Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Strengthening the Political Democracy of Regional Head Candidates through Independent Channels in Aceh Dahlan A Rahman; M. Rizwan; Muchlis Muchlis
Budapest International Research and Critics Institute (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Vol 5, No 1 (2022): Budapest International Research and Critics Institute February
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v5i1.3743

Abstract

The significance of mapping the study of democratic parties through the presence of potential leaders as people's representatives in occupying executive positions in regional governments through individual channels. The unique path is a national legal political agreement in the area of elections that allows people who are not members of political parties to nominate themselves as regional heads in the Aceh region's provinces.The theory of political participation and leadership is used as a research mapping in an analytical scheme in this study. The research method employs a qualitative approach to interviewing techniques in order to examine the style of existence and political leadership of regional leaders on a case-by-case basis. The results explain: Individual candidates are more commonly referred to as "independent candidates" in Aceh, according to the findings. The existence of Pilkada became a doorway for former GAM political participation. Almost all GAM regional head candidates from governor to regent/mayor level won in the 2006 Pilkada. And in 2009 the individual candidates’ showed popularity in the Aceh regional elections decreased after former GAM formed a local political party in 2009 and discovered that a new independent candidate can win the pilkada if he possesses three characteristics: personal character, logistics, and political skills.
PELATIHAN PELAYANAN ADMINISTRASI PERKANTORAN MENUJU GAMPONG YANG GOOD GOVERNANCE DI GAMPONG KEUDE JRAT MANYANG KECAMATAN TANAH PASIR KABUPATEN ACEH UTARA Bobby Rahman; M Akmal; Rasyidin Rasyidin; Teuku Muzaffarsyah; Zulhilmi Zulhilmi; Dahlan A Rahman
Indonesian Community Service and Empowerment Journal (IComSE) Vol 3 No 1 (2022): Indonesian Community Service and Empowerment Journal (IComSE)
Publisher : Divisi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (DP2M) UNIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.012 KB) | DOI: 10.34010/icomse.v3i1.6010

Abstract

The process of administrative services is also less obtained by the community today due to a lack of understanding of technical services by the apparatus in gampong government offices. Service patterns that have not been well organized coupled with the unsanciplined service pattern add dull to the face of service in Gampong Jrat Manyang. This service presents several problem points that arise from partners, namely Gampong Administrative Services that have not been efficient so that basic training of administrative services is needed.. The method of implementation of pre-implementation of activities requires observation of the location of the devotion so that the criteria are obtained that become the basis of community assessment of services such as Tangible. The results showed the core apparatus was very large reaching 60 percent of the total 100 percent. So this percentage shows the interest of gampong government administrators Keude Jrat Manyang as trainees and they are aware that the administrative services carried out so far from efficient. Key words: service, administration, gampong, good governance
Implementation of Family Hope Program Policy in Lhokseumawe City Fauzan Fauzan; Dahlan Arahman; Nirzalin Nirzalin
Malikussaleh Social and Political Reviews Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Master Program of Sociology, Universitas Malikussaleh,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/mspr.v2i2.6342

Abstract

The purpose of this study is to find out the Implementation of Lhokseumawe City Government Policy on Family Hope Program (PKH), to know the constraints and the efforts made by the government in effectively supporting the Family Hope Program, and to know the process of collecting data of the very poor households (RTSM) as the target as PKH. The theory used in this research is the George Edward III Policy Implementation which consists of four variables namely Communication, Resources, Disposition and Bureaucratic Structure. The method used in this study is a qualitative method with a descriptive type. Data collection is done through observation, interviews and documentation. The results of this study show that: First, the Implementation of the Family Hope Program Policy in Lhokseumawe City is still not effective, the information about the hope family program (PKH) has not been fully understood by the society. Second, the constraints of the implementation of the policy interms of facilities to supporting operations are still lacking, the (PKH) benficiaries are not committed to the health and education of their children, the supervision and evaluation of the program has not run as expected. Third, efforts to providing special guidance through chaperones so that the families of PKH recipients have a commitment to health checks and the course of education. Fourth, the system of data collection of recipients of the hope family program (PKH) has not been carried out as the mechanism of implementation of the Family Hope Program (PKH) is proven not all gampong in Lhokseumawe City conduct village deliberations (Musdes) in determining very poor households (RTSM). Implementation of the hope family program (PKH) policy in Lhokseumawe City in terms of communication has not been done effectively because the program information provided to the family of the recipient of the hope family program (PKH) has not had a positive influence on the recipient's family life.
IMPLEMENTASI QANUN ACEH NOMOR 9 TAHUN 2019 TENTANG PENYELENGGARAAN PENANGANAN KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DAN ANAK Jannah, Aini; Nazaruddin, M.; Rahman, Dahlan A.
Jurnal Transparansi Publik (JTP) Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Transparansi Publik (JTP) - May 2022
Publisher : Program Magister Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtp.v2i1.7716

