Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemikiran Kartini tentang Hukuman dalam Pendidikan dan Relevansinya dengan Pendidikan Islam Miftakur Rindlo
Edukasia Islamika Volume 5, Number 1 2020, Edukasia Islamika: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, Institut Agama Islam Negeri Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.401 KB) | DOI: 10.28918/jei.v5i1.2411

Abstract

R.A. Kartini dikenal sebagai tokoh emansipasi wanita di Indonesia. Perjuangan seorang Kartini ternyata tidak hanya sebatas memperjuangkan kaum wanita yang terkungkung oleh adat pada masa itu, tetapi juga berpikir tentang perkembangan pendidikan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemikiran Kartini tentang hukuman dalam pendidikan dan relevansinya dengan pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode induktif dan masuk ke dalam kategori penelitian kepustakaan. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi dalam pengumpulan datanya. Sumber data utama dalam penelitian ini adalah buku Habis Gelap Terbitlah Terang yang diterbitkan oleh penerbit Narasi Yogyakarta tahun 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kartini menyetujui penerapan hukuman dalam dunia pendidikan. Meskipun demikian, Kartini menolak adanya penerapan hukuman yang melibatkan kekerasan fisik seperti pukulan dan siksa badan. Hal ini dikarenakan penerapan hukuman fisik tidak dapat memberikan edukasi yang baik pada peserta didik, namun justru dapat menimbulkan rasa dendam dan rendah diri. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa dalam pemberian hukuman kepada peserta didik, pemikiran Kartini masih relevan dengan konsep pendidikan Islam karena sebagian besar para tokoh pendidikan Islam masih memberikan lampu hijau terhadap pelaksanaan hukuman dalam pendidikan.
Pemikiran Kartini tentang Hukuman dalam Pendidikan dan Relevansinya dengan Pendidikan Islam Miftakur Rindlo
Edukasia Islamika Volume 5, Number 1 2020, Edukasia Islamika: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, Institut Agama Islam Negeri Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jei.v5i1.2411

Abstract

R.A. Kartini dikenal sebagai tokoh emansipasi wanita di Indonesia. Perjuangan seorang Kartini ternyata tidak hanya sebatas memperjuangkan kaum wanita yang terkungkung oleh adat pada masa itu, tetapi juga berpikir tentang perkembangan pendidikan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemikiran Kartini tentang hukuman dalam pendidikan dan relevansinya dengan pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode induktif dan masuk ke dalam kategori penelitian kepustakaan. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi dalam pengumpulan datanya. Sumber data utama dalam penelitian ini adalah buku Habis Gelap Terbitlah Terang yang diterbitkan oleh penerbit Narasi Yogyakarta tahun 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kartini menyetujui penerapan hukuman dalam dunia pendidikan. Meskipun demikian, Kartini menolak adanya penerapan hukuman yang melibatkan kekerasan fisik seperti pukulan dan siksa badan. Hal ini dikarenakan penerapan hukuman fisik tidak dapat memberikan edukasi yang baik pada peserta didik, namun justru dapat menimbulkan rasa dendam dan rendah diri. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa dalam pemberian hukuman kepada peserta didik, pemikiran Kartini masih relevan dengan konsep pendidikan Islam karena sebagian besar para tokoh pendidikan Islam masih memberikan lampu hijau terhadap pelaksanaan hukuman dalam pendidikan.
Pemikiran Kartini tentang Hukuman dalam Pendidikan dan Relevansinya dengan Pendidikan Islam Miftakur Rindlo
Edukasia Islamika : Jurnal Pendidikan Islam Vol 5 No 1 (2020): Edukasia Islamika - Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jei.v5i1.1062

Abstract

R.A. Kartini is known as an emancipation figure for many Indonesian people. Her struggle turned out not only to fight for women oppressed by the traditional dictates, but also to develop the educational system in Indonesia. This study aims to describe Kartini's thoughts on punishment in education and its relevance to Islamic education. This study uses inductive method and belongs to library research. Therefore, it uses documentation for collecting the data. The primary source of this study is taken from the book entitled Habis Gelap Terbitlah Terang published by Narasi Yogyakarta in 2018. The results of this study show that Kartini agreed that punishment can be applied in education. However, Kartini rejected any kinds of physical punishment. It is because physical punishment does not provide good educational environment to students instead of making the students feel resentful and inferior. Finally, it can be concluded that in the case of delivering punishment to students, Kartini's thought is still relatively relevant to the concept of Islamic education because most of Islamic education figures still provide the green light on the implementation of punishment in education