This Author published in this journals
All Journal Penamas EDUKASI
Imran Siregar
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ASPIRASI MAHASISWA TERHADAP PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI PERGURUAN TINGGI UMUM: KASUS MAHASISWA FIP UPI BANDUNG: THE STUDENTS’ ASPIRATIONS TOWARD THE ISLAMIC EDUCATION LEARNING AT UNIVERSITIES: CASE STUDY AT THE SCIENCE OF EDUCATION FACULTY AT INDONESIA UNIVERSITY OF EDUCATION (UPI) BANDUNG Imran Siregar
Penamas Vol 29 No 2 (2016): Volume 29, Nomor 2, Juli-September 2016
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article presented the results of the research about Islamic education learning and the students’ aspiration tendencies. The case of the study was the students of the Science of Education Faculty (FIP) of Indonesia University of Education (UPI) by academic year 2015/2016. The research process had been runing for three months (October to December 2015). The results of research showed that the Islamic Education (PAI) learning at UPI conformed with the government policies and the principles of educational theories which aims to prepare the educator candidates whom according to the motto of UPI; scientific, educative, and religious.Through the multi domains of integrative learning approach that it was applied at UPI by some models and learning approaches awakened the students’ enthusiasms and developed their religious concepts and experiences more dinamically and openly. The PAI tutorials was not only in the classrooms but also in the mousque and at the Units of Students’ Activities which was supported by tutorial systems where all student has to follow it. Students’ aspirations to comprehend the religious sciences, to practiceit, and to obey it are believed to be achieved through the PAI learning system runing in UPI. Their worries just come from theirselves. According to them, the PAI learning had run well and comformed with their expectations. Keywords: Learning, Islamic education, university, UPI Bandung Tulisan ini menyajikan hasil penelitian tentang pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan kecenderungan aspirasi mahasiswa. Penelitian ini mengambil kasus mahasiswa FIP UPI angkatan 2015/2016. Proses penelitian berlangsung selama tiga bulan (Oktober-Desember 2015). Hasil peneltian menunjukkan, bahwa pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di UPI berjalan searah dengan berbagai kebijakan pemerintah dan prinsip-prinsip teori kependidikan yang bertujuan untuk mempersiapkan calon tenaga pendidik yang sesuai dengan motto UPI ilmiah, edukatif, dan religius. Melalui pendekatan pembelajaran integratif multi ranah yang diterapkan di UPI dengan berbagai ragam model dan pendekatan pembelajaran telah membangkitkan antusiasme mahasiswa dalam mengembangkan wawasan dan pengalaman keagamaan yang sangat dinamis dan terbuka. Perkuliahan PAI tidak hanya di ruang-ruang kuliah saja, tetapi juga di masjid dan UKM-UKM, dengan dukungan sistem tutorial yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa. Aspirasi mahasiswa mendapatkan ilmu agama serta mampu mengaplikasikan dan menaatinya diyakini dapat tercapai melalui sistem pembelajaran PAI yang berjalan di UPI. Kekhawatiran mereka justru pada faktor internal diri mereka sendiri. Mereka menilai pembelajaran PAI telah berjalan sesuai dengan harapan dan keinginan mereka. Kata Kunci: Pembelajaran, Pendidikan Agama Islam, perguruan tinggi, UPI Bandung
MODEL PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PENDIDIKAN AGAMA: KASUS DI SMAN 3 MEDAN: MODEL OF CHARACTER EDUCATION THROUGH THE RELIGIOUS EDUCATION: THE CASE OF SENIOR HIGH SCHOOL (SMAN) 3 MEDAN Imran Siregar
Penamas Vol 28 No 1 (2015): Volume 28, Nomor 1, April-Juni 2015
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper presents the results of research on the model of organization of character education in school, with the case of Public Senior High School (SMAN) 3 Medan. This study used a qualitative approach by conducting in- depth interviews to key informants, such as principal, teachers of religious education, the student’s parents and the Students Executive Board (OSIS) as wekk as equipped with observation or analysis of documents. This study findings that character education applied in SMAN 3 is an integrative model, involving all components of the school and teachers of religious education becomes the main actor (model) with conducive policy support from the principal. Presence and involment of campus activists through mentoring requires attention and coordination with integrated program of teachers of religious education. Keywords: Character education, religious education, Senior High School, Medan Tulisan ini menyajikan hasil penelitian tentang model penyelenggaraan pendidikan karakter di sekolah, dengan kasus di SMAN 3 Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam kepada informan kunci, seperti kepala sekolah, guru pendidikan agama, pengurus OSIS, dan orangtua siswa serta dilengkapi dengan pengamatan maupun analisis dokumen. Temuannya antara lain, bahwa pendidikan karakter yang diterapkan di lingkungan SMAN 3 Medan adalah model integratif yang melibatkan seluruh komponen sekolah dan guru pendidikan agama menjadi aktor utamanya (model) dengan dukungan kebijakan yang kondusif dari kepala sekolah. Kehadiran dan keterlibatan aktivis kampus melalui mentoring memerlukan pencermatan dan koordinasi yang terintegrasi dengan program guru pendidikan agama. Kata Kunci: Pendidikan karakter, pendidikan agama, model pendidikan, SMA
ASPIRASI MAHASISWA TERHADAP PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI PERGURUAN TINGGI UMUM: KASUS MAHASISWA FIP UPI BANDUNG: THE STUDENTS’ ASPIRATIONS TOWARD THE ISLAMIC EDUCATION LEARNING AT UNIVERSITIES: CASE STUDY AT THE SCIENCE OF EDUCATION FACULTY AT INDONESIA UNIVERSITY OF EDUCATION (UPI) BANDUNG Imran Siregar
Penamas Vol 29 No 2 (2016): Volume 29, Nomor 2, Juli-September 2016
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article presented the results of the research about Islamic education learning and the students’ aspiration tendencies. The case of the study was the students of the Science of Education Faculty (FIP) of Indonesia University of Education (UPI) by academic year 2015/2016. The research process had been runing for three months (October to December 2015). The results of research showed that the Islamic Education (PAI) learning at UPI conformed with the government policies and the principles of educational theories which aims to prepare the educator candidates whom according to the motto of UPI; scientific, educative, and religious.Through the multi domains of integrative learning approach that it was applied at UPI by some models and learning approaches awakened the students’ enthusiasms and developed their religious concepts and experiences more dinamically and openly. The PAI tutorials was not only in the classrooms but also in the mousque and at the Units of Students’ Activities which was supported by tutorial systems where all student has to follow it. Students’ aspirations to comprehend the religious sciences, to practiceit, and to obey it are believed to be achieved through the PAI learning system runing in UPI. Their worries just come from theirselves. According to them, the PAI learning had run well and comformed with their expectations. Keywords: Learning, Islamic education, university, UPI Bandung Tulisan ini menyajikan hasil penelitian tentang pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan kecenderungan aspirasi mahasiswa. Penelitian ini mengambil kasus mahasiswa FIP UPI angkatan 2015/2016. Proses penelitian berlangsung selama tiga bulan (Oktober-Desember 2015). Hasil peneltian menunjukkan, bahwa pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di UPI berjalan searah dengan berbagai kebijakan pemerintah dan prinsip-prinsip teori kependidikan yang bertujuan untuk mempersiapkan calon tenaga pendidik yang sesuai dengan motto UPI ilmiah, edukatif, dan religius. Melalui pendekatan pembelajaran integratif multi ranah yang diterapkan di UPI dengan berbagai ragam model dan pendekatan pembelajaran telah membangkitkan antusiasme mahasiswa dalam mengembangkan wawasan dan pengalaman keagamaan yang sangat dinamis dan terbuka. Perkuliahan PAI tidak hanya di ruang-ruang kuliah saja, tetapi juga di masjid dan UKM-UKM, dengan dukungan sistem tutorial yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa. Aspirasi mahasiswa mendapatkan ilmu agama serta mampu mengaplikasikan dan menaatinya diyakini dapat tercapai melalui sistem pembelajaran PAI yang berjalan di UPI. Kekhawatiran mereka justru pada faktor internal diri mereka sendiri. Mereka menilai pembelajaran PAI telah berjalan sesuai dengan harapan dan keinginan mereka. Kata Kunci: Pembelajaran, Pendidikan Agama Islam, perguruan tinggi, UPI Bandung
Pendidikan Agama Terpadu: Studi Kasus SMU Kraksaan Probolinggo Jawa Timur Imran Siregar
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan EDUKASI | VOLUME 1, NOMOR 1, JANUARI 2003
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32729/edukasi.v1i1.334

Abstract

Pendidikan Agama Terpadu: Studi Kasus SMU Kraksaan Probolinggo Jawa Timur
Fungsi Pengawas Dalam Pemenuhan Standar Pendidikan Madrasah Di Kota Serang Banten Imran Siregar
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan EDUKASI | VOLUME 11, NOMOR 1, APRIL 2013
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32729/edukasi.v11i1.426

Abstract

The fulfillment of national education standards has become mandatory for all educational institutions in the national law of the Republic Indonesia, which of course includes madrasah. Many efforts have been made both by the government and madrasah, yet the fulfillment of national education standards (SNP) still has not been successful. Problems do not only appear internally; they also appear externally, from supervisors. There is no doubt that supervisors also must be responsible in guiding and fulfilling the requirements of the national education standards (SNP). The reality found by the research shows that supervisors are not yet successful in guiding and mentoring systematically in order to support the national education standards (SNP) in the Madrasah. The awareness of SNP by supervisors still appears to be low; this is evident in the ineffectively-designed supervising and guidance program that is below the expectations of the SNP. The documents, related to guidance and mentoring, ]designed by the supervisor are considered mediocre based on the administrative procedures. Hence, many Madrasah(s) are still struggling in fulfilling the SNP that has become a national agreement. Pemenuhan Standar Nasional Pendidikan adalah suatu keharusan bagi semua lembaga pendidikan di wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia, tidak terkecuali madrasah. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah maupun masyarakat madrasah, namun pencapaian Standar Nasional Pendidikan (SNP) masih tetap saja menghadapi berbagai kendala. Selain kendala internal madrasah dengan berbagai keterbatasannya, juga dihadapkan pada kendala eksternal dari pihak pembina madrasah seperti pengawas. Sesuai dengan fungsinya seyogianya pengawas juga dapat berperan penting dalam membimbing dan membina madrasah dalampemenuhan  SNP  tersebut.  Dalam  realitas  di  lapangan  ternyata  menunjukan  bahwa  pengawas  belum  dapat melakukan pembinaan dan pemantauan yang terencana dalam upaya membantu madrasah dalam pemenuhan SNP. Pemahaman pengawas tentang SNP masih sangat terbatas, antara lain ditandai dengan cara mereka menyusun desain program dalam pelaksanaan pembinaan yang belum sesuai dengan yang diharapkan. Seperangkat kelengkapan dokumen yang dibuat oleh pengawas terkait dengan pembinaan dan pemantauan pemenuhan SNP baru sebatas pemenuhan persyaratan adiministratif kepengawasan.Tidaklah mengejutkan jika kemudian masih banyak madrasah yang kesulitan memenuhi SNP yang telah menjadi kesepakatan nasional tersebut.