Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Prosiding Semnastek

MEMPREDIKSI KEKASARAN PERMUKAAN BENDA KERJA BERBASIS SIMULASI PEMESINAN 3D Fauzan Fauzan; Alchalil Alchalil
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekasaran permukaan hasil proses pemesinan merupakan bagian yang menjadi perhatian penting dalam menentukan kualitas permukaan benda kerja. Dalam upaya menghemat biaya operasional produksi dan meningkatkan produktifitas kerja maka penelitian untuk memprediksi kekasaran permukaan proses pemesinan menjadi sangat diperlukan. Penelitian dengan berbagai metode dan algoritma telah banyak dilakukan.  Dalam artikel ini akan dibahas suatu cara yang memungkinkan untuk menduga kekasaran permukaan teoritis berdasarkan hasil pemesinan permukaan 3D secara simulasi. Proses pemesinan dilakukan terhadap benda kerja permukaan datar dengan face mlling.Metode ini dilakukan dengan membangun sistem pemesinan virtual menggunakan perangkat lunak CAD/CAM yang dibuat seidentik mungkin dengan mesin perkakas sebenarnya. Eksperimen dilakukan terhadap benda kerja ST 37  sebagai objek pengukuran kekasaran permukaan. Hasil pengukuran akan menjadi data yang akan digunakan dalam menentukan kekasaran permukaan berdasarkan masukan parameter pemesinan. Percobaan ini  memberikan hasil yang dekat dengan hasil pengukuran langsung sehingga cara ini dapat digunakan dalam memprediksi kekasaran permukaan benda kerja.
PENGARUH EFEK PARAMETER PIROLISIS TERHADAP YIELD ASAP CAIR DAN ARANG PADA PROSES PIROLISIS CANGKANG KEMIRI DENGAN REAKTOR PIPA API Fauzan Fauzan
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cangkang kemiri di beberapa daerah pertanian di Indonesia secara umum belum termanfaatkan dan terbuang begitu saja sebagai limbah. Penelitian ini menjelaskan tentang proses pirolisis biomassa cangkang kemiri menjadi produk cair dan arang. Proses pirolisis lambat di dalam reaktor menggunakan  pipa api agar panas yang diterima biomassa dapat lebih seragam. Temperatur dan laju pemanasan divariasikan masing-masing 250,300, 400, 500 dan 600 0C dan laju pemanasan  15, 30, 50 0C/menit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh temperatur dan laju temperatur  dalam reaktor terhadap produk asap cair dari cangkang buah kemiri. Yield asap cair tertinggi diperoleh 45.02% pada temperatur  500 0C dengan laju temperatur  50 0C/menit dan yield arang 39,86% pada temperatur 2500C dengan laju pemanasan 150C/menit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada korelasi yang signifikan antara temperatur pirolisis terhadap yield produk pirolisis.
PEMURNIAN ASAP CAIR TEMPURUNG KELAPA MELALUI DISTILASI DAN FILTRASI MENGGUNAKAN ZEOLIT DAN ARANG AKTIF Fauzan Fauzan; Muhammad Ikhwanus
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini menjelaskan tentang proses pemurnian asap cair dari hasil pirolisis tempurung kelapa di desa Krueng Mane, Aceh Utara menjadi produk dengan kriteria food grade. Tempurung kelapa dipilih sebagai bahan baku karena mengandung hemiselulosa, selulosa dan lignin yang menghasilkan senyawa anti mikroba seperti alkohol, fenol, aldehid, karbonil, keton dan piridin.  Asap cair yang diperoleh dari tahap pirolisis masih mengandung kadar tar dan benzonpiren tinggi sehingga belum aman diaplikasikan sebagai pengawet makanan. Untuk memperoleh sifat fungsional dari asap cair, maka asap cair dapat difraksinasi dengan beberapa metode, salah satunya adalah dengan melakukan distilasi. Distilasi dilakukan antara suhu 1000C hingga 1250C. Untuk menghasilkan tasteasap yang rendah maka asap cair yang diperoleh dari tahap distilasi dilakukan tahapan pengendapan, penyaringan dengan zeolit dan karbon aktif. Dengan metode ini asap cair yang dihasilkan berwarna bening  dan aroma asap yang jauh berkurang.