p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Penamas
juju Saepudin
Unknown Affiliation

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

ISLAMIC EDUCATION IN HAMKA'S PERSPECTIVE juju Saepudin
Penamas Vol 29 No 1 (2016): Volume 29, Nomor 1, April-Juni 2016
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan Islam di Indonesia telah melahirkan banyak ulama besar yang memiliki kemampuan tinggi dalam menulis berbagai karya yang diakui secara nasional, bahkan dunia internasional. Tulisan ini merupakan hasil kajian pustaka terhadap karya-karya Hamka, seorang ulama besar pada abad XX terkait tema pendidikan. Dengan pendekatan kualitatif dan analisis secara deskriptif dapat diketahui, bahwa Hamka merupakan pemikir pendidikan dan terlibat praktis dalam dunia pendidikan. Pemikirannya tentang pendidikan Islam mengacu pada potensi (fiṭrah) peserta didik, yaitu jiwa (al-qalb), jasad (al-jism), dan aqal (al-‘aql) dengan penekanan pada aspek pendidikan jiwa atau akhlak al-karimah. Ketegasan warna pemikirannya dapat dibuktikan melalui buah karyanya, seperti Tafsir al-Azhar, Falsafah Hidup, Lembaga Hidup, Lembaga Budi, Tasawuf Modern, dan yang lainnya. Kata Kunci: Hamka, ulama, pemikiran pendidikan, Islam
PENDIDIKAN KARAKTER PADA MADRASAH IBTIDAIYAH SWASTA AL-USMANIYAH BAGAN BATU PROVINSI RIAU: CHARACTER EDUCATION IN PRIVATE MADRASAH IBTIDAIYAH AL-USMANIYAH IN BAGAN BATU, RIAU PROVINCE Juju Saepudin
Penamas Vol 27 No 2 (2014): Volume 27, Nomor 2, Juli-September 2014
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Most people recognize that learning to be good character primarily begins with family. Despite the primary role of parents, most people also expect that schools should and do have a role in character development. Madrasah Ibtidaiyah is an Islamic elementary school that provides alternative character education based on religious values. This article presents the results of a research on character education developed by Private Madrasah Ibtidaiyah Al-Usmaniyah in Bagan Batu, Riau Province. Data collection techniques used for this research include observation, interviews, and document study. This research found that in Madrasah Ibtidaiyah Al-Usmaniyah character development is infused into every aspect of the school culture, curriculum, and extra-curricular activities. In this madrasah character education is designed and implemented by taking into account the aspirations of the madrasah stakeholders. People consider this participatory nature of character education is more effective in nurturing good character in students. Key Words: Character education, Madrasah Ibtidaiyah Al-Usmaniyah, Riau. Banyak orang menerima, bahwa pendidikan karakter yang baik utamanya dimulai dari keluarga. Meskipun demikian, banyak orang juga mengharapkan sekolah berperan dalam pengembangan karakter. Madrasah ibtidaiyah adalah sebagai bentuk satuan pendidikan tingkat dasar yang menawarkan solusi alternatif melalui pendidikan karakter yang bersumber dari nilai-nilai agama. Tulisan ini menyajikan hasil penelitian tentang pendidikan karakter yang dikembangkan Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Al-Usmaniyah Bagan Batu Propinsi Riau. Metode pengumpulan data dengan observasi, wawancara mendalam, studi pustaka, dan dokumentasi. Penelitian ini menemukan, bahwa pembentukan karakter yang dilakukan oleh MIS Al-Usmaniyah dituangkan dalam bentuk budaya madrasah, yang dijadikan sebagai pedoman bagi pengembangan karakter peserta didik, diimplementasikan dalam setiap mata pelajaran dan ekstra kurikuler bernuansa keagamaan dengan memperhatikan aspirasi dari seluruh elemen madrasah. Konsep pembentukan karakter seperti itu dipandang lebih efektif untuk menumbuhkan karakter terpuji siswa. Kata Kunci: Pendidikan karakter, madrasah ibtidaiyah Al-Usmaniyah, Riau.
PROBLEMATIKA PENCAPAIAN AKREDITASI PADA MADRASAH ALIYAH DI PROVINSI KEPULAUAN RIAU: PROBLEM OF ACCREDITATION ACHIEVEMENT OF ISLAMIC SENIOR HIGH SCHOOLS (MADRASAH ALIYAH) IN THE PROVINCE OF RIAU ISLANDS Juju Saepudin
Penamas Vol 28 No 1 (2015): Volume 28, Nomor 1, April-Juni 2015
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Managing accreditation performance is one of the quality improvement program in the field of education. It is important and strategic effort to provide comprehensible information to the public about the quantitative and qualitative strengths of the madrasa. This paper presents the results of a research on the problem of achieving accreditation of Madrasah Aliyah in the Riau Islands. Using the literature study, observations, interviews and documentations, this study found the weakness of Madrasah Aliyah in Riau Islands in achieving accreditation. It gets average rank on educators, infrastructure and financial standards, mainly for private madrasas. Therefore, the Ministry of Religious Affairs is expected to provide guidance and assistance to support acceleration of accreditation program, and to provide appropriate assistance in relation to the completeness of administrative matters and learning infrastructures. Keywords: Accreditation, Madrasah Aliyah, education, Riau Islands Penyelenggaraan akreditasi merupakan salah satu program peningkatan mutu di bidang pendidikan. Keberadaannya tidak hanya penting, tetapi juga strategis untuk memberikan informasi yang komprehensif kepada masyarakat mengenai kekuatan madrasah, baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Tulisan ini menyajikan hasil studi tentang problematika pencapaian akreditasi Madrasah Aliyah di Kepulauan Riau. Pengumpulan data dengan studi pustaka, observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Penelitian ini menemukan kelemahan Madrasah Aliyah di Kepulauan Riau dalam pencapaian akreditasi rata-rata berkisar pada standar tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana serta standar pembiayaan terutama bagi madrasah-madrasah yang statusnya swasta. Oleh sebab itu, Kementerian Agama diharapkan melakukan pembinaan dan pendampingan yang lebih intensif guna mendukung program percepatan akreditasi serta memberikan bantuan secara tepat terkait kelengkapan adminitrasi dan sarana prasarana pembelajaran. Kata Kunci: Akreditasi, Madrasah Aliyah, pendidikan, Kepulauan Riau
THE QUALITY OF RAUDHATUL ATHFAL IN JAMBI CITY IN THE PERSPECTIVE OF THE EDUCATIONAL STANDARDS OF EARLY CHILDHOOD Juju Saepudin
Penamas Vol 30 No 2 (2017): Volume 30, Nomor 2, Juli-September 2017
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v30i2.126

Abstract

Tulisan ini menyajikan hasil penelitian tentang Mutu Raudhatul Athfal (RA) dalam Perspektif Standar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kota Jambi. RA adalah lembaga Pendidikan Anak Usia Dini yang berada di jalur formal sederajat dengan Taman Kanak-Kanak (TK). Sebagai satuan pendidikan formal, RA dituntut memenuhi standar pendidikan sebagaimana yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, yang selanjutnya disempurnakan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2013. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif selama 25 hari dengan teknik penggalian data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Sejumlah temuan penting dari penelitian ini antara lain: (1) RA sasaran penelitian sebagian besar sudah memenuhi standar PAUD, kecuali pada aspek standar tingkat pencapaian perkembangan, standar proses dan standar sarana prasarana; (2) Komunikasi efektif antara guru dan orangtua siswa serta profesionalisme tenaga pendidik merupakan faktor pendukung keberlangsungan RA, sedangkan keterbatasan sarana dan prasarana serta ketiadaan RA Negeri yang berfungsi sebagai model atau pembina merupakan salah satu kendala di lapangan untuk meningkatkan mutu RA, dan; (3) Model pemilihan guru dan kepala RA berprestasi yang dilakukan Kementerian Agama merupakan bagian dari usaha memacu guru untuk meningkatkan kinerjanya yang perlu dipertahankan.Kata Kunci: Mutu, Raudhatul Athfal, Standar PAUD, dan Kota Jambi
PENGEMBANGAN MADRASAH ALIYAH AKADEMIK (STUDI MAN INSAN CENDEKIA SERPONG): STUDI MAN INSAN CENDEKIA SERPONG Juju Saepudin
Penamas Vol 31 No 1 (2018): Volume 31, Nomor 1, Januari-Juni 2018
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v31i1.242

