Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH KEBIJAKAN LABELISASI KELUARGA PENERIMA MANFAAAT DALAM MEWUJUDKAN PROGRAM KELUARGA HARAPAN YANG TEPAT SASARAN DI KABUPATEN BENER MERIAH WIWIN ANDRIANI
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 6, No 3 (2021): November 2021
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini pada dasarnya dilakukan guna menjawab permasalahan bahwasannya sebanyak 319 penerima  Program Keluarga Harapan (PKH) yang mengundurkan diri setelah adanya kebijakan labelisasi Keluarga Penerima Manfaa di kabupaten Bener Meriah. Dengan menggunakan teori Kebijakan Publik,  kemiskinan serta konsep Program Keluarga Harapan (PKH) dan Sustainable Development Goals (SDGs) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kebijakan labelisasi terhadap upaya mewujudkan penerima Program Keluarga Harapan (PKH) yang tepat sasaran di Kabupaten Bener Meriah. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan Kuantitatif. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi linier sederhana dengan bantuan SPSS versi 25. Penelitian ini menggunakan random sampling dengan jumlah 76 Responden yang terbagi seluruh Kecamatan Kabupaten Bener Meriah. Hasil dari analisis regresi linier sederhana menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara Kebijakan Labelisasi terhadap mewujudkan Program Keluarga Harapan yang tepat sasaran di Kabuapetn Bener Meriah menunjukan kokorelasi yang sangat kuat dengan nilai 0,954. Selanjutnya nilai koefesien determinasi sebesar 0,910 yang artinya 91%. Meskipun dengan nilai signifikansi yang tinggi ternyata masih memiliki banyak masalah yang berkaitan dengan pelaksanaan kebijakan labelisasi dan penggraduasian yang dilakukan secara mandiri oleh penerima Program Keluarga Harapan (PKH diantaranya adalah penempelan label/stiker belum dilakukan kepada seluruh penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Bener Meriah, serta adanya penggraduasian mandiri yang dilakukan penerima Program Keluarga Harapan (PKH) namun mereka belum masuk kedalam kategori keluarga sejahtera. Kemudian terkait dengan Program Keluarga Harapan (PKH) dalam mendukung target pertama Sustainable Development Goals (SDGs) Program Keluarga Harapan (PKH) menjadi salah satu ujung tombak pemerintah Indonesia dalam upaya mendukung pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs).