Agama merupakan kekuatan spiritual yang diyakini para pemeluknya dapat memenuhi kebutuhan rohani manusia. Dalam agama Islam penyebaran agama disebut dakwah sedangkan dalam agama Kristen disebut kristenisasi. Dalam kondisi sosial masyarakat terhimpit yang mengkawatirkan ialah munculnya gerakan kristenisasi, salah satunya ialah kegiatan pasca gempa tahun 2018 di Lombok Utara. Keberadaan lembaga pendidikan sangat berperan dalam mengatasi gerakan misonaris agar kristenisasi yang terjadi bisa teratasi dan tidak berkembang.Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan isu krsitenasi apakah palsu atau fakta di Lombok Utara terjadi, dan bagaimana respon lembaga pendidikan Islam yang berada di dusun Loloan dalam menghadapi isu kristenisasi tersebut.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, adapun teknik pengumpulan data adalah menggunakan teknik interview, observasi dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: 1) isu kristenasasi yang viral pasca gempa di Lombok Utara khususnya di Dusun Loloan adalah isu palsu, namun tetap perlu diwaspadai karena sudah ada indikasi yang mengarah kepada fakta. 2) Peran lembaga pendidikan Islam di dusun Loloan dalam menanggulangi kristenisasi dengan memberikan pemahaman akidah-akidah Islam kepada masyarakat dan memperkuatnya dengan pendidikan serta ikatan ukhuwah islamyah. 3) Bentuk-bentuk Kegiatan dalam menanggulangi Kristenisasi: (a) dengan menyelenggarakan kegiatan pendidikan keagamaan non formal, (b) meningkatkan rutinitas majlis taklim mayarakat, (c) mengadakan kegiatan yang langsung bertemu dengan masyarakat, seperti yasinan, barzanji, hiziban, istighosah.