Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : PILAR

PENGARUH PENGGUNAAN ASPAL MODIFIKASI LIMBAH PLASTIK HDPE TERHADAP PERUBAHAN SUHU PADA LASTON AC-WC ( 14-21 ) Frestilia Pertiwi. A; Okti Dwi Yanti; Mahmuda Mahmuda; Sumiati sumiati
PILAR Vol. 13 No. 1 (2018): Pilar: Maret 2018
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerusakan jalan telah menjadi permasalahan umum yang biasa dihadapi karena hampir di setiap daerah memiliki jalan yang rusak. Beberapa hal yang menjadi penyebab kerusakan jalan di Indonesia antara lain karena kualitas jalan yang kurang baik, situasi iklim di Indonesia yang tropis dan kondisi drainase jalan yang tidak memadai. Aspal merupakan salah satu material yang dapat digunakan untuk membuat jalan raya. Untuk meningkatkan mutu aspal dibutuhkan bahan dasar lain salah satunya dengan memberikan bahan tambah dalam campuran yang sifatnya mampu mengatasi kelemahan yang dimiliki aspal, contohnya plastik.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai karakteristik Marshall akibat penambahan plastik HDPE pada campuran AC-WC dengan mengacu pada spesifikasi Bina Marga 2010. Untuk penelitian ini dilakukan pemeriksaan sifat fisik aspal, agregat serta plastik terlebih dahulu yang dilakukan berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI). Kemudian dilakukan pengujian Marshall untuk menentukan Kadar Aspal Optimum (KAO). Dari hasil pengujian diperoleh nilai KAO sebesar 5,6%. Variasi penambahan plastik HDPE pada campuran AC-WC yang digunakan adalah 0%, 2%, 4%, 6%, dan 8% terhadap Kadar Aspal Optimum (KAO). Temperatur dan waktu perendaman benda uji ke dalam waterbath yang digunakan adalah 60oC, 70 oC, 80 oC selama 30 menit, dan 60 oC selama 24 jam.Hasil penelitian menunjukkan kadar plastik yang dapat digunakan pada campuran AC-WC modifikasi untuk suhu perendaman 60° selama 30 menit adalah 0-1,5%, suhu perendaman 70° selama 30 menit adalah 0,1-1,5%, suhu perendaman 80° selama 30 menit adalah 1-3%, suhu perendaman 60° selama 24 jam adalah 1,5-3% karena tahan terhadap perubahan suhu dan iklim serta memenuhi spesifikasi Bina Marga.
A The Effect of Using Fly Ash and Chemical Additive on The Bearing Capacity of Soil-Cement: Pengaruh Penggunaan Fly Ash dan Chemical Additive Terhadap Daya Dukung Soil-Cement M. Sazili Harnawansyah; Mahmuda; Alif Muhammad Bintang; Muhammad Rizki
PILAR Vol 18 No 2 (2023): Pilar: September 2023
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Soil is a place to grow and develop living things, both flora and fauna on this earth. In addition, land is also an important component for infrastructure development such as roads, dams, and other buildings. Over time, the population density is growing rapidly. The more the population grows, the less land available but more and more buildings to be erected. Due to the reduced available land, the buildings that were erected were made soaring. The higher the building, the greater the value of the bearing capacity of the soil that must support the load. Therefore, research is needed on soil stabilization with variations of fly ash, variations of cement and Chemical Additives in order to get a good soil bearing capacity value. In this study, the physical and mechanical properties of the soil on clay from Sungai Rengit Village, Banyuasin were tested by adding a mixture of fly ash + DIFA SS 2.5% to obtain the optimum level of fly ash in fly ash-soil. After getting the optimum level of fly ash, the addition of cement + DIFA SS 2.5% was added to get a good soil bearing capacity value. The results of this study indicate that the greater the addition of cement + optimum fly ash 12.5% ​​+ DIFA SS 2.5% in soil-cement, the better the value of the soil bearing capacity.