Abstract

Tulisan ini menyajikan hasil penelitian tentang pengembangan Madrasah Aliyah Akademik Insan Cendekia (IC) di daerah. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Serpong lahir dari keinginan untuk menjembatani dunia pesantren dengan dunia ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa diduga telah menjadi lembaga pendidikan menengah atas yang difavoritkan. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil analisa data secara induktif dapat diketahui bahwa komitmen MAN Insan Cendekia Serpong sebagai Madrasah Aliyah Akademik untuk mencapai sintesis ideal itu adalah subsidi pemerintah yang kuat untuk sarana prasarana dan subsidi bagi siswa, rekrutmen siswa yang ketat dan guru secara otonomi serta kurikulum yang tajam dan fokus pada pengembangan kemampuan ilmu pengtahuan dan teknologi yang diintegrasikan dengan penguasaan agama melalui pembelajaran yang bertumpu pada tiga bidang hadlarah dengan mengadopsi sistem boarding dari pesantren. Dengan demikian potret MAN Insan Cendekia Serpong sebagai madrasah pencetak calon saintis berkarakter Islam ini bisa menjadi model bagi pengembangan Madrasah Akademik di daerah lainnya.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI PADA PEMBELAJARAN KETERAMPILAN DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 KABUPATEN GARUT Juju Saepudin
Penamas Vol 32 No 2 (2019): Volume 32, Nomor 2, Juli-Desember 2019
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v32i2.351

Abstract

Artikel ini menyajikan hasil penelitian tentang Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Pembelajaran Keterampilan di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kabupaten Garut. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil survey Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta tahun 2017 yang menunjukkan bahwa sebagian besar Madrasah Aliyah sudah memiliki perangkat dasar TIK, namun kompetensi guru dalam memanfaatkan TIK pada aspek pedagogik paling rendah. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menghasilkan beberapa kesimpulan sebagai berikut: pertama pemanfataan TIK pada pembelajaran keterampilan di MAN 1 Garut terintegrasi ke dalam persiapan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi pembelajaran. Kedua, faktor pendukung pemanfatan TIK di MAN 1 Garut antara lain: 1) guru keterampilan yang kreatif dan penuh dedikasi, 2) input siswa yang bagus karena memakai sistem seleksi, dan 3) dukungan dari kepala madrasah berupa anjuran untuk melek teknologi, karena bagian dari peningkatan mutu pendidikan. Sedangkan faktor penghambatnya adalah jumlah rombongan belajar yang terlalu gemuk untuk ukuran kelas keterampilan dan akses internet yang lambat dan kuota terbatas di ruang keterampilan. Ketiga, daya ubah TIK terhadap sistem pendidikan di MAN 1 Garut terlihat dalam pembelajaran yang semakin berkembang dengan adanya inovasi e-learning, sehingga bisa memudahkan proses pendidikan yang sulit diatasi dengan cara-cara konvensional
GERAKAN DAKWAH KOMUNITAS GENERASI MILENIAL DAN HARMONISASI KEHIDUPAN BERAGAMA DI KOTA BANDUNG: STUDI KASUS PADA KOMUNITAS SHAB AL-QO Juju Saepudin; Neneng Habibah
Penamas Vol 34 No 2 (2021): Volume 34, Nomor 2, Juli-Desember 2021
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v34i2.509

