Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Penamas

PERSEPSI DAN RESISTENSI AKTIVIS MUSLIM KAMPUS TERHADAP PAHAM DAN GERAKAN ISLAM RADIKAL: KASUS PERGURUAN TINGGI DI PROVINSI LAMPUNG: PERCEPTION AND RESISTANCE OF CAMPUS MUSLIM ACTIVISTS AGAINTS RADICAL ISLAMIC UNDERSTANDING AND MOVEMENT: CASE OF UNIVERSITIES IN LAMPUNG Imam Mustofa; Zuzy Aryanti; Dedi Irwansyah; Walfajri Walfajri
Penamas Vol 28 No 2 (2015): Volume 28, Nomor 2, Juli-September 2015
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study reveals the endurance of students in Lampung againts radical Islamic understanding and movements. Research has been carried out on students at four universities in Lampung Province, including the students at the University of Lampung (Unila), students of the State Islamic Institute (IAIN) Raden Intan Lampung, students of Metro Muhammadiyah University, Higher Schools of Islamic Studies Maarif (STAIM) Metro. Data were collected through interview and documentation. This study used phenomenological and symbolic interaction approaches. The results showed that the majority of the radical Islamic movement activists deem radical Islamic movement as a threat to the The Unitary State of the Indonesian Republic (NKRI). Nevertheless, For 23% of respondents who argued the opposite, that radical Islam does not imperil the existence of the Unitary State of the Indonesian Republic (NKRI), can not be regarded as an insignificant figure. Campus muslim activists have strong enough endurances againts the influence of radical Islamic understanding and movement as well as various media and facilities which commonly used by radical Islamic realm to conduct propaganda and prepare the cadres. Their endurance are influenced by educational, religious understanding, environmental and social factors. Keywords: Radical Islam, jihad, campus muslim activist, endurance Penelitian ini berusaha mengungkap ketahanan mahasiswa di Provinsi Lampung terhadap paham dan gerakan Islam radikal. Penelitian dilakukan terhadap mahasiswa di empat perguruan Tinggi di Provinsi Lampung, yaitu mahasiswa Universitas Lampung (Unila), mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Raden Intan Lampung, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Metro, dan mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Ma’arif (STAIM) Metro. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara dan dokumentasi. Sementara pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan fenomenologi dan interaksi simbolik. Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa mayoritas aktifis memandang gerakan Islam radikal sebagai ancaman terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Namun demikian, keberadaan 23% responden berpandangan sebaliknya, yaitu Islam radikal tidak membahayakan eksistensi NKRI, tidak dapat dikatakan sebagai angka yang tidak signifikan. Aktivis Muslim kampus mempunyai ketahanan yang cukup kuat terhadap pengaruh paham dan gerakan Islam radikal serta berbagai media dan sarana yang biasa digunakan kalangan Islam radikal untuk melakukan propaganda dan mencari kader. Ketahanan tersebut dipengaruhi oleh faktor pendidikan, pemahaman agama, faktor lingkungan dan pergaulan. Kata Kunci: Islam radikal, jihad, aktivis Muslim kampus, ketahanan
PERAN ORGANISASI MASYARAKAT DALAM MEMBANGUN HARMONI PASCA KONFLIK ANTARA MASYARAKAT PRIBUMI DENGAN MASYARAKAT PENDATANG DI LAMPUNG TENGAH Imam Mustofa
Penamas Vol 31 No 1 (2018): Volume 31, Nomor 1, Januari-Juni 2018
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v31i1.150

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang peran organisasi masyarakat dalam membangun harmoni pasca resolusi konflik antara masyarakat pribumi dengan masyarakat pendatang di kecamatan Bumi Nabung Kabupaten Lampung Tengah Propinsi Lampung. Penelitian ini dilatarbelakangi konflik yang terjadi di Kecamatan Bumi Nabung pada tanggal 23-24 Februari 2014 yang mengakibatkan korban materiil dan immateriil yang sangat besar. Oleh sebab itu, penelitian ini penting dilakukan sebagai bahan masukan bagi pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan konflik sosial dalam kehidupan masyarakat yang majemuk dan menghasilkan model pembangunan harmoni di tengah-tengah masyarakat yang multi etnis. Penelitian dilakukan melalui beberapa tahapan; tahap studi pendahuluan, pemetaan dan perencanaan, koordinasi dengan pihak-pihak terkait, observasi, pelaksanaan program, dan evaluasi. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa organisasi masyarakat, berperan sangat signifikan dalam resolusi konflik dan menciptakan harmoni. Dalam hal ini di Bumi Nabung dibentuk organisasi Aliansi masyarakat Cinta Damai (ALMACIDA) sebagai forum preventif-antisipatif yang berkomitmen untuk membangun harmoni, menjaga kesatuan dan persatuan masyarakat dan perdamaian di tengah-tengah masyarakat multikultur di Kecamatan Bumi Nabung Kabupaten Lampung Tengah.
MEMOTONG EKSTRIMISME DARI HULU: DERADIKALISASI PEMAHAMAN AGAMA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS KOTA METRO Wildani Hefni; Imam Mustofa
Penamas Vol 33 No 1 (2020): Volume 33, Nomor 1, Januari-Juni 2020
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v33i1.318