Abstract

Kekerasan terhadap perempuan terus meningkat setiap tahunnya, salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Aceh sebagai upaya untuk mengurangi angka kekerasan dalam rumah tangga maka Pemerintah Aceh mengeluarkan Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Penanganan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak. Akan tetapi impelementasi kebijakan ini belum berjalan dengan maksimal dalam menangani korban kekerasan di Kabupaten Bener Meriah, sehingga dalam penelitian ini akan melihat apa sajakah faktor pendukung serta faktor penghambat implementasi kebijakan penanganan korban kekerasan terhadap perempuan di Kabupaten Bener Meriah. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi kebijakan penanganan korban kekerasan terhadap perempuan di Kabupaten Bener Meriah belum berjalan dengan maksimal. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Diantaranya adalah sumber daya manusia yang belum memadai jumlahnya, sumber daya finansial yang sangat kurang, sarana dan prasarana yang belum memenuhi standar pelayanan yang baik. Hal lain yang menghambat implementasi kebijakan ini adalah tradisi masyarakat yang memiliki stigma bahwa melaporkan tindak kekerasan dalam rumah tangga merupakan pencemaran nama baik terhadap sebuah desa itu sendiri sehingga kekerasan ini kerap ditutupi oleh aparatur kampungn tersebut. Adapun faktor pendukung dari implementasi kebijakan penanganan kekerasan terhadap perempuan adalah sumber daya yang memiliki keahlian di bidangnya, komunikasi yang baik antar pengada pelayanan baik pelayanan kesehatan, bantuan hukum, hingga kasus selesai. Dan sosialisai kepada masyarakat yang dilakukan secara intensif.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Parwisata Hutan Manggrove di Gampong Meunasah Mesjid Kecamatan Muara Dua Kota Lhokseumawe Rahman, Dahlan A; Abubakar, Muhammad Bin; Zulhilmi, Alwi; Muchlis, Muchlis; Rizwan, M.
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, April 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v2i1.9244

Abstract

Lingkungan merupakan sebuah aspek yang paling penting dalam upaya pelestariannya untuk mengantisipasi terjadinya bencana. Namun yang paling terpenting adalah dapat menambah nilai ekonomis bagi masyarakat dalam wujud kesejahteraan.Maka Gampong Meunasah Mesjid di kecamatan Muara Dua Kota Lhokseumawe memiliki potensi tersebut. Pengambangan destinasi pariwisata lingkungan di Gampong Meunasah Mesjid perlu dilakukan dengan melakukan pemberdayaan masyarakat melalui pelestarian kawasan hutan manggrove. Tentu seluruh unsur perangkat gampong Meunasah Mesjid juga ikut terlibat dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat ini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat memberdayakan masyarakat dalam melakukan pengembangan kawasan pariwisata hutan manggrove dalam upaya pelestarian lingkungan. Hal ini juga mampu mengembangkan potensi destinasi pariwisata baru di kota Lhokseumawe. Sehingga pembinaan yang dilakukan oleh tim pengabdian kepada masyarakat mempu memberi peluang bagi masyarakat daalam upaya melestarikan lingkungan sekaligus sebagai destinasi pariwisata baru yang ada di Gampong Meunasah Mesjid. Metode yang digunakan lebih ke aspek pemberdayaan pada masyarakat. Luaran yang direncanakan seperti Publikasi Ilmiah pada jurnal pengabdian berbasis OJS status accepted, Publikasi kegiatan pada media cetak atau online Published, selanjutnya adanya MoA antara Tim Pegabdian kepada Masyarakat Universitas Malikussaleh dengan pemerintah Gampong Meunasah Mesjid di kecamatan Muara Dua Kota Lhokseumawe. Luaran Tambahan nantinya akan terdaftar pad HKI sebagai Hak Cipta Kekayaan Intelektual. diharapkan nantinya akan menjadi model pemberdayaan masyarakat dalam mengembangkan kawasan pariwisata hutan manggrove di Kota Lhokseumawe. Hasil Kegiatan ini menunjukkan bahwa Potensi pengembangan parwisata hutan manggrove sangat besar peluangnya dikembangkan di Gampong Meunasah Mesjid dan ini menjadi sebuah gampong percontohan destinasi pariwisata lingkungan yang ada di Kota Lhokseeumawe. Jika ini mampu dikembangkan maka akan terus dilakukan pembinaan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan Gampong Meunasah Mesjid menjadi desa binaan dalam model pengembangan kawasan pariwisata lingkungan dalam pembudidayaan manggrove. Selain itu juga dapat terwujud konsep wisata Halal dan menuju aspek ekowisata bahari.
Pendampingan Melalui Sosialisasi Tentang Bahaya Perundungan atau Bullying Pada Anak di Desa Bangka Jaya Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara A. Rahman, Dahlan; Abubakar, Muhammad Bin; Zulhilmi, Zulhilmi; Abdullah, Taufik; Mulyadi, Mulyadi; Rizwan, Muhammad; Faisal, Naidi; Muchlis, Muchlis
Jurnal Solusi Masyarakat (JSM) Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jsm.v2i1.17408

