Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Antifungal Activity Test on α-guaiene Patchouli Oil Against Aspergillus niger and Candida albicans Zhaqqu Ilham Alhafidz; Sarifah Nurjanah; Tita Rialita
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 16, No 1 (2022): TEKNOTAN, April 2022
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol16n1.6

Abstract

Patchouli oil is composed by several component fractions with various benefits. The α-guaiene is one of the components of patchouli oil, which is thought to have antifungal activity. This study aimed to determine the antifungal activity of fraction I from patchouli oil fractionation containing 38,8% α-guaiene against Aspergillus niger and Candida albicans ATCC 7102 that affects human health. This research was an experimental study using the well diffusion method to determine the diameter of the inhibition. The treatment applied was the differences in the concentration level of fraction 1 patchouli oil (20%; 40%, 60%; 80% and 100%) and a positive control of ketoconazole 2% and a negative control of n-hexane. This study indicated that fraction I patchouli oil has antifungal activity. The diameter of the inhibition formed was directly proportional to the increase in the concentration of the test substance. The average diameter of the greatest inhibitory was obtained from the 100% concentration treatment for both fungi. The average diameter of inhibition in A. niger is 2.82 mm, while C. albicans is 7.69 mm. Ketoconazole 2% produced an average inhibitory diameter of 20.78 mm for C. albicans and 32.28 mm for A. niger, while n-hexane did not produce an inhibition zone.
PENINGKATAN MUTU DAN MASA SIMPAN BASO DI UKM BASO CIPLUK, KELURAHAN SETIAMANAH, KECAMATAN CIMAHI TENGAH, KOTA CIMAHI Tita Rialita
Dharmakarya Vol 10, No 1 (2021): Maret, 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v10i1.19815

Abstract

Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Bakso Cipluk merupakan suatu unit usaha mikro yang bergerak dalam produksi bakso sapi. Walaupun masih skala UKM, pemasarannya sudah luas bahkan hingga keluar daerah Cimahi. Permasalahan yang ditemui adalah ketika bakso harus dikirim ke tempat yang cukup jauh, sehingga berpotensi terjadi kerusakan pada bakso. Tujuan kegiatan ini adalah melakukan sosialisasi penggunaan Sodium Tripolyphosphate (STPP) food-grade sebagai solusi perbaikan karakteristik produk sekaligus sebagai pengawet bakso. Metode kegiatan dilakukan dengan melakukan survey awal, kunjungan penjajagan kegiatan PPM, penggalian permasalahan dari UKM, pelaksanaan penyuluhan keamanan pangan dan sosialisasi penggunakan bahan pengawet bakso, penyuluhan penggunaan STPP food-grade sebagai bahan tambahan pangan untuk perbaikan karakteristik produk baso sekaligus pengawet. Kegiatan PPM ini terintegrasi dengan program KKN Unpad tahun 2018, yang melibatkan 6 orang mahasiswa dari berbagai fakultas di lingkungan UNPAD. Hasil kegiatan PPM lebih difokuskan pada perbaikan karakteristik dan masa simpan produk baso, sedangkan kegiatan KKN lebih difokuskan untuk membantu UKM dari sisi promosi produk baik melalui media sosial (seperti Facebook, Instagram, dan Tweeter), pembuatan leaflet/brosur usaha, stiker, dan juga banner. Penggunaan STPP food-grade dapat menstabilkan warna dan tekstur, meningkatkan kekenyalan, dan menekan pertumbuhan bakteri pembusuk yang diharapkan mampu menjadi solusi dalam mengatasi permasalahan umur simpan bakso. Kesimpulan dari kegiatan PPM ini dapat memberikan dampak positif pada UKM Bakso Cipluk, yaitu dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam proses produksi bakso, memecahkan masalah memperpanjang umur simpan bakso, dan meningkatkan pemasaran bakso melalui perbaikan promosi produk di media sosial dan media cetak.
KAJIAN PROSES OZONASI TEPUNG HANJELI (STUDI LITERATUR) Andriani Rachmaselly; Imas Siti Setiasih; Een Sukarminah; Tita Rialita
Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Vol 14, No 1 (2019): Februari
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.73 KB) | DOI: 10.26623/jtphp.v14i1.1288

