Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : SURYA EDUKASI

Penerapan Komunikasi Non Verbal Dalam Permainan Tradisional Anak Fitrianola Rezkiki; Imelda Rahmayunia Kartika; Rina Mariyana; Hauzan Jiyad Adli
Surya Edukasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 2 (2025): Surya Edukasi : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/se.v2i2.7309

Abstract

Traditional games are a form of play therapy for children to increase motor skills. The application of non-verbal communication when playing can make children comfortable and stimulate children to understand the concept of the game more quickly. The aim of this community service is to see the application of educators' non-verbal communication in children's traditional games, especially in seeing children's growth  and development. The methods used in this PKM include; sharing information about the application of non-verbal communication in the traditional game "hi hi smart child", demonstrations to educators and kindergarten/PAUD children, and implementation of games by assessing children's motor skills before and after traditional games accompanied by non-verbal communication. The PKM results show that there is an increase in children's gross motor skills like speed and agility after being given traditional games accompanied by non-verbal communication. It is hoped that the TK/PAUD can continue this activity and carry out continuous evaluations, so that they can improve the quality of children's growth and development.
Edukasi dan Pelatihan Terapi Komplementer (Akupresur, Akupuntur, dan Bekam) sebagai Upaya Pencegahan dan Perawatan Mandiri rina mariyana
Surya Edukasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 2 (2025): Surya Edukasi : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/se.v2i2.10460

Abstract

Kesehatan masyarakat tidak hanya dipengaruhi oleh layanan medis konvensional, tetapi juga dapat ditunjang oleh terapi komplementer yang bersifat non-farmakologis. Terapi komplementer, seperti akupresur, Akupuntur, dan Bekam terbukti dapat membantu mengurangi nyeri, stres, kecemasan, serta meningkatkan kualitas tidur. Namun, sebagian besar masyarakat masih kurang memahami teknik penerapan terapi tersebut secara mandiri. meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam menerapkan terapi komplementer sederhana yang aman dan mudah dilakukan di rumah. Metode dilakukan melalui edukasi kesehatan, demonstrasi teknik terapi, praktik langsung, serta evaluasi pengetahuan dan keterampilan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat berdasarkan hasil pre-test dan post-test, serta mayoritas peserta mampu mempraktikkan seperti akupresur, Akupuntur, dan Bekam dengan benar. Peserta juga menyatakan bahwa terapi komplementer ini bermanfaat dan akan dipraktikkan secara mandiri di rumah. kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berhasil meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan masyarakat tentang terapi komplementer sebagai upaya mendukung kesehatan holistic.  
PENERAPAN TERAPI BERMAIN UNTUK MENINGKATKAN KOGNITIF ANAK Rina Mariyana; Imelda Rahmayunia Kartika; Fitrianola Rezkiki; Cory Febrina
Surya Edukasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 1 (2024): Surya Edukasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/se.v1i1.7306

Abstract

Abstract  Permaianan tradisonal dapat meningkatakan kemampuan kognitif anak metode yang di gunakan dengan mengadakan terapi bermai tradisional yaitu dengan nyanyian : hai hai anak pintardimana didapatkan hasil 47,1 % anak mengalami peningkatan kemampuan secara kognitif, dimana anak  dapat mengenal temannya . permainan tradisional anak dilakukan dengan melihat bagaimana kemampuan anak secara kognitif dalam : berjalan seimbang menuju temannya, meraba anggota tubuh temannya, mengenai tangan teman, mengenai bagian muka serta rambut teman, Sentuhan (memegang tangan, menyentuh bahu), terakhir anak menebaik nama teman nya apa sesuai dengan rabaan nya atau tidak. Dapat disimpulkan peramainan tradisional dapat meningkatkan kemampuan kognitif anaki
STIMULASI PADA ANAK TK DI BUKITTINGGI DALAM UPAYA MENINGKATKAN PERKEMBANGAN ANAK Rina Mariyana; Silvia Silvia; Wiwit Febrina; Cory Febrina; Mesy Yunia Sari; Siska Rahmadiya
Surya Edukasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 1 (2025): Surya Edukasi : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/se.v2i1.9714

Abstract

Pengantar: Sebanyak 250 juta anak gagal mencapai potensi perkembangan mereka di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. 1000 hari pertama kehidupan (kehamilan dan dua tahun pertama) merupakan masa kritis bagi perkembangan otak dan anak. Keluaran dari strategi yang menargetkan perkembangan anak mencakup stimulasi praktik di rumah (kesempatan belajar sejak dini seperti menyanyi/bercerita) dan pengetahuan pengasuh tentang perkembangan anak. Perkembangan anak mengintegrasikan beberapa domain yang saling bergantung, namun hanya sedikit pengabmas yang mencoba mengidentifikasi faktor-faktor umum yang berkontribusi terhadap berbagai domain perkembangan pada sekolah. Tujuan dari pengabmas ini adalah untuk mengidentifikasi pencapaian perkembangan pada anak usia sekolah Metode: Kami menggunakan data dari Children’s Student, sebuah studi di sekolah satu sekolah bukittinggi. Menalukan pengisian kuesioner KPSP menurut usia anak dalam rangka melihat perkembangan anak. Skala perkembangan anak digunakan untuk mengevaluasi hasil perkembangan anak. Hasil: Sebanyak XX anak dilibatkan dalam analisis ini. Setelah disesuaikan dengan variabel lingkungan menunjukkan bahwa stimulasi kognitif ibu yang lebih besar dikaitkan dengan perkembangan motorik halus, motorik kasar, bahasa reseptif, bahasa ekspresif, hubungan sosial,. Hasilnya juga menunjukkan bahwa pola asuh suportif sejak dini membantu mendorong perkembangan dalam manipulasi, bahasa reseptif, dan hubungan sosial. Kesimpulan: Pola asuh yang suportif dan stimulasi kognitif ibu merupakan kontributor paling penting bagi sebagian besar domain perkembangan anak.