Abstract

Fenomena perundungan atau bullying memberikan sebuah fakta bahwa hal tersebut terjadi di kalangan orang dewasa, remaja dan anak. Karena berawal dari candaan menjadi hal yang serius dan berujung kepada hilangnya kepercayaan diri korban oleh pelaku perundungan atau bullying. Maka tidak mengherankan fenomena tersebut membuat hal yang dianggap lumrah namun membawa dampak yang besar bagi perkembangan mental korban perundungan. Hal ini yang sering membuat terjadinya ganguan mental dan traumatik sehingga perlu adanya penanganan yang lebih intens dilakukan oleh semua pihak termasuk peran dari orang tua. Jadi perundungan bukan hal yang biasa namun perlu adanya penanganan serius dari semua pihak sehingga tidak banyaknya korban dari anak-anak tersebut. Kegiatan Pkm ini dilaksanakan di desa Bangka Jaya terkait dengan sosialisasi terkait bahaya perundungan atau bullying pada anak. Maka pelaksanaan kegiatan PkM ini diharapkan mampu meningkatkan karakter anak-anak yang berbudi luhur dan memiliki rasa empati dan humanis. Sehingga perilaku perundungan atau bullying dapat dihindari yang paling penting dukungan dari semua pihak sehingga permasalahan ini bisa dihindari dan dimasa yang akan dating tidak ada lagi kasus perundungan atau bullying pada anak di desa Bangka Jaya Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara dan dapat menjadi percontohan sebagai wilayah yang bebas dari perilaku perundungan pada anak secara nasional.
Otonomi Daerah Khusus Aceh: Jembatan menuju Rekonsiliasi atau Sumber Ketegangan Baru A Rahman, Dahlan; bin Abubakar, Muhammad; Rizwan, Muhammad; Muntasir, Muntasir; Hidayat, Bimby
Jurnal Pemerintahan dan Politik Vol. 9 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jpg.v9i3.4459

Abstract

This article aims to explore whether Aceh's special autonomy has served more as a bridge to reconciliation or as a source of new tensions in the region. The article will examine various aspects of the implementation of special autonomy in Aceh, including the political, social and economic dynamics that accompanied it. The research uses a qualitative approach with a case study method. Through a comprehensive analysis, it is found that Aceh's special autonomy is a complex concept with various accompanying dynamics. On the one hand, special autonomy can serve as a bridge to reconciliation by providing space for the people of Aceh to express their identity and be involved in decision-making processes. However, on the other hand, special autonomy can also be a source of new tensions due to different interpretations of authority, conflicts of interest among local elites, and unresolved welfare issues. The challenges and dynamics of special autonomy in Aceh after the Helsinki MoU demonstrate the complexity of the situation faced by the province. While there are challenges in implementing special autonomy, there are also opportunities to strengthen democratic processes, economic empowerment, and socio-cultural integration in Aceh.
EVALUASI KEBIJAKAN PENGELOLAAN SAMPAH OLEH DINAS LINGKUNGAN HIDUP DI KABUPATEN GAYO LUES PROVINSI ACEH TAHUN 2021 Amaysah amaysah; Ngadisah Ngadisah; Dahlan A. Rahman
Publik: Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia, Administrasi dan Pelayanan Publik Vol. 11 No. 2 (2024): Publik: Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia, Administrasi, dan Pelayanan Publ
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37606/publik.v11i2.1185

