Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Global Health Science (GHS)

FAKTOR RISIKO KEJADIAN HIPERTENSI PADA PASIEN DI RUANGAN PENYAKIT DALAM RSUD Dr. M. HAULUSSY AMBON Bellytra Talarima
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 1, No 2 (2016): Juni 2016
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.116 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v1i2.32

Abstract

Faktor Risiko Kejadian Hipertensi Pada Pasien di Ruangan Penyakit Dalam RSUD Dr. M. Haulussy Ambon Tahun 2014. Hipertensi merupakan suatu kondisi medis dimana tekanan darah meningkat melebihi batas normal untuk tekanan darah sistolik dan diastolik yang diukur dalam mmHg. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar risiko kejadian hipertensi pada pasien di Ruangan Penyakit Dalam RSUD Dr. M. Haulussy tahun 2014. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian observasional desain analitik case control dengan jenis hospital based case control study. Adapun besar sampel yaitu 108 orang yang terdiri dari 54 kasus dan 54 kontrol. Data dianalisis dengan univariat, bivariat (OR) dan multivriat dengan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukan bahwa riwayat keluarga OR = 5,20 (CI 2,28 – 11,82), merokok OR = 3,25 (CI 1,45 – 7,24), konsumsi alkohol OR = 3,94 (CI 1,73 – 8,97), aktivitas fisik OR = 2,67 (CI 1,22 – 5,81), obesitas sentral OR = 3,07 (CI 1,39 – 6,91), dan tipe kepribadian OR = 5,26 (CI 2,30 – 12,02) merupakan faktor risiko hipertensi. Riwayat keluarga merupakan faktor yang paling berhubungan dengan kejadian hipertensi p = 0,003, tetapi bukan merupakan faktor risiko kejadian hipertensi karena nilai OR < 1. Disarankan kepada responden yang berisiko agar dan menjalani pola hidup yang sehat, seperti menghentikan kebiasaan merokok dan mengkonsumsi alkohol, menjaga berat badan ideal, lakukan aktivitas fisik secara teratur serta menghindari stress. Kata Kunci : Hipertensi, riwayat keluarga, merokok, konsumsi alkohol, aktivitas fisik, obesitas sentral dan tipe kepribadian
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KETRAMPILAN PETUGAS LABORATORIUM DALAM PENEGAKAN DIAGNOSIS PENYAKIT TB MELALUI HASIL CROSS CHECK PADA PUSKESMAS Bellytra Talarima
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 1, No 2 (2016): Juni 2016
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs.v1i2.31

Abstract

Tuberkulosis adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TB (Mycobacterium Tuberculosis), yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat bahkan menjadi komitmen global dalam penanggulangannya. Tahun (2010) Indonesia berada pada ranking kelima dengan beban TB tertinggi di dunia. Tingginya masalah TB dikarenakan ketepatan mendiagnosis penyakit kurang akurat sehingga pemberian pengobatan juga tidak tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara umur, pendidikan, lama kerja dan pelatihan dengan ketrampilan petugas laboratorium dalam penegakan diagnosis penyakit TB melalui hasil cross check pada puskesmas di Kota Ambon. Desain penelitian yang digunakan adalah rancangan Cross Sectional Study. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 19 responden. Data dianalisis dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel yang mempunyai hubungan yang signifikan terhadap ketrampilan petugas laboratorium adalah pendidikan (p=0,017), dan lama kerja (p=0,010). Variabel yang tidak memiliki pengaruh adalah umur (p=1,000) dan pelatihan (p=0,129), Saran penelitian ini bagi petugas laboratorium meningkatkan ketrampilan melalui pelatihan-pelatihan. Kata kunci : Penegakan diagnosis penyakit TB, cross check
Determinan Hipertensi pada Usia Remaja dan Dewasa (18-44 tahun) di Puskesmas Karang Panjang Kota Ambon Ivy Violan Lawalata; Bellytra Talarima; Bella Agustina Adinda Subagiyo
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 8, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs8107

Abstract

Prevalensi hipertensi di Indonesia pada kelompok usia muda berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 mengalami peningkatan yang cukup signifikan menjadi 13.2% pada usia 18-24 tahun, 20.1% di usia 25-34 tahun dan 31.6% pada kelompok usia 25-44 tahun dibandingkan dengan tahun 2013. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besar risiko determinan riwayat genetik keluarga, obesitas, aktivitas fisik dan kondisi psikologi stres dengan kejadian hipertensi. Metode penelitian yang digunakan adalah Case Control. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 146 responden dengan rincian 73 kasus dan 73 kontrol. Analisis data yang dilakukan adalah univariat dan bivariat dengan uji chi- square. Hasil analisis menujukan riwayat genetik keluarga merupakan determinan kejadian hipertensi dengan nilai Odds Ratio (OR) = 72.696 tingkat kepercayaan CI 95% nilai LL dan UL = 22.692 – 232.890; Obesitas merupakan determinan kejadian hipertensi dengan nilai Odds Ratio (OR) = 5.056 tingkat kepercayaan CI 95% nilai LL dan UL = 2.112 – 12.101; Aktivitas fisik bukan merupakan determinan kejadian hipertensi dengan nilai Odds Ratio (OR) = 1.059 tingkat kepercayaan CI 95% nilai LL dan UL = 0.545 – 2.060; Kondisi psikologi stres merupakan determinan kejadian hipertensi dengan nilai Odds Ratio (OR) = 10.815 tingkat kepercayaan CI 95% nilai LL dan UL = 4.377 – 26.726. Kesimpulan riwayat genetik keluarga, obesitas dan kondisi psikologi stress merupakan determinan kejadian hipertensi, disarankan kepada usia remaja dan dewasa 18 – 44 tahun agar dapat mengontrol pola makan, lakukan aktivitas fisik secara teratur dan mengendalikan tingkat stres serta melakukan pengontrolan tekanan darah rutin setiap bulan dipelayanan kesehatan terdekat. Kata kunci: genetik; aktivitas fisik; obesitas; kondisi psikologi stres; hipertensi