Garam dapur (NaCl) merupakan bahan baku esensial dalam industri kosmetik, terutama digunakan dalam formulasi produk seperti scrub, sabun mandi, dan masker wajah karena kemampuannya dalam memberikan tekstur, efek abrasif ringan, serta berperan sebagai pengental atau pengikat. Namun, kualitas garam yang digunakan dalam industri kosmetik harus memenuhi standar kemurnian tinggi, khususnya rendahnya kandungan ion-ion pengotor seperti kalsium (Ca2+) dan magnesium (Mg2+). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemurnian garam dengan menghilangkan pengotor logam alkali tanah menggunakan proses rekristalisasi yang dibantu dengan penambahan natrium karbonat (Na2CO3) dan natrium hidroksida (NaOH), serta perlakuan pencucian larutan brine. Variabel yang divariasikan dalam penelitian ini adalah volume penambahan Na2CO3, yaitu sebesar 1,0; 2,0; dan 3,0 mL, pada volume dan konsentrasi larutan brine yang konstan. Proses rekristalisasi dilakukan untuk memisahkan kristal NaCl dari larutan pengotor, diikuti dengan pencucian brine guna mengurangi sisa-sisa larutan yang tertinggal di permukaan kristal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencucian brine efektif menurunkan kadar air dari semula 13,33% menjadi rentang 3,33–6,16%, yang berkontribusi terhadap peningkatan daya simpan garam. Kadar NaCl meningkat signifikan dari 90,54% padagaram awal menjadi hingga 99,37% setelah perlakuan, menunjukkan tingkat pemurnian yang tinggi. Pengotor logam Ca2+ dan Mg2+ juga mengalami penurunan drastis masing-masing hingga 0,0412% dan 0,010011%, mendekati atau telah memenuhi batas maksimum yang ditetapkan dalam Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk garam konsumsi dan kosmetik. Hal ini menunjukkan bahwa kombinasi penggunaan Na2CO3 dan NaOH berperan penting dalam presipitasi ion Ca2+ dan Mg2+ sebagai endapan tak larut, seperti CaCO3 dan Mg(OH)2, yang kemudian dapat dipisahkan melalui filtrasi dan pencucian. Metode ini terbukti efektif dalam meningkatkan kemurnian garam serta mengurangi kadar air dan ion pengotor, sehingga menghasilkan produk garam yang sesuai untuk digunakan sebagai bahan baku dalam formulasi kosmetik. Pemurnian ini juga berpotensi memperpanjang daya simpan garam karena kadar air yang rendah dapat mencegah deliquesensi dan pertumbuhan mikroorganisme.
Copyrights © 2025