Abstract

Hanjeli (Coix lacryma-jobi L.) merupakan tanaman serealia dari famili gramineae yang keberadaanya masih jarang dimanfaatkan sebagai produk olahan pangan. Hanjeli memiliki kandungan protein, lemak, dan vitamin B1 yang tinggi. Pembuatan tepung hanjeli dapat memudahkan dalam pengolahan dan meningkatkan nilai guna hanjeli. Tepung alami memiliki keterbatasan dalam pengaplikasiannya pada produk pangan karena swelling volume yang rendah dan tekstur bantat kurang disukai. Modifikasi oksidasi menggunakan ozon sebagai salah satu oksidator kuat pada tepung dapat meningkatan beberapa sifat fungsional dari tepung alami. Nilai swelling volume, kelarutan, dan kapasitas penyerapan air tepung setelah proses ozonasi lebih tinggi dibandingkan tepung yang tidak diozon.Berdasarkan hasil penelitian, tepung hasil ozonasi ini cocok untuk produk yang harus mengembang seperti kue, roti, brownies, dan lainnya.
Swelling Volume Tepung Hanjeli lacryma-jobi L.) Hasil Ozonasi Andriani Rachmaselly; Imas Siti Setiasih; Een Sukarminah; Tita Rialita
Pasundan Food Technology Journal (PFTJ) Vol 6 No 2 (2019): PASUNDAN FOOD TECHNOLOGY JOURNAL (PFTJ)
Publisher : Department of Food Technology, Universitas Pasundan, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.416 KB) | DOI: 10.23969/pftj.v6i2.1511

Abstract

Hanjeli (Coix lacryma-jobi L.) merupakan tanaman serealia dari famili gramineae yang keberadaanya masih jarang dimanfaatkan sebagai produk olahan pangan. Tepung yang tidak diozon memiliki keterbatasan untuk diaplikasikan pada produk pangan seperti swelling volume yang rendah dan tidak stabil pada kondisi tertentu. Modifikasi oksidasi menggunakan ozon sebagai salah satu oksidator kuat pada tepung hanjeli dapat meningkatan swelling volume tepung hanjeli yang tidak diozon. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menetapkan nilai swelling volume tepung hanjeli ozonasi agar dapat sesuai dengan produk yang akan dibuat serta memperluas pemanfaatan tepung hanjeli baik di kalangan industri pangan maupun masyarakat umum. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Hasil penelitian menunjukkan proses ozonasi menggunakan flowrate 2 L/min selama 20 menit memiliki swelling volume lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya dan juga hampir sama dengan swelling volume tepung terigu. Berdasarkan hasil penelitian, tepung hanjeli hasil ozonasi ini cocok untuk produk yang harus mengembang seperti kue, roti, brownies, dan lainnya.
Swelling Volume Tepung Hanjeli (Coix lacryma–jobi L.) Hasil Ozonasi Andriani Rachmaselly; Imas Siti Setiasih; een Sukarminah; Tita Rialita
Jurnal Teknologi Pangan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jtp.2019.23704

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan swelling volume tepung hanjeli ozonasi agar dapat sesuai dengan produk yang akan dibuat serta memperluas pemanfaatan tepung hanjeli baik di kalangan industri pangan maupun masyarakat umum. Materi yang digunakan adalah biji hanjeli (Coix lacryma-jobi L.) varietas mayuen umur panen 5 bulan dari awal tanam petani di daerah Banjaran, air, aquades, air es, tepung terigu, dan gas oksigen. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 3 kali replikasi. Penelitian ini terdiri dari 4 perlakuan yaitu lamanya waktu ozonasi 0, 10, 15 dan 20 menit dengan flowrate 2 L/min. Analisis data yang digunakan yaitu Analisis of Varian (ANOVA) pada taraf signifikansi 5%. Hasil menunjukkan bahwa tepung hanjeli hasil ozonasi selama 20 menit memberi pengaruh nyata (p<0,05) terhadap swelling volume tepung hanjeli lainnya. Berdasarkan hasil penelitian, tepung hanjeli hasil ozonasi ini cocok untuk produk yang harus mengembang seperti kue, roti, brownies, dan lainnya.