Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kinerja Termal Green Roof dengan Penggunaan Tanaman Hidroponik Fika Risdana; Abdul Munir; Ardian Ariatsyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 6, No 4 (2022): Volume 6, No.4, November 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.958 KB) | DOI: 10.24815/jimap.v6i4.21761

Abstract

Green roof merupakan sebagian atau seluruh permukaan atap suatu bangunan yang dilapisi oleh vegetasi dan media tanam dimana lapisan/membran yang digunakan memiliki sifat tahan air sehingga memungkinkan adanya sistem drainase di seluruh permukaan atap. hidroponik merupakan pengelolaan atau pemberdayaan air yang digunakan sebagai media tumbuh tanaman, pada penelitian ini green roof akan dilapisi dengan sistem tanam hidroponik guna membandingkan efek termah menggunakan tanaman hidroponik terhadap pengurangan suhu atap, serta dapat membantu dalam sektor pertanian perkotaan (urban farming). Penelitian ini dilaksanakan dalam 3 modul, yaitu modul pertama identifikasi kinerja termal pada green roof hidroponik jenis tanaman selada, modul kedua identifikasi kinerja termal pada green roof hidroponik jenis tanaman pokcoy, ketiga identifikasi kinerja termal pada modul green roof berisi air. Alat yang digunakan adalah Thermocouple wire yang dihubungkan dengan Data logger untuk membaca dan merekam data selama proses pengukuran.
EVALUASI SISTEM PROTEKSI BAHAYA KEBAKARAN PADA GEDUNG BADAN PENANGGULANGAN BENCANA ACEH Winardi Aramiko; Mochammad Afifuddin; Abdul Munir
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 2 (2021): Volume 11 Nomor 2, September 2021
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v11i2.484

Abstract

Abstrak Kantor Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) merupakan Kantor Pemerintah yang memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan penanggulangan bencana secara terencana, terpadu, dan menyeluruh dalam tahapan prabencana, saat tanggap darurat, dan pasca bencana. Salah satu hal yang penting dalam penanggulangan kebakaran adalah Emergency Response. Emergency Response dapat diartikan sebagai kecepatan penanganan kebakarannya, sebagai upaya pencegahan dan penanggulangannya agar manusia, bangunan gedung dan lingkungannya terhindar dari bahaya kebakaran yang lebih luas. Metode yang digunakan mix method menggabungkan antara kualitatif dan kuantitatif dengan pengumpulan data yaitu menggunakan data sekunder berupa peta kota Banda Aceh, Layout Gedung Kantor BPBA, Literatur-literatur, Permen PU, Jurnal yang berkaitan dengan penelitian ini dan data primer yang terdiri dari pengamatan terhadap kondisi Kantor BPBA, wawancara, kuesioner.  Responden yang digunakan adalah semua pegawai yang bekerja di Kantor BPBA berjumlah 115 orang dikurangi pilot study 30 orang. Dari analisis data penelitian terhadap 26 (dua puluh enam) variable dapat dijelaskan bahwa ada 7 (tujuh) variable yang mendapat skor kecil atau kurang baik dan dapat diartikan bahwa pada bagian variabel tersebut butuh perhatian untuk dilakukan perubahan. Strategi yang dapat dilakukan berdasarkan analisi SWOT adalah membentuk tim siaga tanggap darurat kebakaran yang dibekali dengan pendidikan dan pelatihan secara terencana terpadu dan menyeluruh; menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) penanggulangan bencana kebakaran berdasarkan peraturan perundang-undangan; melakukan simulasi kebakaran gedung secara rutin dan kontinyu; serta memperkuat sistem proteksi aktif lainnya diantaranya adalah membuat hidran air, alarm kebakaran dan smoke detector. Kata Kunci: Bencana, Emergency Response, Sistem Proteksi, Penanggulangan Kebakaran  Abstract The Aceh Disaster Management Agency office is a government office that provides services to the community in implementing disaster management activities in a planned, integrated and comprehensive manner in the pre-disaster, emergency response and post-disaster stages. One of the important things in fire prevention is "Emergency Response". Emergency Response can be interpreted as the speed of handling a fire, as an effort to prevent and overcome it so that people, buildings and their environment are protected from a wider fire hazard. The methodology used is the mix method combining qualitative and quantitative data with data collection, namely using secondary data in the form of a Banda Aceh City Map, BPBA Office Building Layout, literature, Permen PU, journals related to this research and primary data consisting of observations of conditions BPBA office, interview, questionnaire. The respondents used are all employees who work in the BPBA office, amounting to 115 people minus the pilot study of 30 people. From the analysis of research data on 26 (twentysix) variables, it can be explained that there are 7 (seven) variables that score small or poorly and it can be interpreted that those variables need attention to make changes. A strategy that can be carried out based on a SWOT analysis is to form a fire emergency response team that is equipped with education and training in an integrated and comprehensive plan; prepare Standard Operating Procedures (SOP) for fire disaster management based on statutory regulations; conduct building fire simulations routinely and continuously; as well as strengthening other active protection systems, including making water hydrants, fire alarms and smoke detectors. Keywords: Disaster, Emergency Response, Protection System, Fire Prevention