Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGENALAN PERAN TEKNIK KIMIA DALAM APLIKASI KEAMANAN PANGAN (FOOD SAFETY) DI DUSUN PELEM WULUNG BANGUNTAPAN KABUPATEN BANTUL Sri Rahayu Gusmarwani
JURNAL GAUNG INFORMATIKA Vol 9 No 2 (2016): Jurnal Gaung Informatika Vol. 9 No. 2 Juli 2016
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Three pilars of an university activities are Education and Teaching, Research, and Community Service. Community was as one of university’s stake holder need some knowledge and technologies that could be applied for their lives. Community service was done in order for applicating and publicating of science and technology. Community service was also done for minimizing gap between university and community. Chemical Engineering, one of Department in Institute Technology and Science AKPRIND Yogyakarta, take a role play in food safety management, cause one of curriculum in Chemical Engineering was Food Technology. Food Safety in chemical engineering mean activities or systems that can be reduce, eliminate or protect food from food hazardous materials.
PENGARUH Na2CO3 DAN NaOH DALAM PEMURNIAN GARAM UNTUK KOSMETIK SRI RAHAYU GUSMARWANI; ANGEL RIZKYARTHA KANAYA
Gunung Djati Conference Series Vol. 58 (2025): Seminar Nasional Kimia Tahun 2025
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Garam dapur (NaCl) merupakan bahan baku esensial dalam industri kosmetik, terutama digunakan dalam formulasi produk seperti scrub, sabun mandi, dan masker wajah karena kemampuannya dalam memberikan tekstur, efek abrasif ringan, serta berperan sebagai pengental atau pengikat. Namun, kualitas garam yang digunakan dalam industri kosmetik harus memenuhi standar kemurnian tinggi, khususnya rendahnya kandungan ion-ion pengotor seperti kalsium (Ca2+) dan magnesium (Mg2+). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemurnian garam dengan menghilangkan pengotor logam alkali tanah menggunakan proses rekristalisasi yang dibantu dengan penambahan natrium karbonat (Na2CO3) dan natrium hidroksida (NaOH), serta perlakuan pencucian larutan brine. Variabel yang divariasikan dalam penelitian ini adalah volume penambahan Na2CO3, yaitu sebesar 1,0; 2,0; dan 3,0 mL, pada volume dan konsentrasi larutan brine yang konstan. Proses rekristalisasi dilakukan untuk memisahkan kristal NaCl dari larutan pengotor, diikuti dengan pencucian brine guna mengurangi sisa-sisa larutan yang tertinggal di permukaan kristal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencucian brine efektif menurunkan kadar air dari semula 13,33% menjadi rentang 3,33–6,16%, yang berkontribusi terhadap peningkatan daya simpan garam. Kadar NaCl meningkat signifikan dari 90,54% padagaram awal menjadi hingga 99,37% setelah perlakuan, menunjukkan tingkat pemurnian yang tinggi. Pengotor logam Ca2+ dan Mg2+ juga mengalami penurunan drastis masing-masing hingga 0,0412% dan 0,010011%, mendekati atau telah memenuhi batas maksimum yang ditetapkan dalam Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk garam konsumsi dan kosmetik. Hal ini menunjukkan bahwa kombinasi penggunaan Na2CO3 dan NaOH berperan penting dalam presipitasi ion Ca2+ dan Mg2+ sebagai endapan tak larut, seperti CaCO3 dan Mg(OH)2, yang kemudian dapat dipisahkan melalui filtrasi dan pencucian. Metode ini terbukti efektif dalam meningkatkan kemurnian garam serta mengurangi kadar air dan ion pengotor, sehingga menghasilkan produk garam yang sesuai untuk digunakan sebagai bahan baku dalam formulasi kosmetik. Pemurnian ini juga berpotensi memperpanjang daya simpan garam karena kadar air yang rendah dapat mencegah deliquesensi dan pertumbuhan mikroorganisme.