Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Kompetensi

REALISASI KESANTUNAN BERBAHASA DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI SEKOLAH MENENGAH ATAS KOTA BALIKPAPAN Jannah Octavia Wulandari Naibahas; Indah Ika Ratnawati; Retnowaty Retnowaty
Kompetensi : Jurnal Pendidikan dan Humaniora Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNIBA Vol 13 No 1 (2020): Kompetensi
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.379 KB) | DOI: 10.36277/kompetensi.v13i1.33

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan realisasi kesantunan dan wujud penyimpangan kesantunan berbahasa yang terjadi dalam proses pembelajaran di SMA Negeri 9 Balikpapan dalam hal pemilihan kata dan cara berbicara yang santun serta untuk mengetahui faktor-faktor penyebab kesantunan dan ketikdaksantunan berbahasa dalam proses pembelajaran. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan rancangan deskriptif dan pendekatan sosiopragmatik serta teori yang dikemukakan oleh Leech. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data ialah teknik simak dengan teknik lanjutan simak bebas libat cakap, teknik rekam, dan teknik catat. Teknik yang digunakan untuk menganalisis data menggunakan metode Miles and Huberman. Hasil penelitian yang menunjukkan bahwa penyimpangan kesantunan berbahasa dalam proses pembelajaran di kelas XI SMA N 9 Balikpapan sebanyak 77 tuturan, sedangkan pematuhan sebanyak 8 tuturan. Di antara maksim-maksim kesantunan berbahasa, maksim yang paling banyak disimpang dalam proses pembelajaran adalah maksim kebijaksanaan, kedermawanan dan maksim penghargaan dengan faktor penyebab ketidaksantunan yang paling dominan terjadi ialah sengaja memojokkan mitra tutur dan kritik secara langsung dengan kata-kata kasar. Sementara itu, maksim yang paling banyak dipatuhi dalam proses pembelajaran adalah maksim kebijaksanaan dan maksim kedermawanan dengan faktor dominan penyebab kesantunan ialah memperhatikan cara menyampaikan dalam penggunaan ragam bahasa dan memperhatikan tujuan yang akan dicapai dalam berbicara.
STRATEGI KETIDAKSANTUNAN BERBAHASA PADA KOLOM KOMENTAR MEDIA SOSIAL INSTAGRAM AKUN DETIKCOM: STUDI KASUS REYNHARD SINAGA Yeni Tamara Supa’at; Retnowaty Retnowaty; Indah Ika Ratnawati
Kompetensi : Jurnal Pendidikan dan Humaniora Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNIBA Vol 14 No 1 (2021): Kompetensi
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.645 KB) | DOI: 10.36277/kompetensi.v14i1.40

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan teknologi yang pesat sehingga membuat masyarakat dapat secara bebas berkomunikasi antar sesama melalui media sosial. Hal tersebut membuat banyaknya ditemukan bahasa-bahasa kurang santun yang dilontarkan dengan berbagai cara. Cara-cara seseorang dalam berbahasa tidak santun tersebut merupakan bentuk penggunaan strategi ketidaksantunan berbahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Strategi ketidaksantunan berbahasa pada kolom komentar media sosial instagram akun detikcom: Studi kasus Reynhard Sinaga. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan kajian pragmatik. Data dalam penelitian ini berupa kata, frasa atau kalimat komentar masyarakat yang diperoleh dari kolom komentar pada akun Instagram detikcom mengenai kasus Reynhard yang mengandung unsur penggunaan strategi ketidaksantunan berbahasa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak, dan catat. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan terdapat sebanyak 846 data. Penggunaan strategi secara tunggal sebanyak 300 data yaitu strategi ketidaksantunan positif 13 data, ketidaksantunan negatif 219 data, ketidaksantunan sarkasme atau kesantunan semu 68 data, dan kombinasi strategi sebanyak 546 data yaitu strategi ketidaksantunan secara langsung + positif 64 data, ketidaksantunan secara langsung + negatif 157 data, ketidaksantunan positif + negatif 156 data, ketidaksantunan positif + sarkasme 2 data, ketidaksantunan negatif + sarkasme 7 data, ketidaksantunan secara langsung + positif + negatif 155 data, dan ketidaksantunan positif + negatif + sarkasme 5 data. Penggunaan strategi yang paling banyak ditemukan adalah strategi ketidaksantunan berbahasa negatif yaitu sebanyak 219 data dan strategi yang tidak ditemukan dalam penelitian ini adalah pemakaian strategi menahan kesantunan. Hal tersebut terjadi karena strategi menahan kesantunan hanya terjadi pada komunikasi lisan.