Rusman Hadi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Respon Lembaga Pendidikan Islam Terhadap Isu Kristenisasi Pasca Gempa Di Dusun Lololan Desa Loloan Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara Rusman Hadi
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jupe.v7i1.3440

Abstract

Agama merupakan kekuatan spiritual yang diyakini para pemeluknya dapat memenuhi kebutuhan rohani manusia. Dalam agama Islam penyebaran agama disebut dakwah sedangkan dalam agama Kristen disebut kristenisasi. Dalam kondisi sosial masyarakat terhimpit yang mengkawatirkan ialah munculnya gerakan kristenisasi, salah satunya ialah kegiatan pasca gempa tahun 2018 di Lombok Utara. Keberadaan lembaga pendidikan sangat berperan dalam mengatasi gerakan misonaris agar kristenisasi yang terjadi bisa teratasi dan tidak berkembang.Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan isu krsitenasi apakah palsu atau fakta di Lombok Utara terjadi, dan bagaimana respon lembaga pendidikan Islam yang berada di dusun Loloan dalam menghadapi isu kristenisasi tersebut.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, adapun teknik pengumpulan data adalah menggunakan teknik interview, observasi dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: 1) isu kristenasasi yang  viral  pasca gempa di Lombok Utara khususnya di Dusun Loloan adalah isu palsu, namun tetap perlu diwaspadai karena sudah ada indikasi yang mengarah kepada fakta. 2) Peran lembaga pendidikan Islam di dusun Loloan dalam menanggulangi kristenisasi dengan memberikan pemahaman akidah-akidah Islam kepada masyarakat dan memperkuatnya dengan pendidikan serta ikatan ukhuwah islamyah. 3) Bentuk-bentuk Kegiatan dalam menanggulangi Kristenisasi: (a) dengan menyelenggarakan kegiatan pendidikan keagamaan non formal, (b) meningkatkan rutinitas majlis taklim mayarakat, (c) mengadakan kegiatan yang langsung bertemu dengan masyarakat, seperti yasinan, barzanji, hiziban, istighosah.
Analisis Peran Guru Dalam Menciptakan Lingkungan Belajar Yang Kondusif Di SDN 1 Genggelang Kecamatan Gangga Tahun Pelajaran 2024/2025 Dian Sri Rahmayani; M, Taufik; Rusman Hadi
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 4.A (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus untuk Menganalisis peran dan Satrategi guru sebagai pendidik dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif di SD 1 Genggelang. Adapun metode penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Kualitatif dengan Jenis Deskriptif yang menggunakan model penelitian Milles and Hubberman. Adapun hasil penelitian yang diapatkan yaitu peran guru sebagai motivator, fasilitator, pengelola kelas, dan evaluator merupakan faktor kunci dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Implementasi keempat peran ini secara holistik telah berhasil membentuk iklim pembelajaran yang tidak hanya efektif secara akademik tetapi juga mendukung perkembangan psikologis siswa. Sebagai motivator, guru membangun semangat belajar melalui penguatan positif; sebagai fasilitator menciptakan lingkungan fisik dan metode pembelajaran yang inovatif; sebagai pengelola kelas menerapkan pendekatan humanis dan kolaboratif; serta sebagai evaluator melakukan pemantauan komprehensif terhadap perkembangan siswa. Penelitian ini memperkuat pentingnya pendekatan pendidikan yang berpusat pada siswa dengan guru sebagai fasilitator utama. Peran guru sebagai motivator khususnya memerlukan pemahaman mendalam tentang latar belakang siswa untuk memberikan solusi yang tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan multiperan guru secara terpadu tidak hanya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan inklusif, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran, sehingga menjadi fondasi penting bagi pencapaian tujuan pendidikan di tingkat dasar.