Abstract

Abstract Institution-grown extremism is among the most urgent challenges confronting societies today. Attempts to understand extremism often treat this development as a form of the political education system. This study explores by starting actual experiences of radicalization and discover a great diversity of experiences from the leaders of Senior High Schools. This study explores the role of education institutions in Senior High Schools in Metro in confronting the radicalization of religious outlooks among students by analyzing their activities. The results of this study showed that radicalization is not something done to people, but something produced by active participants. From this phenomenon, the leaders of educational institutions in Senior High School conducted a practical guide to the de-radicalization of religious outlooks by various programs. In addition, organizations by religious affiliation have influenced religious formation among students both of religious organizations affiliated to Nadhlatul Ulama and Muhammadiyah. Keywords: De-radicalization, religious outlooks, Senior High Schools
PERSEPSI DAN RESISTENSI AKTIVIS MUSLIM KAMPUS TERHADAP PAHAM DAN GERAKAN ISLAM RADIKAL: KASUS PERGURUAN TINGGI DI PROVINSI LAMPUNG: PERCEPTION AND RESISTANCE OF CAMPUS MUSLIM ACTIVISTS AGAINTS RADICAL ISLAMIC UNDERSTANDING AND MOVEMENT: CASE OF UNIVERSITIES IN LAMPUNG Imam Mustofa; Zuzy Aryanti; Dedi Irwansyah; Walfajri Walfajri
Penamas Vol 28 No 2 (2015): Volume 28, Nomor 2, Juli-September 2015
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study reveals the endurance of students in Lampung againts radical Islamic understanding and movements. Research has been carried out on students at four universities in Lampung Province, including the students at the University of Lampung (Unila), students of the State Islamic Institute (IAIN) Raden Intan Lampung, students of Metro Muhammadiyah University, Higher Schools of Islamic Studies Maarif (STAIM) Metro. Data were collected through interview and documentation. This study used phenomenological and symbolic interaction approaches. The results showed that the majority of the radical Islamic movement activists deem radical Islamic movement as a threat to the The Unitary State of the Indonesian Republic (NKRI). Nevertheless, For 23% of respondents who argued the opposite, that radical Islam does not imperil the existence of the Unitary State of the Indonesian Republic (NKRI), can not be regarded as an insignificant figure. Campus muslim activists have strong enough endurances againts the influence of radical Islamic understanding and movement as well as various media and facilities which commonly used by radical Islamic realm to conduct propaganda and prepare the cadres. Their endurance are influenced by educational, religious understanding, environmental and social factors. Keywords: Radical Islam, jihad, campus muslim activist, endurance Penelitian ini berusaha mengungkap ketahanan mahasiswa di Provinsi Lampung terhadap paham dan gerakan Islam radikal. Penelitian dilakukan terhadap mahasiswa di empat perguruan Tinggi di Provinsi Lampung, yaitu mahasiswa Universitas Lampung (Unila), mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Raden Intan Lampung, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Metro, dan mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Ma’arif (STAIM) Metro. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara dan dokumentasi. Sementara pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan fenomenologi dan interaksi simbolik. Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa mayoritas aktifis memandang gerakan Islam radikal sebagai ancaman terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Namun demikian, keberadaan 23% responden berpandangan sebaliknya, yaitu Islam radikal tidak membahayakan eksistensi NKRI, tidak dapat dikatakan sebagai angka yang tidak signifikan. Aktivis Muslim kampus mempunyai ketahanan yang cukup kuat terhadap pengaruh paham dan gerakan Islam radikal serta berbagai media dan sarana yang biasa digunakan kalangan Islam radikal untuk melakukan propaganda dan mencari kader. Ketahanan tersebut dipengaruhi oleh faktor pendidikan, pemahaman agama, faktor lingkungan dan pergaulan. Kata Kunci: Islam radikal, jihad, aktivis Muslim kampus, ketahanan
PERAN ORGANISASI MASYARAKAT DALAM MEMBANGUN HARMONI PASCA KONFLIK ANTARA MASYARAKAT PRIBUMI DENGAN MASYARAKAT PENDATANG DI LAMPUNG TENGAH Imam Mustofa
Penamas Vol 31 No 1 (2018): Volume 31, Nomor 1, Januari-Juni 2018
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v31i1.150

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang peran organisasi masyarakat dalam membangun harmoni pasca resolusi konflik antara masyarakat pribumi dengan masyarakat pendatang di kecamatan Bumi Nabung Kabupaten Lampung Tengah Propinsi Lampung. Penelitian ini dilatarbelakangi konflik yang terjadi di Kecamatan Bumi Nabung pada tanggal 23-24 Februari 2014 yang mengakibatkan korban materiil dan immateriil yang sangat besar. Oleh sebab itu, penelitian ini penting dilakukan sebagai bahan masukan bagi pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan konflik sosial dalam kehidupan masyarakat yang majemuk dan menghasilkan model pembangunan harmoni di tengah-tengah masyarakat yang multi etnis. Penelitian dilakukan melalui beberapa tahapan; tahap studi pendahuluan, pemetaan dan perencanaan, koordinasi dengan pihak-pihak terkait, observasi, pelaksanaan program, dan evaluasi. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa organisasi masyarakat, berperan sangat signifikan dalam resolusi konflik dan menciptakan harmoni. Dalam hal ini di Bumi Nabung dibentuk organisasi Aliansi masyarakat Cinta Damai (ALMACIDA) sebagai forum preventif-antisipatif yang berkomitmen untuk membangun harmoni, menjaga kesatuan dan persatuan masyarakat dan perdamaian di tengah-tengah masyarakat multikultur di Kecamatan Bumi Nabung Kabupaten Lampung Tengah.