kata ulang), dan komposisi (kata majemuk). Kata jadian dibicarakan dari segi bentuk, fungsi, dan maknanya. Sedangkan sintaksis membicarakan kata dalam hubungannya dengan kata lain sebagai suatu satuan ujaran. Morfosintaksis bukanlah kajian morfologi dan sintaksis yang terpisah antara keduanya. Morfosintaksis adalah sebuah bidang kajian dalam linguistik, yang keberadaannya sama dengan kajian morfologi dan sintaksis. Dengan demikian morfosintaksis adalah kajian mengenai perubahan-perubahan fungsi, peran, dan kategori di dalam kalimat yang diakibatkan perubahan morfem, dan sebaliknya perbedan-perbedaan morfem/ kata yang digunakan itu adalah akibat dari proses sintaksis. Dengan demikian morfosintaksis bukanlah kajian morfologis dan sintaksis yang masing-masing berdiri sendiri secara lepas hubungan, melainkan dua bidang kajian yang saling behubungan sebagai hubungan kausal. Dalam tulisan ini diperbincangkan morfosintaksis bahasa Melayu Batubara, karena bahasa Melayu Batubara secara fonologi dan kosakata berbeda dengan bahasa Melayu lainnya, seperti bahasa Melayu Langkat, Melayu Deli, dan Melayu Tanjungbalai.   Kata Kunci:  morfosintaksis bahasa Melayu Batubara
KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPOSISI DENGAN MENGGUNAKAN METODE CRUSH WORD (TEBAK KATA)SISWA KELAS VIII SMP TAMAN SISWA LUBUK PAKAM TAHUN PEMBELAJARAN 2018/2019 Ester Meriati Hasibuan; Basyaruddin Basyaruddin
BAHAS Vol 31, No 1 (2020): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v31i1.18585

Abstract

Abstrak  Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan menulis teks eksposisi siswa kelas VIII SMP Taman Siswa Lubuk Pakam. Metode yang digunakan dalam penelitian  ini adalah metode quasi eksperimen dengan desain one group pre-test post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kemampuan menulis teks eksposisi siswa kelas VIII SMP Taman Siswa Lubuk Pakam tahun pembelajaran 2018/2019 sebelum menggunakan metode Crush Word (tebak kata) berada dalam kategori cukup dengan nilai rata-rata 62,8 dan kemampuan menulis teks eksposisi setelah menggunakan metode Crush Word (tebak kata) berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata 75,3. Kemampuan siswa kelas VIII SMP Taman Siswa Lubuk Pakam dalam menulis teks eksposisisebelum menggunakan metodecrush word(tebak kata) menunjukkan rata-rata 62,8. Sesudah dilakukan pembelajaran menggunakan metodecrush word(tebak kata) terjadi peningkatan kemampuan menulis teks eksposisi siswa dengan rata-rata 75,3. Identifikasi hasil sesudah diterapkan metodecrush word (tebak kata) pada pembelajaran menulis teks eksposisi termasuk dalam ketegori baik. Kata Kunci: metode crush word, menulis, teks eksposisi
KATA MAJEMUK BAHASA INDONESIA SUATU KAJIAN LINGUISTIK TRANSFORMASIONAL GENERATIF Basyaruddin Basyaruddin
BAHAS Vol 26, No 2 (2015): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v26i2.5549

Abstract

Morfologi adalah ilmu bahasa yang memperbincangkan proses pembentukan kata. Di dalam Bahasa Indonesia, ada tiga cara pengembangan pembentukan kata, yaitu afiksasi, reduplikasi dan komposisi. Komposisi sebagai unsur pembentukan kata lebih dikenal dengan pemajemukan atau kata majemuk. Pemajemukan adalah suatu proses pembentukan kata-kata baru dengan menggabungkan dua kata atau lebih. O’Grady dan Dobrovolsky (dalam Ba’dulu dan Herman, 2005:30)  mengatakan bahwa pemajemukan adalah suatu proses yang mencakup penggabungan dua kata (dengan atau tanpa afiks) untuk menghasilkan suatu kata baru. Konsep pemajemukan menurut ahli di atas inilah yang dikenal dengan nama kata majemuk.  Menurut Baeur (1983:201), cara yang biasa digunakan untuk mengkasifikasikan kata majemuk ialah berdasarkan fungsi yang dimainkannya dalam kalimat sebagai nomina, verba, adjektiva dan  sebagainya. Berdasarkan ujudnya yang terdiri dari dua kata, hampir  tidak dapat dibedakan antara kata mejemuk dengan frasa. Untuk itu di dalam tulisan ini dipaparkan analisis kata majemuk dalam bahasa Indonesia menurut kajian Linguistik Transformasional Generatif.   Kata Kunci: Kata Majemuk, Linguistik Transformasional Generatif