muhamad rinzat iriyansah
Universitas Indraprasta PGRI

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pudarnya Kaidah Kesantunan pada Masyarakat Indonesia muhamad rinzat iriyansah; Hilda Hilaliyah
Lingua Franca:Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.226 KB) | DOI: 10.30651/lf.v2i2.1326

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pudarnya kaidah kesantunan masyarakat Indonesia ketika bertutur kata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Dalam tahap penyediaan data, penelitian ini menggunakan metode simak.Data bersifat alamiah yang bersumber pada komentar yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia dalam berita daring. Hasil penelitian menunjukan banyaknya tuturan tidak santun yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia dalam berkomentar menanggapi berita aktual.Komentar tersebut menggunakan strategi (1) ketidaksantunan positif dan (2) ketidaksantunan negatif. Ketidaksantunan positifterbagi menjadi 8 maksim sedangkan ketidaksantunan negatifterbagi menjadi 2 maksim.
Derajat Kesantunan Direktif dalam Film "Negeri Lima Menara" Muhamad Rinzat Iriyansah
Deiksis Vol 9, No 01 (2017): Deiksis
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (778.823 KB) | DOI: 10.30998/deiksis.v9i01.911

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan realisasi kategori tindak tutur direktif dalam film Negeri Lima Menara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi. Pengumpulan data dilaksanakan dengan metode simak, libat, cakap, rekam, dan catat. Analisis data dalam penelitian ini secara deskriptif dengan menggunakan analisis isi. Menganalisis setiap dialog pada setiap adegan yang digunakan dalam penelitian.Hasil penelitian menunjukan dalam film Negeri Lima Menara terdapat enam kategori tindak tutur direktif. Kategori kesantunan direktif meminta sering sekali digunakan oleh penutur dalam melakukan percakapan untuk mengutarakan keinginannya.  Kata Kunci: Pragmatik, Kesantunan, Direktif
ASPEK KOSA KATA, METAFORA, GRAMATIKAL, DAN KENDALI INTRAKSIONAL DALAM NOVEL PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN Rendy Pribadi; Muhamad Rinzat Iriyansah
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10 No 2 (2019): Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berusaha menjelaskan novel perempuan berkalung sorban dilihat dari sudut analisis wacana kritis terutama pada aspek kosa kata, metafora, gramatikal, dan kendali intraksional. Metode yang diguakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Teknik analisis teks dari wacana yang mengindikasikan paragraf-paragraf baik itu berupa dialog maupun pernyataan yang muncul dari penutur yang ada pada wacana teks. Hasil penelitian menunjukan bahwa novel Perempuan Berkalung Sorban dari segi aspek kosa kata, terdapat nilai eksperiensial, relasional, dan ekspresif. Dari segi aspek kendali interaksional, Setiap tokoh dalam wacana novel saling mengutarakan tuturannya dengan maksud untuk memengaruhi lawan bicaranya untuk mengikuti kehendaknya dan kejelasan identitas dari antarpenutur. Dalam mengakhiri dialog, pihak dominan menghadirkan adanya hubungan yang tidak setara antara sesama penutur pun karena melihat dari status sosial salah satu penutur. Unsur dominasi budaya dalam situasi sosial, kekerasan terhadap perempuan, dan interpretasi yang muncul untuk kesetaraan dalam kehidupan.
SISTEM SAPAAN KERABAT KERATON SURAKARTA HADININGRAT Muhamad Rinzat Iriyansah
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11 No 2 (2017)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/868eyy82

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan sistem sapaan yang sering digunakan oleh masyarakat Keraton Surakarta Hadiningrat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi. Pengumpulan data dilaksanakan dengan metode simak, libat, cakap, rekam, dan catat. Analisis data dalam penelitian ini secara deskriptif dengan menggunakan analisis isi. Hasil dari wawancara dikodifikasikan kemudian dimasukan kedalam instrumen penelitian dan dianalisis. Hasil penelitian menunjukan dalam sistem sapaan Keraton Surakarta Hadiningrat terdapat sepuluh kriteria yang bisa digunakan untuk menyapa, yaitu berdasarkan kekerabatan, berdasarkan keturunan, berdasarkan situasi, berdasarkan status sosial, berdasarkan asal, berdasarkan keintiman, berdasarkan jenis kelamin, berdasarkan status pernikahan, berdasarkan usia, dan berdasarkan gelar. Sistem sapaan yang digunakan kerabat Keraton Surakarta Hadiningrat diketahui yang paling banyak muncul adalah sapaan yang berdasarkan asal dari kota berjumlah 52 kata atau 7,8% dan yang paling jarang muncul adalah sapaan berdasarkan gelar keagamaan berjumlah 1 kata atau 0,1%.