Abstract

This articles provides the result of study on Religious Education in the community Shab Alqo in Bandung City. This theme was necessarily studied since many religious-based communities of millennial generation were indicated to be infiltrated by extremist—in a term of religious understanding—which caused disharmony among religious people. This study was a descriptive study with qualitative approach. The data collection techniques of this study included observation, interview and literature study on the documents related to the theme of study. The data were then analyzed inductively and resulted in some conclusions, namely: First, the motive of hijrah in the community Shab Alqo was a regret of past story and a hope of better life in the future. Second, the da’wah style in Shab Alqo was a direct communication with the members, even though it commonly used online or social media. Third, the topics or the massages of da’wah delivered to the members were Islamic topics from al-Qur’an and al-Hadits, which was designed with tahsin and tafsir program and other program adjusted to the need and condition of the members. Fourth, the obstacle of this community was the lack of religious teachers who could put all efforts to share the knowledge and experience to the members on this da’wah.
PENGEMBANGAN MADRASAH ALIYAH AKADEMIK (STUDI MAN INSAN CENDEKIA SERPONG): STUDI MAN INSAN CENDEKIA SERPONG Juju Saepudin
Penamas Vol 31 No 1 (2018): Volume 31, Nomor 1, Januari-Juni 2018
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v31i1.242

Abstract

Tulisan ini menyajikan hasil penelitian tentang pengembangan Madrasah Aliyah Akademik Insan Cendekia (IC) di daerah. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Serpong lahir dari keinginan untuk menjembatani dunia pesantren dengan dunia ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa diduga telah menjadi lembaga pendidikan menengah atas yang difavoritkan. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil analisa data secara induktif dapat diketahui bahwa komitmen MAN Insan Cendekia Serpong sebagai Madrasah Aliyah Akademik untuk mencapai sintesis ideal itu adalah subsidi pemerintah yang kuat untuk sarana prasarana dan subsidi bagi siswa, rekrutmen siswa yang ketat dan guru secara otonomi serta kurikulum yang tajam dan fokus pada pengembangan kemampuan ilmu pengtahuan dan teknologi yang diintegrasikan dengan penguasaan agama melalui pembelajaran yang bertumpu pada tiga bidang hadlarah dengan mengadopsi sistem boarding dari pesantren. Dengan demikian potret MAN Insan Cendekia Serpong sebagai madrasah pencetak calon saintis berkarakter Islam ini bisa menjadi model bagi pengembangan Madrasah Akademik di daerah lainnya.
GERAKAN DAKWAH KOMUNITAS GENERASI MILENIAL DAN HARMONISASI KEHIDUPAN BERAGAMA DI KOTA BANDUNG: STUDI KASUS PADA KOMUNITAS SHAB AL-QO Juju Saepudin; Neneng Habibah
Penamas Vol 34 No 2 (2021): Volume 34, Nomor 2, Juli-Desember 2021
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v34i2.509

Abstract

This articles provides the result of study on Religious Education in the community Shab Alqo in Bandung City. This theme was necessarily studied since many religious-based communities of millennial generation were indicated to be infiltrated by extremist—in a term of religious understanding—which caused disharmony among religious people. This study was a descriptive study with qualitative approach. The data collection techniques of this study included observation, interview and literature study on the documents related to the theme of study. The data were then analyzed inductively and resulted in some conclusions, namely: First, the motive of hijrah in the community Shab Alqo was a regret of past story and a hope of better life in the future. Second, the da’wah style in Shab Alqo was a direct communication with the members, even though it commonly used online or social media. Third, the topics or the massages of da’wah delivered to the members were Islamic topics from al-Qur’an and al-Hadits, which was designed with tahsin and tafsir program and other program adjusted to the need and condition of the members. Fourth, the obstacle of this community was the lack of religious teachers who could put all efforts to share the knowledge and experience to the members on this da’wah.