Abstract

The aim of this research is to evaluate waste management policies by comparing policy objectives/targets with the results achieved. Gayo Lues Regency is one of the districts in Aceh Province. This type of research is descriptive with a qualitative approach. The problem currently faced in waste management is that waste management is not yet optimal, both in terms of services, operational and maintenance costs, institutions, regulations and community participation in its management. The theories used are evaluation theory and management dimensions. Researchers use a qualitative descriptive research design, to understand phenomena about what research subjects experience, for example behavior, perceptions, motivations, actions, etc. holistically, and by means of descriptions in the form of words and language, in a specific context. naturally and by utilizing various natural methods. The results of research on the Evaluation of Waste Management Policies at the Gayo Lues Regency Environmental Service show that the implementation of waste management in Gayo Lues Regency has not been effective, which can be seen from the planning system which is not evenly distributed across all sub-districts in Gayo Lues Regency, and has not been able to carry out waste clean-up activities. , and the waste bank program has not yet run as expected. This is because there are still obstacles, namely limited budget, human resources, and waste management facilities and infrastructure.
Evaluation of Lhokseumawe City Government Policy in Providing Capital Participation to Regional Company Ie Beusaree Rata Oktavian Agma, Teuku Fachkri; Alfian, Alfian; Anismar, Anismar; Fazil, Muhammad; A. Rahman, Dahlan
Jurnal Transparansi Publik (JTP) Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Transparansi Publik (JTP) - November 2024
Publisher : Program Magister Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtp.v4i2.19306

Abstract

PDAM Ie Beusare Rata Lhokseumawe City has not yet carried out an optimal evaluation of the Lhokseumawe City Government's policy in providing capital participation to regional drinking water companies (PDAM). This can be seen from human resources and budgets which are still not optimal. This thesis discusses the Evaluation of Lhokseumawe City Government Policy in Providing Capital Investment to Regional Drinking Water Companies (PDAM) using Dun's theory with indicators of Effectiveness, Efficiency, Adequacy, Equity, Responsiveness and Accuracy. The type of research used is descriptive qualitative with data collection techniques in the form of interviews, documentation and observation. The sampling technique was carried out using purposive sampling. Data sources use primary data, secondary data. Data analysis techniques using data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the research show that the Lhokseumawe City Government's policy evaluation in providing capital participation to regional drinking water companies (PDAM) is still not optimal. This is caused by inadequate human resources and a budget that is not in accordance with the Lhokseumawe City Government Policy in Providing Capital Participation to Regional Drinking Water Companies (PDAM). Recommendations for PDAM Ie Beusare Rata, Lhokseumawe City must improve quality human resources so that performance in providing services to the people of Lhokseumawe City will be more optimal.
Implementasi Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Melalui e-Procurement di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh Effendi, Efan; A. Rahman, Dahlan; Riau, Dwi Putranto
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 8, No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v8i2.2024.600-608

Abstract

Di era digital seperti saat ini, e-Procurement telah menjadi solusi yang diadopsi oleh banyak entitas pemerintahan untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam proses pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Gayo Lues. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan pengadaan barang dan jasa melalui e-Procurement di Kabupaten Gayo Lues, dan metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa Secara keseluruhan, implementasi kebijakan pengadaan barang dan jasa melalui e-Procurement di Kabupaten Gayo Lues menjanjikan, namun memerlukan upaya yang berkelanjutan untuk mengoptimalkan manfaatnya secara penuh. Dengan pemahaman yang mendalam tentang proses, tantangan, dan dampaknya, pemerintah daerah dapat terus melakukan perbaikan dan inovasi guna mencapai tujuan pembangunan yang lebih baik melalui pengadaan yang efektif dan transparan.