Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : JISICOM (Journal of Information System, Infomatics and Computing)

PERANCANGAN PROTOTYPE MESIN CNC (COMPUTER NUMERICALLY CONTROLLED) PLOTTER 3 AXIS 2D MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER ARDUINO UNO Yuni Fitriani; Roida Pakpahan; Ahcmad Anwar Asyirri
Journal of Information System, Informatics and Computing Vol 3 No 2 (2019): JISICOM : Volume 3, Nomor 2, December 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Jayakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (847.114 KB)

Abstract

CNC adalah pembaruan mesin perkakas yang ada di dunia industri mengikuti perkembangan teknologi karena dianggap mesin perkakas sebelumnya kurang efektif dari segi waktu dan biaya. Sebelumnya mesin perkakas dikontrol dengan putaran tangan atau otomatisasi sederhana. CNC adalah sistem otomatisasi mesin perkakas yang dioperasikan oleh perintah dan diprogram secara abstrak dan disimpan melalui media penyimpanan. Penelitian ini, merancang suatu alat Prototipe CNC sederhana yang dapat digunakan plotter untuk menggambar suatu pola pada bidang tertentu secara otomatis. Desain yang digambar melalui komputer akan dikonversi atau diubah dalam bentuk G-Code. Sebelum data dikirim ke mikrokontroler, data akan dikonversi terlebih dahulu ke bahasa pemrograman mikrokontroler. Kemudian mikrokontroler akan menerima masukan data digital dari komputer melalui komunikasi berurutan. Mikrokontroler akan membaca data yang telah ditransferkan oleh personal komputer, data yang dibaca untuk menaikkan atau menurunkankan pena dan memberi logika pada driver motor stepper. Dari data yang diterima oleh driver motor stepper, data digunakan untuk penggerak motor stepper, dan terbentuk pola di bidang sesuai desain. Diharapkan dengan adanya Prototipe CNC sederhana ini menjawab permasalahan yang ada di dunia industri dari segi waktu dan biaya yang dikeluarkan. Mesin CNC membuat pola pada bidang secara cepat, serta modern dan lebih baik dibandingkan mesin perkakas sebelumnya.
Analisa Pengaruh Implementasi Artificial Intelligence Dalam Kehidupan Manusia Roida Pakpahan
Journal of Information System, Informatics and Computing Vol 5 No 2 (2021): JISICOM: December 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Jayakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52362/jisicom.v5i2.616

Abstract

Artificial Intellegence (AI) atau yang disering juga sebagai kecerdasan buatan menjadi salah satu tehnologi yang paling fenomenal saat ini terlebih ditengah pandemic virus corona covid 19 yang belum juga usai diseluruh Negara didunia termasuk Indonesia. Implementasi AI dalam berbagai segmen kehidupan menjadi solusi untuk menjawab kebutuhan masyrakat dunia saat ini. Kehadiran AI dengan berbagai inovasi yang semakin canggih dan kreatif memberikan pengaruh yang sangat signifikan dalam setiap lini kehidupan manusia termasuk dibidang sosial, bisnis, ekonomi dan kesehatan. Implementasi AI dalam berbagai sektor kehidupan memberikan dampak yang positif karna AI mampu memjawab berbagai masalah kehidupan mengikuti kondisi terkini namun disisi lain AI juga merupakan ancaman bagi sumber daya manusia karna banyak pekerjaan manusia perlahan-lahan mulai digantikan dengan adanya AI. Dimasa yang akan datang perkembangan AI akan semakin canggih dengan terobosannya yang semakin inovatif oleh karena itu masyrakat harus terus mengupgrade dirinya mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan khususnya dibidang tehnologi dan meningkatkan kreatifitasnya sehingga sulit untuk digantikan AI. Pada hakekatnya AI memang bisa menggantikan beberapa pekerjaan manusia namun AI tidak akan pernah bisa menggantikan sisi emosional manusia oleh karnanya ada baiknya masyrakat dunia khususnya Indonesia terus memelihara dan mengembangkan kecerdasan emosionalnya supaya dimasa yang akan datang keberadaanya akan tetap dibutuhkan, hidup layaknya sejatinya manusia yang memiliki cinta kasih dan kepedulian terhadap sesama manusia guna membaikkan kehidupan.
ANALISA IMPLEMENTASI UU ITE PASAL 28 AYAT 2 DALAM MENGURANGI UJARAN KEBENCIAN DI MEDIA SOSIAL Roida Pakpahan
Journal of Information System, Informatics and Computing Vol 5 No 1 (2021): JISICOM : Volume 5, Nomor 1, Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Jayakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52362/jisicom.v5i1.465

