Josepin Kevina Inka Wijaya
Universitas Lampung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Potensi Pare (Momordica carantia L) sebagai antimalaria Josepin Kevina Inka Wijaya
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Farmasi Malahayati
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.407 KB) | DOI: 10.33024/jfm.v2i2.2297

Abstract

Malaria adalah suatu penyakit mematikan yang disebabkan oleh parasit plasmodium dan menyebar ke orang melalui gigitan nyamuk betina jenis Anopheles yang terinfeksi disebut “vektor malaria” . Penyakit malaria merupakan  salah satu  masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Saat ini malaria merupakan penyakit endemis di sebagian besar wilayah di Indonesia, namun lebih banyak terjadi di daerah pedesaan dan terpencil.  Pada 2015, terdapat 1,6 juta kasus malaria di Indonesia dengan angka kematian mencapai lebih dari 3.600 jiwa . Masyarakat biasanya mengobati penyakit malaria dengan mengkonsumsi fixed dose combination (FDC) yang terdiri dari Dihydroartemisinin (DHA) + Piperakuin (DHP). Pare (Momordica charantia) merupakan salah satu tanaman yang bermanfaat sebagai antimalaria. Terdapat beberapa golongan senyawa yang penting dan memiliki potensi sebagai antimalaria antara lain yaitu alkaloid (momordisin), glikosida (momordisin, karantin), asam trioksianat, zat besi, asam linoleat, kalsium, resin, asam resinat, garam fosfat, asam oleat, asam stearat, dan L-olestearat. Di antara zat – zat di yang sudah disebutkan atas yang berperan sebagai anti malaria adalah jenis alkaloid momordisin. Ekstrak methanol dari buah pare ini menunjukkan aktivitas larvisidal dan pupisidal yang efektif membunuh vektor nyamuk Anopheles stephensi penyebab penyakit malaria.  Pare bekerja dalam menghambat perkembangan parasit apabila dilihat dari kandungannya.