Abstract

Kebaradaan media sosial saat ini sudah menjadi bagian dari trend gaya hidup masyarakat Indonesia hal ini terlihat dari semakin tingginya pengguna media sosial di Indonesia yang hingga kini telah mencapai 170 juta pengguna, media sosial bagi sebagian orang digunakan untuk wadah pertemanan, sebagai ruang untuk membuktikan eksistensi diri dan media untuk mendulang rupiah melalui konten-konten yang kreatif sperti yang dilakukan seorang youtuber. Namun disisi lain media sosial juga digunakan oleh sebagian penggunanya atau yang sering disebut dengan istilah netizen untuk hal-hal yang bermuatan negatif dengan memberikan komentar, status, foto, video dan lainnya yang berisi ujaran kebencian. Maraknya ujaran kebencian dimedia sosial memberikan dampak negatif karna menimbulkan kegaduhan dimedia sosial yang dapat menimbulkan konflik internal maupun konflik sosial. Adanya UU ITE Pasal 28 ayat 2 diharapkan dapat meminimalisasi atau mengurangi ujaran kebencian dimedia sosial terlebih dengan adanya wacana dari pemerintah untuk merevisi UU ITE 2008 diharapkan mampu menciptakan undang-undang yang lebih baik lagi, sehinga pengguna media sosial dapat menjadikan media sosial sebagai media yang sehat dan produktif, ruang digital yang menyenangkan bagi penggunanya. Dan dengan kehadiran Virtual Police diharapkan dimasa depan media sosial dapat digunakan secara beretika dan dimanfaatkan untuk kebaikan hidup untuk membaikkan kehidupan dengan menggunakannya secara cerdas dan bijaksana.
Analysis of the Effect of Vuca on Mental Health After the Covid-19 Pandemic Roida Pakpahan
Journal of Information System, Informatics and Computing Vol 6 No 2 (2022): JISICOM: December 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Jayakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52362/jisicom.v6i2.965

Abstract

In the VUCA era, mental health is a very important aspect that must be owned so that every individual remains productive and happy in the midst of uncertainty. The Covid-19 pandemic has made the VUCA condition even more real, making people directly feel the volatility, uncertainty, complexity and ambiguity (VUCA). World health organization (WHO) states mental health problems have increased height during the Covid-19 pandemic. This is because during the Covid-19 pandemic, many people have lost their jobs, sources of income and deep sorrow over the loss of loved ones. On the other side, Covid-19 carried out volality, changes in the order of life from conventional systems to digital systems. Digital transformation makes the intensity of VUCA increase. This study aims to analyze of the effect of VUCA on mental health after the Covid-19 pandemic. The research results show that VUCA affects people's mental health. Covid-19 is part of VUCA, uncertainty which causes uncertainty in the world economy and leaves deep scarring effects, making problem even more complex. Uncertainty is the main factor that triggers mental health problems. The tendency to perceive uncertainty negatively makes people vulnerable to experiencing mental health problems, depression and anxiety. VUCA creates a new paradigm, it requires spiritual intelligence and mental resilience, self-awareness and the ability to respond well to change in order to survive in the midst of uncertainty. Growth mindset and learning agility so that they are capable of facing various challenges in the VUCA Era, because true life is a learning.
ANALYSIS OF THE INFLUENCE OF FLEXING IN SOCIAL MEDIA ON COMMUNITY LIFE Roida Pakpahan; Donny Yoesgiantoro
Journal of Information System, Informatics and Computing Vol 7 No 1 (2023): JISICOM (June 2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Jayakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52362/jisicom.v7i1.1093

Abstract

Flexing or showing off is a new habit that society loves today. Technological factors also influence flexing behavior. We Are Social 2023 states that 167 million Indonesians are active in using social media. In general, flexing is done to legitimize social status through various uploads on TikTok, Instagram Facebook, YouTube and others. This study aims to analyze of the influence of flexing in social media on community life. The results of the study show that luxury content is a favorite of netizens. Even though the luxury that is displayed is not necessarily true. Flexing has a positive influence because flexing can be used for employee branding through linkedIn. Flexing marketing to achieve success in popularity, business and endorsement. However, overall flexing has a more negative influence . Flexing creates consumptive behavior and hedonism. The use of goods is no longer interpreted as fulfilling needs, but rather as a brand or symbol to indicate lifestyle and social status. Sometimes flexing is used as a method of deception. POLRI and related institutions are expected to be more informative, actively monitoring and countering flexing content that has the potential to harm the public. Intelligence is needed in managing information, in the era of information openness, people must be more proficient in social media, filter flexing content so they don't get trapped in FOMO. Actually, flexing is the right of each individual, but it should not reduce the values of life. Minimize flexing behavior by prioritizing achievement.